Showing posts with label Kaweruh Jowo. Show all posts
Showing posts with label Kaweruh Jowo. Show all posts

Ruang Sakral


RUANG SAKRAL

 (SENTONG)

Mungkin lebih mirip dengan ruangan tempat ibadah
tapi sentong selalu terletak di sudut tengah dlm rumah
adalah ruangan khusus yang hanya digunakan untuk hal2 spirtualitas, seperti semedi atau meditasi..

adalah satu ruangan yang tanpa penerangan dan juga ventilasi udara dan tidak berdaun pintu, tapi hanya tertutup dengan tirai/kain/slambu..

hal tersebut diperlukan agar howo2 spiritual dari dirinya tetap berada disatu tempat sprt howoing petilasan2..

meski sebenarnya tidak harus terletak ditengah, tapi 'inti selalu berada di tengah' sprt letak jantung pada tubuh..

Sentong lebih tepatnya diartikan ruang sakral persemedian, jadi bukn untuk memuja/manembah/menyembah, tetapi utk mengolah diri dalam diam keheningan..

MENG-ADA-KAN RUANG
Menghadirkan jagad, yakni jagad yg telah dihadirkan dlm olah semedi maupun meditasi, menciptakan ruang aroma spiritual..

semedi2 yang selalu dilakukan olah2 spiritual yg kerap dilakukan dlm sentong yang sampai pada titik hening maupun wening..
akan menciptakan ruang spiritual keheningan maupun kaweningan didm sentong (sumebyar howone)..
yang berasal dari ruang rasa yg tercipta, begtulah manifestasi surga..

semakin bertambah energi2 yang terkumpul menjadikan semakin kuat dan nyata manifestasi tersebut..
sehinggah akan sampai mampu melebur/memadamkan api neraka, yakni dapat menenangkan rasa2 amarah rasa2 duka nestapa...

Diri2 yang tenggelam dlm perasaan duka akan menjadi tenang atau lupa dengan kedukaan dirinya, karena tertarik oleh kuatnya energi manifestasi surga, akan turut/ikut merasakan keindahan surgawi..
dan menjadikan raga dapat merasakan kembali nikmatnya makan minum tidur..
yang sebelumnya tertutup oleh ruang rasa neraka diri yang diciptakannya sendri..

Sentong adalah tempat untuk menciptakan/mewujudkan dimensi spiritual dirinya sendiri...

JOYO JOYO WIJOYO
WASKTONING TANAH JOWO




Asas Spiritual


ASAS SPIRITUALITY

Didalam pengetahuan atau ilmu moderen : pancaindra itu adalah piranti materi (alat yang berfungsi untuk melihat mendengar mencium meraba dan alat perasa/lidah), didalam ranah agama pancaindra itu pemberian tuhan (kasih tuhan).. dalam spiritual pancaindra itu energi yang terpadatkan dan berfungsi untuk membekukan energi.. sedangkan dalam kaweruh : pancaindra adalah 'LIMANG Roso' berfungsi untuk menggelar dan menggulung dimensi materi/dunia/janaloka...

GEGAMBUHAN
Didalam ilmu moderen penglihatan itu mata, meskipun ada mata yang tidak dapat melihat, pendengaran itu telinga meski ada telinga2 yang tidak dapat mendengar dst... pancaindra itu pemberian tuhan dan harus disyukuri, meskipun ada orang2 yang terlahir tuna (buta tuli dst)
yang disebut 'adil' itu 'sama rata' lain halnya dengan bijaksana, meskipun ada bijak yang baik ada bijak yang buruk (makanya ada kebijakan2 yang tidak benar)..
jadi antara adil dan bijak itu suatu hal yang memang bertentangan, bijak itu seperti : anak kecil diberi mainan/jajanan tapi orang dewasa diberi uang atau seperti memberi makanan pada orang yang lapar yang tidak lapar tidak diberi makanan dst.. jadi bijaksana itu memang tidak sama rata..

Energi2 tsb adalah satu kesatuan yakni 'gether urip' atau vibrasi/getaran.. dibekukan oleh penglihatan menjadi bentuk, rupa, warna.. dibekukan oleh pendengaran menjadi suara dst..
rosoning pandulu yaitu melihat/menggunakan penglihatan maka rupa bentuk warnapun tergelar (mengetahui/ngrasakno bentuk rupa warna), rosoing pangrungu.... dst
bentuk rupa warna itu jagad gede, pandulu/penglihatan itu jagad cilik, adanya jagad gede sebab karna adanya jagad cilik tetapi adanya tsb bersamaan/bareng...
jadi ketika tidak ada pandulu bentuk rupa warnapun tiada begitu juga suara bagi pangrungu dst... .dan yang menyatakan ada tiadanya tsb itulah diri/yang merasakan/uwonge..

ada gether urip ada doyo urip.. .

HISTORIES
Jaman Peralihan : yakni bergantinya jaman spiritual menjadi jaman materi, disebut seperti itu karena banyak kelahiran2 banyak diri2 yang terlahir dalam kondisi energi spiritualnya meredup/energi materinya menguat (dosondriyo menjadi limangdriyo) meski begitu... ada kelahiran2 dengan nemindriyo (disebut mata dewa/mata ketiga) yang lebih umum disebut indra keenam.. krna dalam peredupan energi spiritual alusing pandulu meredup diakhir2.. Dijaman tsb mereka yang memiliki mata dewa akan diburu untuk dibunuh (agar visi.misi menutup dimensi spiritual itu dapat tercapai). . .

sehinggah dijaman sekarang, mata dewa disebutlah khayalan (ketidakwarasan) sesuai dengan ilmu moderen.. meski begitu banyak artefak2 kuno yang menggambarkan adanya mata dewa tsb..

MESMERIC (memukau) 
Ada diri2 yang non spiritual 
ada yang semi spiritual 
ada yang berspiritual 
ada juga yang menspiritual/belajar untuk berspiritual...

Ialah yang digunakan untuk merasakan :
ada roso kasar (pancaindra)
ada roso alus (bungah susah dhemen gething wedi wani)
ada roso luwih alus (tanpo susah tatag katresnan)
ada roso alusing alus (rosojati)

Bagi non spiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya telah tertutup, dan energi2 spiritual dirinya telah memadat, menjadikan dirinya sebagai makhluk materi seutuhnya..meskipun non spiritual dapat merasakan roso alus, akan tetapi roso tsb telah memadat didalam jantung, yang bukan lagi merupakan hal spiritual..begitupun juga dengan sukmo nyowo nya telah memadat dalam tulang2 tubuhnya..angen2 cipto budhinya pun memadat menjadi bagian dari otaknya..

Yang semi spiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka dan energi2 spiritualnya kian meredup/melemah..itulah diri2 yang bergerak menuju tertutupnya gerbang dimensi spiritual diri..

Yang menspiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka, dan itulah diri2 yang sedang menguatkan energi spiritualnya, serta berusaha membuka lebar2 gerbang spiritual dirinya..

Yang berspiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka, dan energi2 spiritual dirinya kian menguat yang berarti energi materi semakin meredup..itulah diri2 yang tidak mudah terpukau atau terikat pada keberadaan materi..

Materi itu apa2 yang digelar oleh pancaindra/roso kasar bukan ttg uang maupun harta benda : meskipun disebut kasar itu bukanlah hal yang buruk, karna alus kasarnya seperti tanah dan air ; bukan baik buruk tetapi luar dan dalam..

Bagi yang terpukau akan tertarik, dirinya terserap lalu akan terikat..tiada kemampuan diri untuk menggulungnya, maka akan selalu digelar olehnya meski dalam mati sekalipun berkeinginan untuk tetap menggelarnya..

mesmeric itu umumnya digunakan dalam hal hipnotis, sebab saat sudah terpukau/terlena hanya ada ketidakberdayaan..

Jadi besarnya energi, semakin menguatnya dimensi materi itu melemahkan dimensi spiritual dan mesmeric darinya akan menjadi semakin besar dan menguat.. menarik diri2 yang lemah spiritual.. bukan lemah iman toh dalam kamus bahasa jawa tidak ada istilah iman..

JEJAGADING (dimensional)
roso kasar menggelar dimensi materi (dunia/janaloka)
roso alus menggelar dimensi halus (endraloka)
roso luwih alus menggelar dimensi yang lebih halus (guruloka)
roso alusing alus menggelar dimensi pengeran (kajaten)

roso kasar itu dikuasai oleh angen2
roso alus itu dikuasi oleh cipto ripto
roso luwih alus itu dikuasai budhi
roso alusing alus itu dikuasai oleh leburing budhi
ada lebur nunggal ada lebur sirno dan ada nunggal pisah ada nunggal lebur..

Saling tarik menarik (mengikat/menyerap) dan saling tolak menolak adalah sifat energi/doyo
maka ketika spiritual melemah materipun menguat, kala roso alus menguat roso kasarpun melemah.. ketika dimensi materi meredup dimensi2 haluspun menguat dst...

Roso itu hal yang digunakan untuk merasakan, sehinggah ada 'yang dirasakan' , merasakan itu mengetahui jadi sebab mengetahui ada 'yang diketahui' maka yang tidak merasakan tidak turut mengetahui..

Jika didalam janaloka ada beragam kehidupan dari berbagai 'bongso' seperti : bongso uwit bongso sato bongso mino bongso iberan bongso manungso bongso gegremetan dst
didalam endralokapun ada berbagai bongso : seperti bongso siluman, memedhi, dedhemit, peri prayangan/putri kembang, bongso sarpo, lelembut dan juga bongso bethoro..
HYANG HONG WILA HENG
didalam guruloka ada bongso dewo bongso hyang bongso buddo jg bongso gusti...

Jadi segala roso itu dapat terhubung pada pengetahuan dari beragam bongso, dan terbentuknya kesadaran berasal dari jagating kaweruh..bukan jagating percoyo..kepercayaan itu dapat disebut 'keingintahuan' bukan 'pengetahuan' apalagi kebenaran..

OYOTING SPIRITIS
Tubuh yang tidak bergerak disebut 'meneng' didalam meneng pergerakan sekecil apapun akan nampak terlihat/diketahui, itulah mengapa wangwung/wungwang (kejernihan dlm cahaya) itu hanya dapat diketahui didalam kondisi diri yang 'meneng ing neng temenan' (meneng sing saktemene).

JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING LEMAH JOWO




The Gloryous


(Kemuliaan)

-sapodo podoning urip-
apa yang terjadi dengan tata bahasa indonesia?

mulia kemuliaan : adalah suatu keadaan/kondisi yang dianggap berharga, dapat melekat pada apapun dalam pandang anggapan, persamaan kosa katanya itu : aji

Aji berarti sesuatu yang berharga..
orang yang sedang kehausan akan menganggap air sebagai sesuatu yang berharga (mulia)
orang yang sedang kelaparan menjadikan makanan sebagai hal yang berharga (dimuliakan)
begitulah yang disebut mulia.. ...

Jadi kemuliaan (hal2 yang mulia) itu selalu berubah ubah..didalam pandang anggap kebutuhan, dan yang berharga itu tidak selalu air maupun makanan melainkan hal2 yang sedang dibutuhkan (diperlukan) .. jadi mulia itu bukanlah sifat karena memang tidak dapat menjadi tabiat/watak.. maka sifat mulia itu tidak benar2 ada.

mulia itu akan selalu melekat pada anggapan, meski ada yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang lebih mulia daripada makhluk2 yang lainnya..
bahkan lebih mulia dari binatang?
sedangkan kebanyakan manusia butuh makan daging, memangsa binatang, maka sudah semestinya binatang itu adalah sesuatu yang mulia..
binatang itu lebih mulia daripada manusia..

Akan tetapi manusia2 yang tersesat dalam kebodohannya itu akan selalu beranggapan bahwa binatang itu makhluk rendahan (hina).. meskipun banyak ada banyak binatang yang membantu manusia..itu karena tata bahasa indonesia menempatkan 'mulia' sebagai sifat, padahal itu adalah bentuk keadaan yang dapat melekat pada apapun dan berubah ubah..

AJI AJIAN
yang dapat diartikan : milikku yang berharga

segala hal yang dibutuhkan manusia itu Aji, dari air tetumbuhan dan juga binatang2..
Apakah yang membutuhkan itu lebih aji dari yang dibutuhkan?
maka jelaslah bahwa binatang itu lebih aji dari para manusia yang sedang membutuhkannya..

AKAL PIKIRAN
pada dasarnya tidak ada kaweruh jowo dalam hal tentang 'akal' maupun 'pikiran'
sebab kedua istilah tersebut berasal dari manca/asing atau disebut sebrang..

Makanya ada suro ada boyo : surodiro joyoningrat rat : tatkala suro itu berjaya takkan pernah menjadi wijaya..kejayaan yg tidak akan pernah menyebar pada yang lainnya, karna kejayaan suro akan selalu membawa/menyebabkan angkara yang selalu murka : dan murkanya angkara tidak selalu berupa kebengisan malapetaka kerusakan, tetapi murkanya angkara itu meredupnya cahaya belas kasih, jadi ketika suro itu berjaya maka hanya ada tindak2 kesewenangan, merajalela : tanpa ada belas kasih, tetapi akan menjadi sebaliknya tatkala boyo berjaya.. kejayaan boyo akan selalu menjadi wijoyo.. .

ANGEN ANGEN
angen-angen itu bukan berhayal/berandai andai bukan seperti angan2 dalam bahasa indonesia, angen2 itu ya pikiran

Kalau dalam istilah jawa ada angen2 ada cipto ada budhi
angen2 bersama engetan
cipto bersama ripto
sedangkan budhi berwujud tujuh rupa

Tertulis bahwa manusia itu lebih mulia sebab dibekali dengan akal pikiran dan merupakan makhluk yang sempurna..tapi pada kenyataannya orang2 yang mulia dan sempurna tsb banyak belajar pada tingkah laku berbagai macamnya binatang..
ketahuilah : bahwa kemuliaan itu bukanlah sifat

Baik manusia maupun binatang akan lebih menggunakan angen2 karena bongso janoloko (dunia) itu menggelar pancaindra yang dikuasai oleh angen2..
dan pada dasarnya semua binatang itu sudah sempurna dalam porsi jenis ragamnya masing2..jikalau belum sempurna , maka mereka akan terus berevolusi, meski binatang2 tidak dapat seperti manusia dalam banyak hal (wujud bentuk perbuatan) tapi kesempurnaan mereka banyak yang tidak dimiliki oleh para manusia, meski manusia memanfaatkan/membutuhkan binatang2, tetap saja menjadi sempurna sebab telah tertuliskan.
jadi dimanakah letak kemuliaan manusia atas binatang.. sedangkan binatang2 tersebut tidak membutuhkan manusia..

BONGSO JANOLOKO
yang artinya hidup2 yang menggelar pancaindra, hidup2 yang lebih tebal/kuat angen2nya daripada cipto budhinya.. jika dijaman purwo ada yang disebut rajanya binatang (raja pemangsa) dijaman sekarang manusia adalah rajanya segala binatang (raja pemangsa)
raja itu hanya punya kuasa kekuasaan : kewenangan, bukan menguasai (waseso)
meski pada dasarnya : semuanya sesama bongso itu bersaudara, tapi yang kuat yang kuasa akan selalu menindas yang lemah, energi yang besar selalu menindih/menutup energi2 yang lebih kecil..

TUNGGAL JAGAD
Didalam lingkar persaudaraan semesta

manusia dengan binatang itu saudara sesama bongso..
tunggal angen2 : sama2 menggelar pancaindra
tunggal raga : sama2 menyandang tubuh materi

Ada saudara tunggal ibu : yakni saudara kandung
ada saudara tunggal moho ibu : yakni saudara tunggal masa kelahiran, ialah semua kelahiran2 diwaktu yang sama dalam jagad dunia..
Ada saudara tunggal sang ibu : yakni saudara sesama hidup disebut saudara tunggal panunggal..

maka semuanya itu bersaudara bukan karena hal2 seperti profesi jabatan status apalagi agama..
semuanya terhubung dalam laras runuting jagad..tiada yang lebih tinggi maupun lebih rendah melainkan hanya frekuensi yang berbeda, tiada pula yang lebih mulia (jika masih sama2 membutuhkan)
jika manusia dengan binatang itu sejatinya bersaudara apalagi manusia dengan manusia...

Begitulah nunggal jagad nunggal urip dalam lingkar persaudaraan : sapodo podoning urip

JOYO JOYO WIJOYO
WONG TANAH JOWO




Kaalusan


(spiritualitas)

Berasal dari kata spirit yang berarti semangat/energi, itu merujuk pada istilah roh, menjadi rohani kerohanian adalah serapan dari bahasa asing rohman rohim rohul ruhul... .sedangkan dalam istilah jawa ada sukmo, tapi spiritual tidak hanya tentang sukmo, yakni mencakup tentang kehidupan didalam..

Sebab dari mana bahasa istilah itu berasal maka dari situlah bermula pengetahuannya, tapi dari segi frasa bahasa penggunaan kata roh lebih baik drpd sukmo, seperti roh binatang & sukmo binatang...

Spiritual itu dapat dipercaya dan dipahami tapi hanya dengan mempercayai itu tidak akan dapat merubah kesadaran, membaca dan berdoapun tidak dapat merubahnya..meningkatnya/ berubah/ berkembang/ evolusinya kesadaran itu disebabkan oleh pengalaman² yakni mengalami atau sudah merasakan, begitulah berubahnya sudut pandang diri atas kehidupan.

Didalam setiap kesadaran selalu ada kecerdasan tetapi di setiap kecerdasan tidak selalu ada kesadaran

Spiritual itu hampir sama dengan tahayul/fantasi...sebab ada trik sulap dan ada keajaiban (refleksi spiritual)..ada rekayasa ada kebetulan (ketepatan)

TUBUH HALUS (awak alus)
Didalam raga itu ada sukmo (tubuh hewani) didalam sukmo itu badan (tubuh mineral) didalam badan itu nyowo (tubuh nabati) didalam nyowo itu jiwo (tubuh energi)

Raga = tubuh kasar, tubuh materi disebut juga jasad

Jiwo roso urip itulah dhiri..
Jika jalan pernafasan itu berhubungan atau mempengaruhi kondisi raga, semedi itu berhubungan dengan jiwa, topobroto berhubungan dengan badan nyowo, manekung/meditasi itu berhubungan dengan sukmo..

Dalam setiap raga selalu ada sukmo tapi disetiap sukmo tidak selalu ada raga dalam setiap badan itu selalu ada nyowo tapi tidak semua nyowo ada badan dalam setiap nyowo selalu ada jiwo tapi tidak semua jiwo ada nyowoe..jadi ada hidup² tak berjasad yang bertubuh hewani, ada dhiri² bertubuh mineral juga nabati, serta hidup² bertubuh energi..

Pengendapan² dari energi spiritual itu dapat mempengaruhi dimensi materi (dunia) 

Dari dimensi tubuh hewani yang mengendapkan darah dan daging, energi dimensi tubuh mineral yang mengendapkan tanah dan air, dari dimensi tubuh nabati mengendapkan pepohonan dan tetumbuhan, dari dimensi jiwa tergelar kehidupan.

DALAM SEJARAH
Revolusi itu selalu ada dibawah setiap kepemimpinan, dan tidak sedikit nama² tokoh sejarah tapi sebenarnya fiktif, artinya tidak pernah ada dalam garis sejarah begitulah fantasi yang dipopulerkan demi untuk sebuah kepentingan...

Itu bermula dijaman firaun mesir ialah akhenaten yang menyatakan hanya ada satu tuhan yaitu dewa aten, akhenaten yang materialistis itu memonotheisme tradisi² kuno sebut saja pagan, meniadakan keberadaan dewa² yang lainnya, tradisi² kuno mengalami pembaruhan artinya kemrosotan spiritual, sehingga dimensi spiritual berangsur.angsur melemah, gerbang² nya kian menutup, dan dimensi materi makin menguat.. maka monotheisme itu cenderung kearah materialitas...

Kemudian dilanjut oleh pangeran musa/mousos, lalu nabi2 kaum yahudi pada jaman bapa berlanjut dijaman putra oleh yesus kristus, berlanjut jaman roh kudus : banyak bermunculan nabi2 pahlawan monotheisme...
sehingga kini dijaman moderen : gerbang² dimensi spiritual dipenjuru bumi sudah banyak yang tertutup..
meski sejarah kuno jawa maupun spiritual jawa tidak ada hubungannya dengan itu semua, tapi gerak pelemahan² dimensi spiritual itu pada akhirnya masuk ke tanah jawa

Dijaman kuno merupakan hal yang biasa orang² jawa melihat makhluk halus, berhubungan/berkomunikasi dengan diri² tak berjasad itu hal yang wajar..meski berada pada tingkatannya masing2, karena memang tingkat kecerdasannya yang tidak sama begitupun juga dengan tingkat kesadarannya...kecerdasan² tak berjasad kian menghilang, seperti pemancar gelombang sinyal yang besar dan kuat itu menindih dan menutup serta mengganggu sinyal² yang lainnya...sehingga meski dapat terhubung tapi tidak begitu jelas hanya terlihat samar, mimpi² dalam tidurpun menjadi kacau dan aneh, sulit dimengerti, itulah mengapa realita keajaiban² yang dulu pernah ada, sekarang menjadi sebuah dongeng kiasan..

dikenal dengan sebutan wong ngerti, wong linuwih, wong alus, wong sekti dll...itu artinya leluhur bangsa jawa itu bukan orang biasa dan memang bukan wong alim apalagi wong cino...

CERMIN PANTULAN
Jika ada goresan disini maka disanapun ada goresan
Jika disini ada titik disanapun juga ada titik
Begitulah sangkan paran (sana sini sini sana sama saja)

Seperti dunia parallel, ada kehidupan didimensi lain yang seperti disini..
Seperti berada didepan cermin (toreh hitam disini membuat toreh hitam didalam cermin)

Perasaan² itu terjadi juga dirasakan semasa hidup di dunia dan itulah yang akan menciptakan kondisi hidup setelah meninggalkan dunia, maka pembaruan² rasa hidup itu diperlukan untuk merubah kondisi diri yang lebih baik dalam dimensi spiritualnya...
bukan perbuatan baik bukan pula perbuatan buruk tidak juga tuhan yang akan memberikan surga neraka, tetapi rasa diri yang dirasakan (ditorehkan) itulah yang akan menciptakan surga neraka...

Istilah rosojati itu tidak ada dalam liturgi bahasa maupun budaya manapun, mengapa itu hanya ada ditanah jowo.... melihat betapa pentingnya hal tentang roso, bahkan didalam kesadaranpun ada rasa sadar.... meski dijaman sekarang hal roso sudah dimaterialkan, dimasukkan kedalam bagian dunia (refleksi otak dll).... tapi ketahuilah bahwa rasa duka rasa bahagia rasa diri rasa hidup itu tidak mewujud didunia tidak menjelma dalam dimensi materi, tetapi hanya akan memantul dan menggoreskan garis kondisi yang akan tersingkap disaat dimensi materi itu memudar...

JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING TANAH JOWO




Gelar Gulung


GELAR GULUNG
gelar yang bukan gelar jabatan bukan gulung seperti gulungan
anggelar lan anggulung itu seperti membuka dan menutup juga seperti menghidupkan dan mematikan.. ini salah satu istilah jawa yang tidak dapat ditemukan frasa bahasanya di dalam bahasa indonesia...
tidak seperti menggelar menggulung tikar bukan seperti itu..

.setiap ada yang digelar akan ada yang digulung begitu juga sebaliknya..

sedangkan dimensi dunia atau jagad materi itu adalah apa yang digelar oleh pancaindra
yakni diadakan oleh pancaindra ; pancaindra itu jagad cilik dan dunia itu jagad gede

ADAnya jagad gede itu karena ADAnya jagad cilik
TIADAnya jagad gede itu karena TIADAnya jagad cilik
tapi KEJADIAN ada dan tiada NYA itu BARENG/bersamaan

jadi kalau pancaindra tiada maka duniapun tiada...seperti tiadanya bentuk rupa warna ketika penglihatan itu rusak....bentuk rupa itu ada karena ADAnya penglihatan...jadi jagad bentuk rupa warna itu digelar oleh penglihatan
penglihatan = jagad cilik
bentuk rupa = jagad gede
jagad gede iku terusane jagad cilik

GETHER
itu hanyalah energi dan getaran sedangkan didalam kesejatian itu adalah suatu keselarasan (frekuensi) .. energi tersebut tergelar menjadi sesuatu/berubah menjadi energi yang bergerak (doyo urip).. kemudian menggelar/menjadikan getarannya bergerak (berfrekuensi)... jika pendengaran menggelar suara penglihatan menggelar bentuk rupa...begitulah adanya doyo urip menggetarkan getarannya..

istilah atau gagasan 'tuhan menciptakan dunia' itu sebenarnya tidak benar..begitulah pandangan materialisme.. sebab yang mengADAkan jagad dunia itu pancaindra bukan tuhan... begitu juga dengan jagad2 dimensi lainnya... yang mengADAkannya itu urip menggunakan doyo urip...

.disetiap frekuensi selalu terdapat getaran tp tidak semua getaran itu berfrekuensi

.sedangkan pada setiap energi selalu ada getaran juga sebaliknya.. keduanya itu seperti sebab akibat (satu tapi dua rupa)

itu adalah sesuatu yang sama yakni energi dan getaran tapi doyo urip yang berbeda membuatnya terangkai menjadi hal2 yang berbeda... menjadi bentuk rupa warna cahaya karena penglihatan...menjadi suara menjadi bebauan dst karena perbedaan doyo urip... .
menjadi apapun itu bergantung pada doyo urip... jadi jagad dunia atau dunia ini bisa disebut getarane poncodriyo...

-bentuk rupa warna 
-suara
-bebauan
-panas dingin lembut kasab
-manis asin pahit 

itulah lima hal yang dalam kesatuannya disebut dunia atau jejagating poncodriyo... .

MANIFESTASI
jadi ketika rasa duka kesedihan/susah sumusah itu lebih besar daripada rasa bungah/riang gembira maka jagad kaswargan/dimensi surga itu sulit ditemukan yang artinya diri tidak dapat mengalaminya..

.awang uwung kang tanpo wates ; artinya ruang energi tanpa batas yang meliputi segalanya...

jika jagad dunia itu perwujutan dari pancaindra maka jagad surga itu perwujutan dari rasa bahagia dan jagad neraka itu perwujutan dari rasa duka.. .

memang sulit untuk diterima karna masih terpaku pada ruang keberadaan surga seperti pada umumnya hal yang sudah beredar (gagasan yg sudah populer)

hal dunia saja sudah jelas: ketika orang sedang sakit indranya melemah : makanan enak pun menjadi gk enak dan menjadi enak jika dimakan oleh orang yang sehat.... .itulah mengapa kesedihan tidak dapat melihat dan menemukan surga.. .diri2 yang penuh dg rasa sedih hanya akan menggelar keberadaan neraka...

beda dengan rasaning raga/pancadriya, rasaning perasaan itu hal tentang jiwa tidak rusak tapi dapat berubah.. .

sebut saja rasa kaswargan ; gembira - cinta - berani
sebut saja rasa kanerakan ; sedih - benci - takut

jadi jagad surga neraka itu bukan pemberian bukan pula harap keinginan bukan hukuman juga bukan balasan masa depan... melainkan hal yang digelar oleh rasa diri ; rasaning perasaan...

jika penglihatan itu dapat mewujutkan bentuk rupa warna maka rasa perasaan itu dapat mewujutkan sesuatu yang berselaras dengannya.. maka rasa kesadaran itupun juga dapat mewujutkan dan merangkai kekosongan tak berwujud menjadi isi yang dapat dialami... maka tajamnya visi atau visualisasi yakni 'cipto' itu dapat mewujutkan yang tak berbentuk menjadi sesuatu yang terbentuk...

.sebab doyo urip itu mampu menggetarkan awang uwung kang tanpo wates... .

.didalam frekuensi yang sama itu adalah pancar gelombang keselarasan

dan jiwa2 materi diri2 materi kesadaran2 materi itu tidak dapat menggetarkan awang uwung melainkan hanya dapat mengubah hal2 yang bersifat material (yg nampak yg tersentuh dst)

API SPIRITUAL
itu nyala api didalam diri bukan panas tubuh bukan api didalam tubuh... selama api itu tetap menyala diri/aku tidak mengalami proses pembekuan (menjadi materi)
mungkin ada yang menyebutnya : api penyucian tapi bukan itu... .api penyucian itu kremasi/pati obong... .api penyucian itu juga bukan penebusan, tetapi menjadi jalan reinkarnasi...

Api Abadi
begitulah sandi untuk tetap menjaga api dalam diri itu tidak padam.. tetap menyala meski semuanya telah padam dan membeku... 

YO NGGELAR YO NGGULUNG
itu seperti membuka dan menutup mata
begitu juga dengan keberadaan surga neraka
surga digelar neraka tergulung
neraka digelar surga tergulung
apapun itu entah "kedamaian" yang dicari atau "ketenangan" tetap saja disebut merasakan.. yang artinya menggelarnya (mengADAkannya)

diri itu yang menggelar bukan yang digelar oleh keadaan (ruang keberadaan)
makanya ada yang disebut waseso .. yang berarti diri menguasai bukan dikuasai, menggelar bukan digelar, mengadakan bukan diadakan... dst

.damai tenang nyaman dst itu bukan bagian dari dunia tetapi itu "rasa diri" bukan materi bukan isi dunia, tidak ada didalam dunia dan pancaindrapun tidak mengerti tentangnya...

.itu nyala energi (kekuatannya) sebab sudah melemah makanya sulit menjadi terang sulit untuk ditemukan..

sebab rasa kanerakan lebih sering digelar dinyalakan oleh diri.. maka rasa kaswargan mulai melemah dan meredup

ketika didayagunakan itu akan menguatkan
tidak didayagunakan maka itu melemahkan

semuanya ya segala sesuatu itu adalah energi
yang tersusun selaras dalam frekuensinya masing2
yang tergelar dan yang tergulung menjadi ada dan tiada
A menjadi huruf A disebut A bermakna A adalah garis2 yang disusun dirangkai sedemikian rupa..dan dengan garis yang sama tersusun menjadi B mnjdi C dst....

jadi jagat itu adalah apa yang digelar oleh hidup.
. jagat itu tidak menggelar hidup.. jagat itu ruang lingkup yang digelar.. sedangkan hidup itu adalah yang menggelar.. dengan pancaindra menggelar alam dunia.. dengan rasa kaswargan menggelar alam surga.. dengan kedukaan menggelar alam neraka.. dengan rasa damai menggelar kedamaian dengan rasa tenang menggelar ketenangan dst.... .

TRILOKA : JANOLOKO - ENDROLOKO - GURULOKO

JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO BONGSO NIRWONO




Wewaran

PAWEDARAN


tak mbabar nganggo bosone dewe sakpenak,e dewe
AKU hiyo urip mung isih akeh urip2 sakliyane AKU
yen AKU ono urip hiyo ono, AKU raiso mati hiyo tanpo pati
AKU lan urip kaaran dhiri, AKU dudu sebutan dudu pengakuan tanpo diaku tetep ono, onoe AKU bareng karo onoe roso mulo kaaran tritunggal..
Sing mati2 kae dudu AKU nanging urip2 sing tanpo AKU
saben ono AKU mesti ono urip mung ora saben urip ono AKU

AKU bungah artine AKU urip nganggo roso bungah AKU dhemen artine AKU urip nganggo roso dhemen.. AKU hiyo wus mesti sadar yen ora sadar iku dudu AKU, dadi ora ono kesadaran sing tanpo aku.. 
saben ono kesadaran mesti bareng onoe AKU, mung ora kabeh urip ono kesadarane..
AKU hiyo sing nggelar jagad dudu jagad sing nggelar AKU, AKU ora digelar dening jagad.. .rerupan iki ilang yen pandulu tak gulung..
dadi jagate rerupan ginelar dening pandulu, onoe rerupan mergo onoe pandulu mung kedadian onoe mau bareng..pandulu hiyo rosoe pandulu ; ndulu, AKU sing nggunakno rosoe pandulu nggelar jagad rerupan.. .

SADAR NYADARI KESADARAN

Saben ono sadar mesti ono weruh mung ora saben weruh ono kesadarane, dene saben kesadaran iku wus mesti ono rosone, mulo njur ono sing kaaran wikan hiyo ngawikani, sing artine AKU nyakseni, nyekseni sworo hiyo nganggo pangrungu, nyekseni rerupan hiyo nganggo pandulu.. .
AKU dudu rogo dudu sukmo ora nyowo dudu badan jiwo roso mung AKU iso dadi iku mau kabeh.. .
dene AKU kang sejati hiyoiku INGSUN, INGSUN hiyo kahanan jati ora ono kahanan maneh amung INGSUN kang ono.. .

AKU hiyo dewo tegese AKU urip nganggo rosoing bongso dewo
AKU hiyo hyang hiyo budho hiyo gusti tegese AKU urip nganggo rosoe kabeh bongso mau iku kabeh.. .
dudu mergo nganggo pakartine bongso dewo AKU dadi dewo nanging mung mergo nganggo rosoing poro dewo.. .

AKU dudu angen2 dudu cipto ripto hiyo dudu budhi nanging AKU iso nganggo iku mau kabeh.. .AKU dudu bungah dudu susah dudu dhemen po gething mung iso migunakno iku mau kabeh.. .hiyo AKU sing agawe bebungah anggelar roso bungah, dudu bebungah sing nggelar AKU.. .
nanging pakulinan iku lirkadiyo urip ; biso mlaku karepe dewe
dadi ono bebungah2 ono susah sumusah sing urip nggelar dewe mergo wus dadi pakulinan , mulo njur kaaran watek.. .
Yen kaswargan ginelar dening bebungah, kanerakan ginelar dening kasusahan, dudu swargo nggelar bebungah dudu naroko nggelar sumusah..
podo koyo dudu rerupan sing nggelar pandulu, mulo mergo AKU sing nggelar hiyo AKU sing ngrasakno AKU sing weruh lan sadar.. .

DENE WONG JOWO ANGGELAR NIRWONO
JOYO JOYO WASKITO TANAH JOWO




Spirit Of Java

SPIRITUAL OF JAVA


Ingdalem sajeroing meneng
ateges ora obah rogone lan angolah doyo
Ning Neng Nung Nang Nong
Olehe meneng klawan niteni lan ngrasakno melbu metune udara (ambegan)
angen angene hiyo tumuju marang ambegane
hiyo iku arane 'olah napas'
ndayani marang ubengane bayu sajeroing rogo..
dene angen2 kang dadi pakertine.

Panekungan

Olehe meneng klawan niteni unsur kang ono ing sajeroing rogo (banyu..lemah..geni..udara) ugo ngrasakno anane unsur mau, hiyo sing mgawujud rupo isen2e rogo ; awit jantung, ginjel, getih, lambung, ati, paru2 isp.. lan ugo ngrasakno doyoe kyo adem panas padhang petheng.. ng kunu angen2 dalah ciptone katujukno marang sawijine doyo lan unsur2 mau, yoiku kang aran 'manekung'
kang ateges 'nekung; musatno'
dene ambegane ora dirasakno, ateges ndayani marang isen2 sajeroing rogo, nganti ambegane dadi ambegan manekung, menowo ora mangkono arane olah napas, mergo tumujue/pamusate marang ambegan hiyo cipto ripto kang dadi pakertine.. dene parane panekungan iku 'kawisesan' ateges 'penguwasaan'

Hastobroto (wolung laku topo)

Ing sajeroing meneng, ngrasakno lan anyerot doyoing bawono, kang arupo wolung perkoro (bumi..gunung..angin..segoro..lintang..mbulan..srengenge..angkoso)
.bumi teles bumi garing..gunung urip gunung mati..angin nggebes angin lirih..segoro butheg segoro bening kaserot doyone
.doyo getare lintang doyo ademing mbulan doyo panase srengenge lan gethering angkoso
hiyoiku badan sing dienggo anyerot doyone..
kaaran topobrotoing bumi nalikane meneng anyerot doyoing bumi, dene ambegane ora dititeni amung niti ngrasakno panyerotane, nganti ambegane dadi ambegan topo, yen niteni lumakune udara sing melbu metu.. iku arane olah napas
hiyo karso kang dadi pakertine.. dene parane hastobroto iku 'kadigdayan' ateges 'digdoyo'

Panglereman

Ingdalem sajeroing meneng, cipto ripto kaleremake
dadi ngrasakno lereming cipto, dene cipto iku hiyo pamikir mung ono gambare, dene angen2 iku yo pamikir (raos), tapi ora ono gambare..
yoiku ngeningno cipto, ateges kbeh doyo ditujuno kanggo nglerem obahe panggraito ugo panggagas..
ora nuju marang ambegan..njur nganti ambegane dadi ambegan hening, mergo katut marang lereming cipto.. ora murih heninge ambegan..
nalikane ciptone biso lerem nang kunu sukmoe semedi, tambah lerem dadi tambah tenange, olehe tenang temenan, yoiku 'kaheningan'
tambh hening dadi tmbh alus sukmoe, ategs tambah kamurniane, hiyo murni teko wuwulan yoiku doyo2 wuwulane sukmo, nalikane sukmo anggelar rogo.. mulo uwonge diarani kawulo, amergo kawuwulan sapirang pirang doyo.. doyo" kang ngawuwuli sukmo hiyo ngawuwuli jiwo..
njur nganti biso tekan ing wijine sukmo yoiku sing diarani 'sukmo kawekas' mulane njur diarani ingkang amurbo masesa.. amergo hiyo biso dadi sakciptone.. dene cipto iku biso nukmo (mujud).
Ingdalem sakjeroing meneng ngenebno rahso
yoiku aluse kekarepan, rupo wujute enem pangroso (dhemen gething bungah susah wedi wani) iku kaenebake, kabeh doyo ditujuno kanggo ngenebno rahso, nganti raono rahso sing kumambang.. yoiku sg diarani 'anteng'
olehe anteng temenan yoiku sg diarani 'kaweningan' jagad wung wang sing kagelar.. yoiku sangkane kabeh kaweruh, dadi asale ono opo sing diarani uwit kayu sejati, soyo wening rahsoe sangsoyo salin jiwoe, dadi tambah alus tambah alusan maneh nganti tumeko alusing alus.

NGGELAR NGGULUNG

Urip iku nggelar jagad, jagad iku sing digelar, dudu swalike : jagad nggelar urip..

Menengno Rogo

Kang ateges nggulung poncodriyo, yoiku limang indriyo (pandulu..pangrungu..pangecap..pangambu..panggepok)
makartine pandulu iku nggelar jagad rerupan
makartine pangrungu nggelar jagad sworo
makartine pangambu nggelar jagating gegandhan
makartine pangecap nggelar rasaning ilat
dene gatel keri alus kasab kagelar dening panggepok
angen angen iku sing dadi ratune poncodriyo ateges mengku nguwasai..

Nggulung Pandulu

ateges ora makartino hiyo ora nggelar rerupan, digulung nuju lereming pandulu.. ono ing lereme pandulu thukul 'alusing pandulu' yoiku kayektene paningal, mulo njur ono sing diarani waskitoning nolo, yoiku dununge uwong biso dadi dewo biso dadi hyang..

Nggulung Pangrungu

ateges agawe lereming pangrungu, sworo" ora kagelar, mergo pangrungune digulung.. ning kunu, awit thukul 'alusing pangrungu' njur dumunung ono ing alusing sworo, hiyo sworo njero sing biso nyirep sworo njobo, mulo njur biso thukul prabowo, tanggep ing sasmito hiyo dadi landhep panggraitone..

Nggulung Pangambu

ateges nyirep kang ndadekake lereming pangambu, rosoing pangambu ora dienggo, dadine jagating gegandhan ora kagelar, ning kunu awit thukul 'alusing pangambu' dene bangsane gegandhan kyo wangi anyir isp kagulung, awit dumunung ono ing kaalusan, ngirup kamurniane gegandhan yoiku 'gondho sari' iku sing dadi panguwating cipto.. hiyo iku bakale sing biso mujudno opo sing dituju..
amergo iku sing dadi larasing sedyo ingkang nuju ing pinuju.. 

Nggulung Pangecap

ateges ngleremno ora makartino rosoing ilat, ono ing lereme pangecap thukul kaalusane, njur awit dumunung ono ing aluse rosoing ilat, klawan necep lembuting sari" kang dadi pikuwating karso, dene karso iku bedo kro karep, yen karep iku pinuju ing arep, karso iku sadurunge pinuju arep.. mung kekarone aran pepinginan.. dadi karso iku alusing kekarepan..

Nggulung Panggepok

ateges ora digunakno, ora ginelar ora makarti.. ono ing ora makartine panggepok, awit thukul kaalusane, yoiku awak alus, awak sing ora nggelar adem panas gatel keri isp.. dene awak alus iki dudu alusing pangrungu pandulu pangecap pangambu, yoiku awak ingkang sayekti, awak kang wekasane biso dadi pambuka opo kang sinedyo..

Nggulung poncodriyo Nggelar aluse

-Podo kyo ambegan, tanpo disejo mlaku dewe, poncodriyo ora digelar, nggelar dewe, mangkono iku gumantung sing mengku, ateges opo jare angen angene, yen kerep dilatih yo sangsoyo biso..
-Iku dudu kodrat nanging pakulinan sing ws turun temurun..
-Dadi menenge poncodriyo nuwuhno alusing poncodriyo, mulo kaaran dosondriyo, dene angen angene hiyo dadi ratuning dosondriyo, wis ora ponco maneh..
Menengno rogo Ngeningno cipto Ngenebno rahso Ngolah roso yoiku kang aran samadhi, olehe biso meneng ING NENG temenan, yoiku 'mahening suci'

JOYO JOYO WIJOYO
DIGDOYO WASKITO TANAH JOWO





Karep Lan Kekarepan

KAREP KEKAREPAN


Adalah yang biasa disebut keinginan
bahwa setiap keinginan itu ada rasa nya
rasa tsb lah yang dinamakan dengan rahso.
ingin A B C dan seterusnya itu sama saja
ingin yang baik ingin yang buruk ingin apapun selalu ada rahso.

Keinginan disebut KAREP (pinuju ing arep), yang ditimbulkan oleh rahso
karep apapun tidak ada yang salah, karep apik olo becik mrono mrene sama saja yang berarti pinuju ing arep.

MAMPU KEMAMPUAN

Yang berarti sanggup/bisa
ketika karep melebihi/diatas kemampuan maka hal tsb hanya akan menyakiti, kemampuan harusnya sepadan dengan karep, agar karep dapat tercapai (terpenuhi).
entah itu kemampuan fisik mental spirit non fisik dll yang memang harus sepadan dengan karep, tapi karna banyak karep yang lebih besar dibanding kemampuan maka terjadi lebih banyak kekecewaan (mengalami derita).
lebih banyak karep dengan tanpa diimbangi banyaknya kemampuan sehinggah lebih banyak menuai duka derita.

WAHANA

Sudah merupakan hal yang lumrah bagi pemahaman 'jika berbuat buruk akan masuk neraka' juga sebaliknya 'jika berbuat baik akan masuk surga'
sebenarnya tidak sprt itu..
perbuatan buruk (merugikn yang lain) itu dilakukan karna seseorng berada didalam neraka, bukan utk/akan masuk neraka, tetapi karena diri yang sedang berada didalam neraka; yang tergelar oleh rasa" neraka; panas sumpek petheng gething dll..sehinggah pikiran buruk pikiran kacau perbuatan buruk itu terjadi..
Sedangkn yang berada didalam surga tidak akan mampu untuk berbuat buruk maupun berkeinginan buruk, jadi seseorng berbuat baik tidak akan masuk surga, karena sedang berada didalam surga; yang tergelar oleh rasa" surgawi; bungah sumringah dhemen dll, sehinggah pikiran baik pikiran nyaman perbuatan burukpun tidak tetjadi.
meski begitu ada baik buruk yang diperbuat karena terpaksa, hal yang berlawanan/bertentangan dengan dirinya sendiri.

PADHANG PETHENG

Rasa" neraka selalu diikuti dengan pikiran" gelap (angen2 petheng), hinggah tak mampu melihat cahaya terang, juga sebaliknya angen2 padhang itu teriringi oleh rasa" surgawi, menjadikan pepethenge angen2 tersinari.

TRILOKA

janaloka-endraloka-guruloka

Adalah kesatuan dari tiga dimensi
didalam janaloka ada surga neraka (siksa nikmat ragawi)
didalam endraloka ada surga neraka (duka bahagia rasa perasaan)
didalam guruloka tidak ada surga neraka tapi hanya ada nirwana

didalam pandangan ragawi rasa perasaan itu tidak nyata, karena bagi pancaindra yang ada hanyalah dunia (apapun yg digelar oleh pancaindra) seperti halnya dalam pandangan energi bentuk rupa suara & semua yang digelar oleh pancaindra itu tidak ada, yang ada hanyalah energi & gerak yang saling terhubung pada frekuensinya masing"

TANPA SPIRITUAL

Dalam pandangan diri2 tanpa spiritual, kenyataan sejati adalah dunia ini (materi), rasa perasaan keinginan hanyalah buah dari pikiran, pikiran itu kinerja otak yang ada didalam kepala/materi..dan saat dimensi spiritual itu benar2 telah memadat; kesadaran dirinya pun turut terpadatkan hinggah menjadi materi maka dimensi spiritualpun lenyap darinya (tidak ada).

MATERIALISME

Itulah mengapa dijaman sekarang yg aneh yg ajaib yg diluar nalar sulit ditemukan/terjadi, karena diri2 materi memang tidak dapat terhubung dengan dimensi spiritual, kebanyakan yang terjadi hanya tipuan saja sprt para pemain sulap..
banyak kisah2 ajaib nan mistik tersamarkan, menjadi mitos jika tidak dapat dinalar logika, dan untuk mensejarah.kannya hal2 tsb dianalogika.kan..sehinggah tidak ada sejarah spiritual selain hanya tinggal sejarah2 materialisme.
peradaban2 mistik banyak yang hilang..menjadi peradaban moderen tanpa spirit..
meski begitu ada spiritual ada khayalan ada halusinasi..sebab ada moyo nyoto sejati..

MISTIK

Secra harfiah berarti rahasia, bukan angker maupun seram, hanya saja tidak mudah ditemukan, yang dalam bhs jawa disebut ALUS..tetapi bukan bermakna sprt halus dalam bhs.indonesia
bukan juga gaib karna gaib goib itu istilah serapan dari bhs asing..
jadi kaweruh jowo itu tidak bersentuhan dengan yang namanya gaib..

SYAITON (bisik keburukan)

entah itu makhluk jahat yang terbuat dari api
entah itu sosok yang ditugaskan utk menggoda manusia pd keburukan
entah itu hnya dorongan untuk berbuat buruk
entah itu yang tercipta agar manusia masuk neraka
akan tetapi didalam paham spiritual Wong tanah Jowo, syaiton itu tidak ada, orang berkeinginan buruk jahat itu karena dirinya berada didalam neraka, baik itu neraka janaloka maupun neraka endraloka..dan karna jiwo2 bongso neroko memang tidak berselaras dengan sing adem2 ugo sing padhang2..
itulah mengapa perintah berbuat baik larangan berbuat buruk tidak diperlukan, sebab diri yang telah baik tidak berbuat jahat & diri yang buruk tidak mampu berbuat baik..dan keterpaksaan itu menipu diri sendiri, karna bukan berasal dari kesadaran..meski begitu dengan secara terus menerus dalam paksaan itu akan dapat merubah kesadaran..karna perubahan berawal dari kebiasaan..

TOLAK UKUR

Kebaikan itu artinya bermanfaat bagi yg lain, keburukan itu artinya merugikan yg lain..maka baik untukku tdk sllu baik buatmu krn kebergunaan yg berbeda beda & kondisi yg tdk sama..
seorng petani mmbutuhkn cangkul tp seorang nelayan mmbutuhkn jaring.
salah benar tdk berhubungn dg baik buruk, krn ada kebaikan tp salah ada keburukan tp benar, benar brrt tepat salah artiny tdk tepat..didlm spiritualnya semua kebaikan itu adem..semua keburukan itu panas..semua kebenaran itu padhang..semua kesalahan itu petheng..tp adem panas padhang petheng yg bukn sprt gelaran pancaindra (cuaca siang malam)

KEBERADAAN

Keberadaan spiritual itu nyata sprt halnya kenyataan adanya suara oleh pendengaran..surga neraka didlm endraloka itu nyata, bukn sekedar perasaan, tp perasaan itulh yg menggelar jagad surga neraka, hnya saja tdk begitu jelas, krn masih tertutup oleh janaloka yg digelar oleh pancaindra..
omong kosong materialisme menytakn itu cm perasaan yg dtg dr pikiran, dan pikiran itu kinerja otak, sehinggh perlahan lahan mmbuat dimensi spiritualny semakin memadat..bukn sbb pernyataan, tp perubahan atas kesadaran diriny itulh yg memadatkn dimensi spiritual dirinya..
yg dpt membuat jiwa nyawa sukma hidupny memadat jd bentuk materi, hinggh seutuhny mnjdi makhluk materi tanpa dpt berevolusi jiwa hidupny..mk jika syaiton itu ada, suara2 materialisme itulh yg lebih tepat disebut bisikan syaiton, yg mmbuat jiwa hidup manusia tdk dpt berevolusi, yg mmbuat dimensi spiritual kian memadat..
keberadaan itu adl wujud kesadaran dirinya..kesadaran diri dr dimensinya masing"

JOYO JOYO WIJOYO
MISTIK SPIRITUAL TANAH JOWO





Wasonoing Urip


WASONO ING URIP


Ada ungkapan 'narimo ing pandum' yang berarti 'menerima jatahnya' secara singkat dapat diartikan menerima takdirnya, garis ² yang telah digoreskan untuknya.. .
Yaitu menerima apapun yang telah terjadi atau apa² yang menimpa diri

LEGOWO

yang berarti Cita Kepuasaan, dari apapun hasil yang telah dilakukan, entah itu sesuai keiinginan ataupun tidak sesuai, tetap merasakan suka cita tanpa kecewa ataupun kesedihan
Legowo itu bukan pasrah bukan berserah bukan mutlak menerima secara totalitas, tetapi rasa kepuasan terhadap apa yang terjadi menimpa diri, akibat dari apa² yang telah dikerjakn.. .
Legowo itu tidak memutus keinginan tidak mengendurkan hasrat maupun tekad, juga tanpa keputus asaan..
Legowo itu adalah bentuk kesadaran nirwono, yang tanpa kedukaan tanpa gelapnya angan pikiran juga tanpa panasnya api kekecewaan..
Legowo itu rosoing lego, bukan wujud dari pemikiran maupun ingatan.. .melainkan seperti rasa meneguk air saat kehausan. ..

Meski keinginan itu tidak tercapai rosoing lego tetap dirasakan.. sebab doyo urupe lebih besar daripada rasa duka.. Dan juga sebaliknya meski keinginan itu tercapai rasa kedukaan it masih tetap dirasakan sebab besarnya doyo urupe susah. .

NARIMO ING PANDUM


Mau tak mau apa yang sudah terjadi itu menjadi
diterima atau tidak tetap saja dihadapi
senang ataupun sedih itu sudah menimpa
Menerima jatah dari apa² yang sudah dibagikan, itu disebut kepasrahan atau memutus hasrat keinginan : ini jatah mu itu bagian mu inilah garismu
sedangkan dalam kenyataan hidup 'kemampuan menuntut tercapainya keinginan' meski terkadang faktor keberuntungan turut menyertai.. .
Jadi lebih besarnya kemampuan dapat menggapai besarnya keinginan..
Secara filosofi diharuskan untukk menerima apa² yang terjadi karena itu sudah takaran dari jatah yang sudah dibagikan/ditentukan untuknya.. .
Secara kesadaran, pembagian dari sang kebijaksanaan akan selalu menuai tentram kenyamanan tanpa adanya penolakan (kecewa tdk dpt menerima/mengembanny)... .
Akan tetapi dalam Kawruh Jowo itu tidak ada pandum (jatah) sebab kemampuan dapat mewujudkan keinginan.. .

Roso Rosoing Ngrasakno


Meneng obah mangan turu ngombe mlaku mandeg.. kabeh² tetep ono rosone, hiyo ngertine mergo dirasakno, wong mangan iku ngerti yen deweke lagi mangan mergo ngrasakno panganan sing dipangan..ing saknjeroing weruh olehe mangan utowo meruhi olehe mangan yoiku kesadaran lagi mangan.. .yen tanpo meruhi olehe mangan berarti saradan (berbuat tnp kesadaran).. 
Amargo ora ngroso yen lagi mangan mulo ora ono 'kesadaran' lagi mangan..

BONGSO NIRWONO


Yakni hidup² yang berjiwa dasar legowo, sehinggah dapat menikmati warna kehidupan, menyukai apa² yang menimpa diri, mengerti akan buah perbuatan (uwohing pakarti), segelap gelapnya jalanpun menjadi terang, memanasnya api tak dapat membakarnya, dalam diam dalam gerak dalam pemikiran dalam hidup yang selalu dinikmati ditiap detik²nya..

Menatap masa 'sekarang' saat ini dan disini untuk selama lamanya.. .
Bukan hanya yang sesuai keinginan bukan cuma yang dianggap kesenangan tapi sebaliknya apapun itu selalu saja dapat dinikmati dengan suka cita.. itulah mengapa disebut sarwo seneng sarwo lego edi kang tinompo..

JOYO JOYO WIJOYO 
GEMAH RIPO TANAH JOWO





Roso Rasaning Manungso

RASAKNO RASANE ROSOMU


Isih akeh wong sing ora podho wikan marang rosone urip.
dikiro anane panggonan anane mongso iku biso anggawe roso
dikiro anane roso iku rupane sing dirasakno
mulo podho bingung golek papan lan mongso

Yo tetep bae nemu bebingung ing saben papan mongso sing ditemokno
ora weruh yen papan lan mongso iku ono amargo anane roso
yo roso sing dienggo ngrasakno
mulo wong yen ngrasakno opo opo gae roso adem hiyo panggah nemu kaademan
amargo papan mongso iku manut marang anane roso
dudu roso manut marang anane papan panggonan

Mulo rasaning urip iku hiyo sing nggelar kahanane papan lan mongso
dudu papan mongso sing biso agawe gelare roso
akeh wong arep lan karep melbu swargo
akeh wong arep lan karep ngemohi melbu neroko
kekarepan kang mangkono iku nuduhno dununge urip sing wus kuwalek, dianggep rasaning urip iku manut papan lan mongso
isih tetep ora ngerti ngertiyo yen gelare papan lan mongso iku gumantung marang pangrasane dewe..

Ono wong kebeg/akeh roso bebingung lan pepanas ing njero dirine
njur melbu swargo....
ning kunu swargo sing dileboni hiyo panggah dadi neroko
amargo papan lan mongso iku ora biso gawe roso pangroso
roso pangroso iku ono ing njero ora ning njobo.

Ono ugo uwong arep ngemohi roso, amargo dikiro isih ono urip tanpo roso,... 
haiyo iku dununge urip wangwungwang kosong raono opo opo, yo dudu opo opo...
pancen ilange roso yo dadi ilange urip..




Petilasan


TILAS PETILASAN


(Jejak Yang Ditinggalkan)

.Jagad gede iku terusane jagad cilik
.Anane jagad gede soko anane jagad cilik
.Dudu anane jagad cilik soko anane jagad gede

.Awit kahanan sing rinoso angker, wingit, nentremake, bebingung isp..kabeh iku asal soko dayaning jiwo..kang wus anjalar metu soko rogo..
.papan tilas semedine poro winasis iku papan kajenjeman
mulo ning kunu rinoso agawe padhange panggalih, sok uwongo hiyo biso gawe papan tilase dewe, mindah kahanane pegunungan dipindah ning omah hiyo biso...

.Ning rasane pangecap iku ono legi pait asin kecut sepet isp...nalikane uwong nyawang ono wong mamah tebu....ning kunu roso legine pangecap mecungul (koyo koyo ora ono pait asin, amung ono legi), iku pepindhane uwong marang papan petilasan..

.ono sawijine omah, ning kunu isine mesti geger gendroyono, tukar padu, uring uringan...barang diteliti, ning kunu ono tilasing pamuring sing gede, soko bayi kluron sing tau dipendem ning omah kunu...
.bayi kluron iku bayi lahir mati (mati sakmarine dilahirno)..