Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Asas Spiritual


ASAS SPIRITUALITY

Didalam pengetahuan atau ilmu moderen : pancaindra itu adalah piranti materi (alat yang berfungsi untuk melihat mendengar mencium meraba dan alat perasa/lidah), didalam ranah agama pancaindra itu pemberian tuhan (kasih tuhan).. dalam spiritual pancaindra itu energi yang terpadatkan dan berfungsi untuk membekukan energi.. sedangkan dalam kaweruh : pancaindra adalah 'LIMANG Roso' berfungsi untuk menggelar dan menggulung dimensi materi/dunia/janaloka...

GEGAMBUHAN
Didalam ilmu moderen penglihatan itu mata, meskipun ada mata yang tidak dapat melihat, pendengaran itu telinga meski ada telinga2 yang tidak dapat mendengar dst... pancaindra itu pemberian tuhan dan harus disyukuri, meskipun ada orang2 yang terlahir tuna (buta tuli dst)
yang disebut 'adil' itu 'sama rata' lain halnya dengan bijaksana, meskipun ada bijak yang baik ada bijak yang buruk (makanya ada kebijakan2 yang tidak benar)..
jadi antara adil dan bijak itu suatu hal yang memang bertentangan, bijak itu seperti : anak kecil diberi mainan/jajanan tapi orang dewasa diberi uang atau seperti memberi makanan pada orang yang lapar yang tidak lapar tidak diberi makanan dst.. jadi bijaksana itu memang tidak sama rata..

Energi2 tsb adalah satu kesatuan yakni 'gether urip' atau vibrasi/getaran.. dibekukan oleh penglihatan menjadi bentuk, rupa, warna.. dibekukan oleh pendengaran menjadi suara dst..
rosoning pandulu yaitu melihat/menggunakan penglihatan maka rupa bentuk warnapun tergelar (mengetahui/ngrasakno bentuk rupa warna), rosoing pangrungu.... dst
bentuk rupa warna itu jagad gede, pandulu/penglihatan itu jagad cilik, adanya jagad gede sebab karna adanya jagad cilik tetapi adanya tsb bersamaan/bareng...
jadi ketika tidak ada pandulu bentuk rupa warnapun tiada begitu juga suara bagi pangrungu dst... .dan yang menyatakan ada tiadanya tsb itulah diri/yang merasakan/uwonge..

ada gether urip ada doyo urip.. .

HISTORIES
Jaman Peralihan : yakni bergantinya jaman spiritual menjadi jaman materi, disebut seperti itu karena banyak kelahiran2 banyak diri2 yang terlahir dalam kondisi energi spiritualnya meredup/energi materinya menguat (dosondriyo menjadi limangdriyo) meski begitu... ada kelahiran2 dengan nemindriyo (disebut mata dewa/mata ketiga) yang lebih umum disebut indra keenam.. krna dalam peredupan energi spiritual alusing pandulu meredup diakhir2.. Dijaman tsb mereka yang memiliki mata dewa akan diburu untuk dibunuh (agar visi.misi menutup dimensi spiritual itu dapat tercapai). . .

sehinggah dijaman sekarang, mata dewa disebutlah khayalan (ketidakwarasan) sesuai dengan ilmu moderen.. meski begitu banyak artefak2 kuno yang menggambarkan adanya mata dewa tsb..

MESMERIC (memukau) 
Ada diri2 yang non spiritual 
ada yang semi spiritual 
ada yang berspiritual 
ada juga yang menspiritual/belajar untuk berspiritual...

Ialah yang digunakan untuk merasakan :
ada roso kasar (pancaindra)
ada roso alus (bungah susah dhemen gething wedi wani)
ada roso luwih alus (tanpo susah tatag katresnan)
ada roso alusing alus (rosojati)

Bagi non spiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya telah tertutup, dan energi2 spiritual dirinya telah memadat, menjadikan dirinya sebagai makhluk materi seutuhnya..meskipun non spiritual dapat merasakan roso alus, akan tetapi roso tsb telah memadat didalam jantung, yang bukan lagi merupakan hal spiritual..begitupun juga dengan sukmo nyowo nya telah memadat dalam tulang2 tubuhnya..angen2 cipto budhinya pun memadat menjadi bagian dari otaknya..

Yang semi spiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka dan energi2 spiritualnya kian meredup/melemah..itulah diri2 yang bergerak menuju tertutupnya gerbang dimensi spiritual diri..

Yang menspiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka, dan itulah diri2 yang sedang menguatkan energi spiritualnya, serta berusaha membuka lebar2 gerbang spiritual dirinya..

Yang berspiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka, dan energi2 spiritual dirinya kian menguat yang berarti energi materi semakin meredup..itulah diri2 yang tidak mudah terpukau atau terikat pada keberadaan materi..

Materi itu apa2 yang digelar oleh pancaindra/roso kasar bukan ttg uang maupun harta benda : meskipun disebut kasar itu bukanlah hal yang buruk, karna alus kasarnya seperti tanah dan air ; bukan baik buruk tetapi luar dan dalam..

Bagi yang terpukau akan tertarik, dirinya terserap lalu akan terikat..tiada kemampuan diri untuk menggulungnya, maka akan selalu digelar olehnya meski dalam mati sekalipun berkeinginan untuk tetap menggelarnya..

mesmeric itu umumnya digunakan dalam hal hipnotis, sebab saat sudah terpukau/terlena hanya ada ketidakberdayaan..

Jadi besarnya energi, semakin menguatnya dimensi materi itu melemahkan dimensi spiritual dan mesmeric darinya akan menjadi semakin besar dan menguat.. menarik diri2 yang lemah spiritual.. bukan lemah iman toh dalam kamus bahasa jawa tidak ada istilah iman..

JEJAGADING (dimensional)
roso kasar menggelar dimensi materi (dunia/janaloka)
roso alus menggelar dimensi halus (endraloka)
roso luwih alus menggelar dimensi yang lebih halus (guruloka)
roso alusing alus menggelar dimensi pengeran (kajaten)

roso kasar itu dikuasai oleh angen2
roso alus itu dikuasi oleh cipto ripto
roso luwih alus itu dikuasai budhi
roso alusing alus itu dikuasai oleh leburing budhi
ada lebur nunggal ada lebur sirno dan ada nunggal pisah ada nunggal lebur..

Saling tarik menarik (mengikat/menyerap) dan saling tolak menolak adalah sifat energi/doyo
maka ketika spiritual melemah materipun menguat, kala roso alus menguat roso kasarpun melemah.. ketika dimensi materi meredup dimensi2 haluspun menguat dst...

Roso itu hal yang digunakan untuk merasakan, sehinggah ada 'yang dirasakan' , merasakan itu mengetahui jadi sebab mengetahui ada 'yang diketahui' maka yang tidak merasakan tidak turut mengetahui..

Jika didalam janaloka ada beragam kehidupan dari berbagai 'bongso' seperti : bongso uwit bongso sato bongso mino bongso iberan bongso manungso bongso gegremetan dst
didalam endralokapun ada berbagai bongso : seperti bongso siluman, memedhi, dedhemit, peri prayangan/putri kembang, bongso sarpo, lelembut dan juga bongso bethoro..
HYANG HONG WILA HENG
didalam guruloka ada bongso dewo bongso hyang bongso buddo jg bongso gusti...

Jadi segala roso itu dapat terhubung pada pengetahuan dari beragam bongso, dan terbentuknya kesadaran berasal dari jagating kaweruh..bukan jagating percoyo..kepercayaan itu dapat disebut 'keingintahuan' bukan 'pengetahuan' apalagi kebenaran..

OYOTING SPIRITIS
Tubuh yang tidak bergerak disebut 'meneng' didalam meneng pergerakan sekecil apapun akan nampak terlihat/diketahui, itulah mengapa wangwung/wungwang (kejernihan dlm cahaya) itu hanya dapat diketahui didalam kondisi diri yang 'meneng ing neng temenan' (meneng sing saktemene).

JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING LEMAH JOWO




Kaalusan


(spiritualitas)

Berasal dari kata spirit yang berarti semangat/energi, itu merujuk pada istilah roh, menjadi rohani kerohanian adalah serapan dari bahasa asing rohman rohim rohul ruhul... .sedangkan dalam istilah jawa ada sukmo, tapi spiritual tidak hanya tentang sukmo, yakni mencakup tentang kehidupan didalam..

Sebab dari mana bahasa istilah itu berasal maka dari situlah bermula pengetahuannya, tapi dari segi frasa bahasa penggunaan kata roh lebih baik drpd sukmo, seperti roh binatang & sukmo binatang...

Spiritual itu dapat dipercaya dan dipahami tapi hanya dengan mempercayai itu tidak akan dapat merubah kesadaran, membaca dan berdoapun tidak dapat merubahnya..meningkatnya/ berubah/ berkembang/ evolusinya kesadaran itu disebabkan oleh pengalaman² yakni mengalami atau sudah merasakan, begitulah berubahnya sudut pandang diri atas kehidupan.

Didalam setiap kesadaran selalu ada kecerdasan tetapi di setiap kecerdasan tidak selalu ada kesadaran

Spiritual itu hampir sama dengan tahayul/fantasi...sebab ada trik sulap dan ada keajaiban (refleksi spiritual)..ada rekayasa ada kebetulan (ketepatan)

TUBUH HALUS (awak alus)
Didalam raga itu ada sukmo (tubuh hewani) didalam sukmo itu badan (tubuh mineral) didalam badan itu nyowo (tubuh nabati) didalam nyowo itu jiwo (tubuh energi)

Raga = tubuh kasar, tubuh materi disebut juga jasad

Jiwo roso urip itulah dhiri..
Jika jalan pernafasan itu berhubungan atau mempengaruhi kondisi raga, semedi itu berhubungan dengan jiwa, topobroto berhubungan dengan badan nyowo, manekung/meditasi itu berhubungan dengan sukmo..

Dalam setiap raga selalu ada sukmo tapi disetiap sukmo tidak selalu ada raga dalam setiap badan itu selalu ada nyowo tapi tidak semua nyowo ada badan dalam setiap nyowo selalu ada jiwo tapi tidak semua jiwo ada nyowoe..jadi ada hidup² tak berjasad yang bertubuh hewani, ada dhiri² bertubuh mineral juga nabati, serta hidup² bertubuh energi..

Pengendapan² dari energi spiritual itu dapat mempengaruhi dimensi materi (dunia) 

Dari dimensi tubuh hewani yang mengendapkan darah dan daging, energi dimensi tubuh mineral yang mengendapkan tanah dan air, dari dimensi tubuh nabati mengendapkan pepohonan dan tetumbuhan, dari dimensi jiwa tergelar kehidupan.

DALAM SEJARAH
Revolusi itu selalu ada dibawah setiap kepemimpinan, dan tidak sedikit nama² tokoh sejarah tapi sebenarnya fiktif, artinya tidak pernah ada dalam garis sejarah begitulah fantasi yang dipopulerkan demi untuk sebuah kepentingan...

Itu bermula dijaman firaun mesir ialah akhenaten yang menyatakan hanya ada satu tuhan yaitu dewa aten, akhenaten yang materialistis itu memonotheisme tradisi² kuno sebut saja pagan, meniadakan keberadaan dewa² yang lainnya, tradisi² kuno mengalami pembaruhan artinya kemrosotan spiritual, sehingga dimensi spiritual berangsur.angsur melemah, gerbang² nya kian menutup, dan dimensi materi makin menguat.. maka monotheisme itu cenderung kearah materialitas...

Kemudian dilanjut oleh pangeran musa/mousos, lalu nabi2 kaum yahudi pada jaman bapa berlanjut dijaman putra oleh yesus kristus, berlanjut jaman roh kudus : banyak bermunculan nabi2 pahlawan monotheisme...
sehingga kini dijaman moderen : gerbang² dimensi spiritual dipenjuru bumi sudah banyak yang tertutup..
meski sejarah kuno jawa maupun spiritual jawa tidak ada hubungannya dengan itu semua, tapi gerak pelemahan² dimensi spiritual itu pada akhirnya masuk ke tanah jawa

Dijaman kuno merupakan hal yang biasa orang² jawa melihat makhluk halus, berhubungan/berkomunikasi dengan diri² tak berjasad itu hal yang wajar..meski berada pada tingkatannya masing2, karena memang tingkat kecerdasannya yang tidak sama begitupun juga dengan tingkat kesadarannya...kecerdasan² tak berjasad kian menghilang, seperti pemancar gelombang sinyal yang besar dan kuat itu menindih dan menutup serta mengganggu sinyal² yang lainnya...sehingga meski dapat terhubung tapi tidak begitu jelas hanya terlihat samar, mimpi² dalam tidurpun menjadi kacau dan aneh, sulit dimengerti, itulah mengapa realita keajaiban² yang dulu pernah ada, sekarang menjadi sebuah dongeng kiasan..

dikenal dengan sebutan wong ngerti, wong linuwih, wong alus, wong sekti dll...itu artinya leluhur bangsa jawa itu bukan orang biasa dan memang bukan wong alim apalagi wong cino...

CERMIN PANTULAN
Jika ada goresan disini maka disanapun ada goresan
Jika disini ada titik disanapun juga ada titik
Begitulah sangkan paran (sana sini sini sana sama saja)

Seperti dunia parallel, ada kehidupan didimensi lain yang seperti disini..
Seperti berada didepan cermin (toreh hitam disini membuat toreh hitam didalam cermin)

Perasaan² itu terjadi juga dirasakan semasa hidup di dunia dan itulah yang akan menciptakan kondisi hidup setelah meninggalkan dunia, maka pembaruan² rasa hidup itu diperlukan untuk merubah kondisi diri yang lebih baik dalam dimensi spiritualnya...
bukan perbuatan baik bukan pula perbuatan buruk tidak juga tuhan yang akan memberikan surga neraka, tetapi rasa diri yang dirasakan (ditorehkan) itulah yang akan menciptakan surga neraka...

Istilah rosojati itu tidak ada dalam liturgi bahasa maupun budaya manapun, mengapa itu hanya ada ditanah jowo.... melihat betapa pentingnya hal tentang roso, bahkan didalam kesadaranpun ada rasa sadar.... meski dijaman sekarang hal roso sudah dimaterialkan, dimasukkan kedalam bagian dunia (refleksi otak dll).... tapi ketahuilah bahwa rasa duka rasa bahagia rasa diri rasa hidup itu tidak mewujud didunia tidak menjelma dalam dimensi materi, tetapi hanya akan memantul dan menggoreskan garis kondisi yang akan tersingkap disaat dimensi materi itu memudar...

JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING TANAH JOWO