Showing posts with label Bahasa Jawa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Jawa. Show all posts

The Gloryous


(Kemuliaan)

-sapodo podoning urip-
apa yang terjadi dengan tata bahasa indonesia?

mulia kemuliaan : adalah suatu keadaan/kondisi yang dianggap berharga, dapat melekat pada apapun dalam pandang anggapan, persamaan kosa katanya itu : aji

Aji berarti sesuatu yang berharga..
orang yang sedang kehausan akan menganggap air sebagai sesuatu yang berharga (mulia)
orang yang sedang kelaparan menjadikan makanan sebagai hal yang berharga (dimuliakan)
begitulah yang disebut mulia.. ...

Jadi kemuliaan (hal2 yang mulia) itu selalu berubah ubah..didalam pandang anggap kebutuhan, dan yang berharga itu tidak selalu air maupun makanan melainkan hal2 yang sedang dibutuhkan (diperlukan) .. jadi mulia itu bukanlah sifat karena memang tidak dapat menjadi tabiat/watak.. maka sifat mulia itu tidak benar2 ada.

mulia itu akan selalu melekat pada anggapan, meski ada yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang lebih mulia daripada makhluk2 yang lainnya..
bahkan lebih mulia dari binatang?
sedangkan kebanyakan manusia butuh makan daging, memangsa binatang, maka sudah semestinya binatang itu adalah sesuatu yang mulia..
binatang itu lebih mulia daripada manusia..

Akan tetapi manusia2 yang tersesat dalam kebodohannya itu akan selalu beranggapan bahwa binatang itu makhluk rendahan (hina).. meskipun banyak ada banyak binatang yang membantu manusia..itu karena tata bahasa indonesia menempatkan 'mulia' sebagai sifat, padahal itu adalah bentuk keadaan yang dapat melekat pada apapun dan berubah ubah..

AJI AJIAN
yang dapat diartikan : milikku yang berharga

segala hal yang dibutuhkan manusia itu Aji, dari air tetumbuhan dan juga binatang2..
Apakah yang membutuhkan itu lebih aji dari yang dibutuhkan?
maka jelaslah bahwa binatang itu lebih aji dari para manusia yang sedang membutuhkannya..

AKAL PIKIRAN
pada dasarnya tidak ada kaweruh jowo dalam hal tentang 'akal' maupun 'pikiran'
sebab kedua istilah tersebut berasal dari manca/asing atau disebut sebrang..

Makanya ada suro ada boyo : surodiro joyoningrat rat : tatkala suro itu berjaya takkan pernah menjadi wijaya..kejayaan yg tidak akan pernah menyebar pada yang lainnya, karna kejayaan suro akan selalu membawa/menyebabkan angkara yang selalu murka : dan murkanya angkara tidak selalu berupa kebengisan malapetaka kerusakan, tetapi murkanya angkara itu meredupnya cahaya belas kasih, jadi ketika suro itu berjaya maka hanya ada tindak2 kesewenangan, merajalela : tanpa ada belas kasih, tetapi akan menjadi sebaliknya tatkala boyo berjaya.. kejayaan boyo akan selalu menjadi wijoyo.. .

ANGEN ANGEN
angen-angen itu bukan berhayal/berandai andai bukan seperti angan2 dalam bahasa indonesia, angen2 itu ya pikiran

Kalau dalam istilah jawa ada angen2 ada cipto ada budhi
angen2 bersama engetan
cipto bersama ripto
sedangkan budhi berwujud tujuh rupa

Tertulis bahwa manusia itu lebih mulia sebab dibekali dengan akal pikiran dan merupakan makhluk yang sempurna..tapi pada kenyataannya orang2 yang mulia dan sempurna tsb banyak belajar pada tingkah laku berbagai macamnya binatang..
ketahuilah : bahwa kemuliaan itu bukanlah sifat

Baik manusia maupun binatang akan lebih menggunakan angen2 karena bongso janoloko (dunia) itu menggelar pancaindra yang dikuasai oleh angen2..
dan pada dasarnya semua binatang itu sudah sempurna dalam porsi jenis ragamnya masing2..jikalau belum sempurna , maka mereka akan terus berevolusi, meski binatang2 tidak dapat seperti manusia dalam banyak hal (wujud bentuk perbuatan) tapi kesempurnaan mereka banyak yang tidak dimiliki oleh para manusia, meski manusia memanfaatkan/membutuhkan binatang2, tetap saja menjadi sempurna sebab telah tertuliskan.
jadi dimanakah letak kemuliaan manusia atas binatang.. sedangkan binatang2 tersebut tidak membutuhkan manusia..

BONGSO JANOLOKO
yang artinya hidup2 yang menggelar pancaindra, hidup2 yang lebih tebal/kuat angen2nya daripada cipto budhinya.. jika dijaman purwo ada yang disebut rajanya binatang (raja pemangsa) dijaman sekarang manusia adalah rajanya segala binatang (raja pemangsa)
raja itu hanya punya kuasa kekuasaan : kewenangan, bukan menguasai (waseso)
meski pada dasarnya : semuanya sesama bongso itu bersaudara, tapi yang kuat yang kuasa akan selalu menindas yang lemah, energi yang besar selalu menindih/menutup energi2 yang lebih kecil..

TUNGGAL JAGAD
Didalam lingkar persaudaraan semesta

manusia dengan binatang itu saudara sesama bongso..
tunggal angen2 : sama2 menggelar pancaindra
tunggal raga : sama2 menyandang tubuh materi

Ada saudara tunggal ibu : yakni saudara kandung
ada saudara tunggal moho ibu : yakni saudara tunggal masa kelahiran, ialah semua kelahiran2 diwaktu yang sama dalam jagad dunia..
Ada saudara tunggal sang ibu : yakni saudara sesama hidup disebut saudara tunggal panunggal..

maka semuanya itu bersaudara bukan karena hal2 seperti profesi jabatan status apalagi agama..
semuanya terhubung dalam laras runuting jagad..tiada yang lebih tinggi maupun lebih rendah melainkan hanya frekuensi yang berbeda, tiada pula yang lebih mulia (jika masih sama2 membutuhkan)
jika manusia dengan binatang itu sejatinya bersaudara apalagi manusia dengan manusia...

Begitulah nunggal jagad nunggal urip dalam lingkar persaudaraan : sapodo podoning urip

JOYO JOYO WIJOYO
WONG TANAH JOWO




J O W O


JOWO

Diartikan 'ngerti' atau lebih tepatnya 'mumpuni' ada juga yang mengartiknnya penuh welas asih...
hanya ngerti tanpa bisa melaksanakan (mampu melakukannya) itupun sia2 sebab hanya akan mendapati kecewa, karena mengetahui tapi tidak mumpuni/tidak mampu melakukan.. .

Jowo itu lebih kearah Menjiwai, artinya mengerti jawaban dari mengapa dan bagaimana..?? 
didalam berbagai sudut hidup dan kehidupan yang sedang dan sudah berlangsung..bagi yang sudah 'waskito' juga mengerti berbagai sudut hidup kehidupan 
yang akan berlangsung...
Menjiwai tumbuhan pepohonan menjiwai binatang manusia juga makhluk2 halus, sehinggah mengerti mengapa dan bagaimana..
Jiwa yang dapat sambung terhubung dengan jiwa2 yang lainnya.. hinggah mengerti kemauan dari binatang2 dan juga pepohonan..

UNGGULE BOSO

Dari sekian banyak bahasa dunia, bahasa jawa lebih mendetail/terperinci dalam kosa katanya...mampu membedakan hal2 kecil yang memang berbeda
*pari - gabah - beras - sego*
*wit witan - tetuwuhan - tanduran - kakayon*
Dalam budaya apapun bahasa merupakan jantung pengetahuannya.. sebab sebelum datang pengetahuan bahasa lebih dulu dimunculkan/diadakan (istilae).. jadi saat bahasa itu kurang kompleks maka itu sudah dapat menunjukkan sampai dimana pengetahuannya.. .
Jika dalamm bhs inggris ada spirit dan soul dalam bhs jawa ada sukmo badan nyowo jiwo...

JOWO JAWAN

Karena memang masih tidak mengerti, karna hanya ikut ikutan, karna begitulah pada umumnya, karena tata bahasa yang sudah ditetapkan/dipatenkan memang begitu, dan sebab karna kebiasaan... .
merubah vokal O menjadi A dalam penulisan bhs jawa..
Lahwong sudah jelas2 nganggo boso jowo kog ngemoii pengucapan vokal : O
tresno yo tulisen tresno ojo mok tulis tresna : dampak.e sing ora ngerti boso jowo yo mesti bae mocoe ; tresna.. .
Dene ngramut bosoe dewe bae ora becus opo maneh ngemong pangerten2 jowo (kaweruh2 jowo)...
ono ditulis ana haa lak sowan opo arep ditulis sawan dayoh ditulis dayah.. .dst

Ning jember kae ono kecamatan jenenge SILO nang kunu yo ditulis SILO ora katulis SILA, misale ditulis SILA, mesti wong monco utowo wong sing ora biso boso jowo nyebute SILA, njur akhire ora ono kecamatan SILO sing ono iku SILA..
dan masih banyak budayawan jawa yang mengaku menjaga budaya jawa, tetapi masih JAWAN.. masih turut serta merusak bahasa jawa dalam penulisan2nya...
iki judule nggenahno sing munie jowo iku ngerti tapi nyatane jowo ora ngerti (jawan)..

DALAM DNA

Wong jowo pastinya akan melahirkan keturunan2 yang jowo orang jawu pstinya akan melahirkan keturunan2 jawu, yang jawi akan melahirkan keturunan jawi secara alamiah..
didalam dna selalu melahirkan dna yang serupa...
tapi semua bisa berubah yang jawu menjadi jowo sehinggah akan melahirkan keturunan jowo bukan lagi jawu dst... .
tanaman yang telah direkayasa sedemikian rupa dapat melahirkan tanaman yang berbeda dari sebelumnya..seperti rekayasa tanaman buah tanpa biji... .maka begitulah terjadinya evolusi ..

dalam silsilah keturunan org jawa dapat menyebut sampai yang ke 18 ... itu artinya orang2 jawa dahulu mampu hidup sampai melihat keturunannya yang ke 18..

JOYO JOYO WASKITO
WONG JOWO AMONG BOSO




Boso

BOSO (liguistik)

.Bahasa merupakan suatu identity
.bahasa dalam suara lebih dahulu ada daripada penyampaian dalam bentuk tulisan
.bahasa menyimpn sejarah peradaban
.bahasa  mengandung pengetahuan dari sebuah peradaban
.bahasa pun dapat menjadi petunjuk pada suatu pemahaman

Garis besarnya bahasa terbagi atas ;
-bahasa asal
-bahasa rumpun
-bahasa serapan
-bahasa kuno
-bahasa baru
.bahasa asal dapat tergolong menjadi bahasa.kuno dan bahasa baru
.bahasa rumpun adalah bahasa yang berdasarkn atas suatu wilayah
.bahasa serapan hanya dapat tergolong menjadi bahasa baru
seperti halnya bhs.Indonesia adalah bhs.serapan
sehinggh tiap wilayah di indonesia yang punya bhs.asal tapi kata bhs.nya masih banyak yang tergolong serapan dari bhs.Indonesia
maka dapat dipastikan bahwa itu adalah bhs.asal yang tergolong baru, jadi istilah2 yang memuat beragam pengetahuannya pun tergolong dari pemahaman baru..dan peradabannya pun juga masih seusia Indonesia/tdk jauh berbeda

BAHASA ASAL/KUNO

.bhs.yunani
.bhs.china
.bhs.sansekrit
.bhs.latin
.bhs.hindi
.bhs.mongolit
.bus.urdu
.bhs.nordik
Tetapi yang tertua itu adalah BAHASA JAWA
bhs.jawa merupkan bhs.terlengkap
meski mengalami berbagai kikisan bhs.jawa pun jadi serapan di berbagai bahasa lain,
(di jawa ada bahasa kawi yang berarti bahasa awal)

Ialah BO + SO kalimat dalam bahasa yang paling kuno
Boso ; jawa
Glossa : yunani
Bha a : sansekrit
Sermone : latin
Bhaasha : hindi
Spark : nordik
Khel : mongolia
Ya ban : urdu

'Javanese the great language' 




Tembung Boso Jowo

KAWERUH TEMBUNG BOSO JOWO

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

SINAU BOSO JOWO

Sinau Tembung Boso Jowo Kuno
Kaaran boso kawi
Ateges wiwitan utowo kawitane boso
Awit ngoko madyo kromo iku
Boso jowo ing mongso kasusastran
Yoiku mongsoning jowo jawi

BAHASA INDONESIA : BAHASA JAWA

BUMI : Bumi, Bawono, Basundoro, Mandolo, Pratiwi, Pratolo
MATAHARI : Srengenge, Baskoro, Arko, Aruno, Prabangkoroo, Diwangkoro, Radite, Suryo
BULAN : Rembulan, Sasi, Wulan, Ratih, Kirana, Sangkoro, Bodro, Sasongko, Condro
BINTANG : Lintang, Sudomo, Trenggono, Sukro, Ganero, Karwikoyo, Kartiko
LANGIT : Angkoso, Rawisworo, Jumantoro, Antarikso, Lirang, Gegono, Boma, Dirgantoro
GUNUNG : Wukir, Ancolo, Parwoto, Aldoko, Dri, Argo, Giri, Maloyo
LAUT : Segoro, Jolodri, Ernowo, Jolonidhi, Samudro
HUTAN : Alas, Wono, Rimba, Taratab, Pringgo, Jenggolo
SEMESTA : Jagad, Rat, Wretiko, Lokika, Paramusito, Pramudito
ANGIN : Angin, Bayu, Bajro, Wayu, Wawono, Sadoko
API : Geni, Agni, Bromo, Pawoko, Anolo, Grakso, Dahono
AIR : Banyu, Jolo, Toyo, Woyo, Her, Sindu, Sundo, Udoko, Tirto
TANAH : Lemah, Kismo, Siti, Bantolo, Bumijo
UDARA : Udara, Awang awang, Ambara, Nawasanga, Tawang, Namu namu
BADAI : Lesus, Poncowora, Bajropati, Prahara, Sindhung bisoko, Maruto
MEGA : Imantoro, Nirodo, Kuwera, Sanggono, Wataragono
MENDUNG : Mendhung, Andanu, Rawan, Rumung, Danuro, Windakoro, Jolodoro, Jolodho
GUNTUR : Gelap, Grakso, Kupoko, Guntur, Bledheg
GURUH : Gludhug, Gurnito, Guruh, Gepoh, Gurno
PETIR : Kilat, Tathit, Laban, Procolito, Wagyuto, Wagyutmoko
HUJAN : Udan, Riris, Warso, Wawarso, Wresti, Jawah, Jaweh, Jawuh

Lor, Kulon, Wetan, Kidul
Eka, Dwi, Tri, Catur, Panca, Sad, Sapta, Hasta, Nawa, Dasa

MERAH : Abang, Rekto, Abrit, Dadu, Ambranang
HITAM : Ireng, Langking, Kresno, Cemeng
PUTIH : Puteh, Pingul, Pethak, Seto
KUNING : Kuneng, Kapuranto, Pita, Jenar
HIJAU : Ijo, Ijem, Wilis
BIRU : Biru, Nila, Maya
------------------------------------------------

CAHAYA : Cahyo, Lengkowo, Kaluwung, Tejo
DARAH : Getih, Marus, Ludiro, Rah, Rudhiro
TUBUH : Awak, Onggo, Tuhu, Linggo, Kawonggo, Sariro
HATI : Sota, Drongso, Cita, Nolo, Twas, Tyas
PERASAAN : Galih, Driyo, Cita, Praya, Ambek, Budhi
ATI : Kulung, Kukulung, Talatnyono, Lembono
MATA : Mripat, Soca, Locana, Tingal, Nayana, Netro
BUNGA : Kembang, Sekar, Puspito, Gito, Puspo, Kusumo
IKAN : Wiyanggo, Mina, Jita, Maswo, Iwak
BINATANG : Sato, Atogo, Satwa, Wregono, Mergu, Lubono
BURUNG : Manuk, Kukila, Peksi, Garuro, Saimbro, Kogo
TEMPAT : Enggon, Papan, Podo, Swono, Sono, Loka, Astono
RUMAH : Omah, Griyo, Yoso, Panti, Wismo
MATI : Sedho, Leno, Praloyo, Antoko, Lalis, Pejah
HIDUP : Urip, Gesang, Daru, Tubu, Atmo, Jiwito
ORANG : Wong, Jono, Janmo, Uwong
MUDA : Nom, Nem, Mudha, Taruno
TUA : Tuwo, Sepuh, Wredha
WANITA : Arum, Estri, Reni, Retno, Dyah, Duhito, Wanito, Wanudyo, Padni
LELAKI : Lanang, Priyo, Janoko, Jaler, Gono, Noro
PESANGGRAHAN : Panekungan, Pasemaden, Paheningan, Pahoman, Pasemadyan, Pamursitan, Pamelengan
KERATON : Kedhaton, Karatyan, Pura, Puri, Purono, Puroko
RAJA : Narendro, Narpo, Dipa, Sinuhun, Katong, Sri, Prabu, Pamoso, Rojo
RATU : Garwo Rojo, Narendro Garini, Nareswari, Notoreni, Duhito, Padmi Noto, Prameswari
MAHARAJA : Ratu