(spiritualitas)
Berasal dari kata spirit yang berarti semangat/energi, itu merujuk pada istilah roh, menjadi rohani kerohanian adalah serapan dari bahasa asing rohman rohim rohul ruhul... .sedangkan dalam istilah jawa ada sukmo, tapi spiritual tidak hanya tentang sukmo, yakni mencakup tentang kehidupan didalam..
Sebab dari mana bahasa istilah itu berasal maka dari situlah bermula pengetahuannya, tapi dari segi frasa bahasa penggunaan kata roh lebih baik drpd sukmo, seperti roh binatang & sukmo binatang...
Spiritual itu dapat dipercaya dan dipahami tapi hanya dengan mempercayai itu tidak akan dapat merubah kesadaran, membaca dan berdoapun tidak dapat merubahnya..meningkatnya/ berubah/ berkembang/ evolusinya kesadaran itu disebabkan oleh pengalaman² yakni mengalami atau sudah merasakan, begitulah berubahnya sudut pandang diri atas kehidupan.
Didalam setiap kesadaran selalu ada kecerdasan tetapi di setiap kecerdasan tidak selalu ada kesadaran
Spiritual itu hampir sama dengan tahayul/fantasi...sebab ada trik sulap dan ada keajaiban (refleksi spiritual)..ada rekayasa ada kebetulan (ketepatan)
TUBUH HALUS (awak alus)
Didalam raga itu ada sukmo (tubuh hewani) didalam sukmo itu badan (tubuh mineral) didalam badan itu nyowo (tubuh nabati) didalam nyowo itu jiwo (tubuh energi)
Raga = tubuh kasar, tubuh materi disebut juga jasad
Jiwo roso urip itulah dhiri..
Jika jalan pernafasan itu berhubungan atau mempengaruhi kondisi raga, semedi itu berhubungan dengan jiwa, topobroto berhubungan dengan badan nyowo, manekung/meditasi itu berhubungan dengan sukmo..
Dalam setiap raga selalu ada sukmo tapi disetiap sukmo tidak selalu ada raga dalam setiap badan itu selalu ada nyowo tapi tidak semua nyowo ada badan dalam setiap nyowo selalu ada jiwo tapi tidak semua jiwo ada nyowoe..jadi ada hidup² tak berjasad yang bertubuh hewani, ada dhiri² bertubuh mineral juga nabati, serta hidup² bertubuh energi..
Pengendapan² dari energi spiritual itu dapat mempengaruhi dimensi materi (dunia)
Dari dimensi tubuh hewani yang mengendapkan darah dan daging, energi dimensi tubuh mineral yang mengendapkan tanah dan air, dari dimensi tubuh nabati mengendapkan pepohonan dan tetumbuhan, dari dimensi jiwa tergelar kehidupan.
DALAM SEJARAH
Revolusi itu selalu ada dibawah setiap kepemimpinan, dan tidak sedikit nama² tokoh sejarah tapi sebenarnya fiktif, artinya tidak pernah ada dalam garis sejarah begitulah fantasi yang dipopulerkan demi untuk sebuah kepentingan...
Itu bermula dijaman firaun mesir ialah akhenaten yang menyatakan hanya ada satu tuhan yaitu dewa aten, akhenaten yang materialistis itu memonotheisme tradisi² kuno sebut saja pagan, meniadakan keberadaan dewa² yang lainnya, tradisi² kuno mengalami pembaruhan artinya kemrosotan spiritual, sehingga dimensi spiritual berangsur.angsur melemah, gerbang² nya kian menutup, dan dimensi materi makin menguat.. maka monotheisme itu cenderung kearah materialitas...
Kemudian dilanjut oleh pangeran musa/mousos, lalu nabi2 kaum yahudi pada jaman bapa berlanjut dijaman putra oleh yesus kristus, berlanjut jaman roh kudus : banyak bermunculan nabi2 pahlawan monotheisme...
sehingga kini dijaman moderen : gerbang² dimensi spiritual dipenjuru bumi sudah banyak yang tertutup..
meski sejarah kuno jawa maupun spiritual jawa tidak ada hubungannya dengan itu semua, tapi gerak pelemahan² dimensi spiritual itu pada akhirnya masuk ke tanah jawa
Dijaman kuno merupakan hal yang biasa orang² jawa melihat makhluk halus, berhubungan/berkomunikasi dengan diri² tak berjasad itu hal yang wajar..meski berada pada tingkatannya masing2, karena memang tingkat kecerdasannya yang tidak sama begitupun juga dengan tingkat kesadarannya...kecerdasan² tak berjasad kian menghilang, seperti pemancar gelombang sinyal yang besar dan kuat itu menindih dan menutup serta mengganggu sinyal² yang lainnya...sehingga meski dapat terhubung tapi tidak begitu jelas hanya terlihat samar, mimpi² dalam tidurpun menjadi kacau dan aneh, sulit dimengerti, itulah mengapa realita keajaiban² yang dulu pernah ada, sekarang menjadi sebuah dongeng kiasan..
dikenal dengan sebutan wong ngerti, wong linuwih, wong alus, wong sekti dll...itu artinya leluhur bangsa jawa itu bukan orang biasa dan memang bukan wong alim apalagi wong cino...
CERMIN PANTULAN
Jika ada goresan disini maka disanapun ada goresan
Jika disini ada titik disanapun juga ada titik
Begitulah sangkan paran (sana sini sini sana sama saja)
Seperti dunia parallel, ada kehidupan didimensi lain yang seperti disini..
Seperti berada didepan cermin (toreh hitam disini membuat toreh hitam didalam cermin)
Perasaan² itu terjadi juga dirasakan semasa hidup di dunia dan itulah yang akan menciptakan kondisi hidup setelah meninggalkan dunia, maka pembaruan² rasa hidup itu diperlukan untuk merubah kondisi diri yang lebih baik dalam dimensi spiritualnya...
bukan perbuatan baik bukan pula perbuatan buruk tidak juga tuhan yang akan memberikan surga neraka, tetapi rasa diri yang dirasakan (ditorehkan) itulah yang akan menciptakan surga neraka...
Istilah rosojati itu tidak ada dalam liturgi bahasa maupun budaya manapun, mengapa itu hanya ada ditanah jowo.... melihat betapa pentingnya hal tentang roso, bahkan didalam kesadaranpun ada rasa sadar.... meski dijaman sekarang hal roso sudah dimaterialkan, dimasukkan kedalam bagian dunia (refleksi otak dll).... tapi ketahuilah bahwa rasa duka rasa bahagia rasa diri rasa hidup itu tidak mewujud didunia tidak menjelma dalam dimensi materi, tetapi hanya akan memantul dan menggoreskan garis kondisi yang akan tersingkap disaat dimensi materi itu memudar...
JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING TANAH JOWO







