Showing posts with label Javanese. Show all posts
Showing posts with label Javanese. Show all posts

Ruang Sakral


RUANG SAKRAL

 (SENTONG)

Mungkin lebih mirip dengan ruangan tempat ibadah
tapi sentong selalu terletak di sudut tengah dlm rumah
adalah ruangan khusus yang hanya digunakan untuk hal2 spirtualitas, seperti semedi atau meditasi..

adalah satu ruangan yang tanpa penerangan dan juga ventilasi udara dan tidak berdaun pintu, tapi hanya tertutup dengan tirai/kain/slambu..

hal tersebut diperlukan agar howo2 spiritual dari dirinya tetap berada disatu tempat sprt howoing petilasan2..

meski sebenarnya tidak harus terletak ditengah, tapi 'inti selalu berada di tengah' sprt letak jantung pada tubuh..

Sentong lebih tepatnya diartikan ruang sakral persemedian, jadi bukn untuk memuja/manembah/menyembah, tetapi utk mengolah diri dalam diam keheningan..

MENG-ADA-KAN RUANG
Menghadirkan jagad, yakni jagad yg telah dihadirkan dlm olah semedi maupun meditasi, menciptakan ruang aroma spiritual..

semedi2 yang selalu dilakukan olah2 spiritual yg kerap dilakukan dlm sentong yang sampai pada titik hening maupun wening..
akan menciptakan ruang spiritual keheningan maupun kaweningan didm sentong (sumebyar howone)..
yang berasal dari ruang rasa yg tercipta, begtulah manifestasi surga..

semakin bertambah energi2 yang terkumpul menjadikan semakin kuat dan nyata manifestasi tersebut..
sehinggah akan sampai mampu melebur/memadamkan api neraka, yakni dapat menenangkan rasa2 amarah rasa2 duka nestapa...

Diri2 yang tenggelam dlm perasaan duka akan menjadi tenang atau lupa dengan kedukaan dirinya, karena tertarik oleh kuatnya energi manifestasi surga, akan turut/ikut merasakan keindahan surgawi..
dan menjadikan raga dapat merasakan kembali nikmatnya makan minum tidur..
yang sebelumnya tertutup oleh ruang rasa neraka diri yang diciptakannya sendri..

Sentong adalah tempat untuk menciptakan/mewujudkan dimensi spiritual dirinya sendiri...

JOYO JOYO WIJOYO
WASKTONING TANAH JOWO




Asas Spiritual


ASAS SPIRITUALITY

Didalam pengetahuan atau ilmu moderen : pancaindra itu adalah piranti materi (alat yang berfungsi untuk melihat mendengar mencium meraba dan alat perasa/lidah), didalam ranah agama pancaindra itu pemberian tuhan (kasih tuhan).. dalam spiritual pancaindra itu energi yang terpadatkan dan berfungsi untuk membekukan energi.. sedangkan dalam kaweruh : pancaindra adalah 'LIMANG Roso' berfungsi untuk menggelar dan menggulung dimensi materi/dunia/janaloka...

GEGAMBUHAN
Didalam ilmu moderen penglihatan itu mata, meskipun ada mata yang tidak dapat melihat, pendengaran itu telinga meski ada telinga2 yang tidak dapat mendengar dst... pancaindra itu pemberian tuhan dan harus disyukuri, meskipun ada orang2 yang terlahir tuna (buta tuli dst)
yang disebut 'adil' itu 'sama rata' lain halnya dengan bijaksana, meskipun ada bijak yang baik ada bijak yang buruk (makanya ada kebijakan2 yang tidak benar)..
jadi antara adil dan bijak itu suatu hal yang memang bertentangan, bijak itu seperti : anak kecil diberi mainan/jajanan tapi orang dewasa diberi uang atau seperti memberi makanan pada orang yang lapar yang tidak lapar tidak diberi makanan dst.. jadi bijaksana itu memang tidak sama rata..

Energi2 tsb adalah satu kesatuan yakni 'gether urip' atau vibrasi/getaran.. dibekukan oleh penglihatan menjadi bentuk, rupa, warna.. dibekukan oleh pendengaran menjadi suara dst..
rosoning pandulu yaitu melihat/menggunakan penglihatan maka rupa bentuk warnapun tergelar (mengetahui/ngrasakno bentuk rupa warna), rosoing pangrungu.... dst
bentuk rupa warna itu jagad gede, pandulu/penglihatan itu jagad cilik, adanya jagad gede sebab karna adanya jagad cilik tetapi adanya tsb bersamaan/bareng...
jadi ketika tidak ada pandulu bentuk rupa warnapun tiada begitu juga suara bagi pangrungu dst... .dan yang menyatakan ada tiadanya tsb itulah diri/yang merasakan/uwonge..

ada gether urip ada doyo urip.. .

HISTORIES
Jaman Peralihan : yakni bergantinya jaman spiritual menjadi jaman materi, disebut seperti itu karena banyak kelahiran2 banyak diri2 yang terlahir dalam kondisi energi spiritualnya meredup/energi materinya menguat (dosondriyo menjadi limangdriyo) meski begitu... ada kelahiran2 dengan nemindriyo (disebut mata dewa/mata ketiga) yang lebih umum disebut indra keenam.. krna dalam peredupan energi spiritual alusing pandulu meredup diakhir2.. Dijaman tsb mereka yang memiliki mata dewa akan diburu untuk dibunuh (agar visi.misi menutup dimensi spiritual itu dapat tercapai). . .

sehinggah dijaman sekarang, mata dewa disebutlah khayalan (ketidakwarasan) sesuai dengan ilmu moderen.. meski begitu banyak artefak2 kuno yang menggambarkan adanya mata dewa tsb..

MESMERIC (memukau) 
Ada diri2 yang non spiritual 
ada yang semi spiritual 
ada yang berspiritual 
ada juga yang menspiritual/belajar untuk berspiritual...

Ialah yang digunakan untuk merasakan :
ada roso kasar (pancaindra)
ada roso alus (bungah susah dhemen gething wedi wani)
ada roso luwih alus (tanpo susah tatag katresnan)
ada roso alusing alus (rosojati)

Bagi non spiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya telah tertutup, dan energi2 spiritual dirinya telah memadat, menjadikan dirinya sebagai makhluk materi seutuhnya..meskipun non spiritual dapat merasakan roso alus, akan tetapi roso tsb telah memadat didalam jantung, yang bukan lagi merupakan hal spiritual..begitupun juga dengan sukmo nyowo nya telah memadat dalam tulang2 tubuhnya..angen2 cipto budhinya pun memadat menjadi bagian dari otaknya..

Yang semi spiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka dan energi2 spiritualnya kian meredup/melemah..itulah diri2 yang bergerak menuju tertutupnya gerbang dimensi spiritual diri..

Yang menspiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka, dan itulah diri2 yang sedang menguatkan energi spiritualnya, serta berusaha membuka lebar2 gerbang spiritual dirinya..

Yang berspiritual : gerbang dimensi spiritual dirinya masih terbuka, dan energi2 spiritual dirinya kian menguat yang berarti energi materi semakin meredup..itulah diri2 yang tidak mudah terpukau atau terikat pada keberadaan materi..

Materi itu apa2 yang digelar oleh pancaindra/roso kasar bukan ttg uang maupun harta benda : meskipun disebut kasar itu bukanlah hal yang buruk, karna alus kasarnya seperti tanah dan air ; bukan baik buruk tetapi luar dan dalam..

Bagi yang terpukau akan tertarik, dirinya terserap lalu akan terikat..tiada kemampuan diri untuk menggulungnya, maka akan selalu digelar olehnya meski dalam mati sekalipun berkeinginan untuk tetap menggelarnya..

mesmeric itu umumnya digunakan dalam hal hipnotis, sebab saat sudah terpukau/terlena hanya ada ketidakberdayaan..

Jadi besarnya energi, semakin menguatnya dimensi materi itu melemahkan dimensi spiritual dan mesmeric darinya akan menjadi semakin besar dan menguat.. menarik diri2 yang lemah spiritual.. bukan lemah iman toh dalam kamus bahasa jawa tidak ada istilah iman..

JEJAGADING (dimensional)
roso kasar menggelar dimensi materi (dunia/janaloka)
roso alus menggelar dimensi halus (endraloka)
roso luwih alus menggelar dimensi yang lebih halus (guruloka)
roso alusing alus menggelar dimensi pengeran (kajaten)

roso kasar itu dikuasai oleh angen2
roso alus itu dikuasi oleh cipto ripto
roso luwih alus itu dikuasai budhi
roso alusing alus itu dikuasai oleh leburing budhi
ada lebur nunggal ada lebur sirno dan ada nunggal pisah ada nunggal lebur..

Saling tarik menarik (mengikat/menyerap) dan saling tolak menolak adalah sifat energi/doyo
maka ketika spiritual melemah materipun menguat, kala roso alus menguat roso kasarpun melemah.. ketika dimensi materi meredup dimensi2 haluspun menguat dst...

Roso itu hal yang digunakan untuk merasakan, sehinggah ada 'yang dirasakan' , merasakan itu mengetahui jadi sebab mengetahui ada 'yang diketahui' maka yang tidak merasakan tidak turut mengetahui..

Jika didalam janaloka ada beragam kehidupan dari berbagai 'bongso' seperti : bongso uwit bongso sato bongso mino bongso iberan bongso manungso bongso gegremetan dst
didalam endralokapun ada berbagai bongso : seperti bongso siluman, memedhi, dedhemit, peri prayangan/putri kembang, bongso sarpo, lelembut dan juga bongso bethoro..
HYANG HONG WILA HENG
didalam guruloka ada bongso dewo bongso hyang bongso buddo jg bongso gusti...

Jadi segala roso itu dapat terhubung pada pengetahuan dari beragam bongso, dan terbentuknya kesadaran berasal dari jagating kaweruh..bukan jagating percoyo..kepercayaan itu dapat disebut 'keingintahuan' bukan 'pengetahuan' apalagi kebenaran..

OYOTING SPIRITIS
Tubuh yang tidak bergerak disebut 'meneng' didalam meneng pergerakan sekecil apapun akan nampak terlihat/diketahui, itulah mengapa wangwung/wungwang (kejernihan dlm cahaya) itu hanya dapat diketahui didalam kondisi diri yang 'meneng ing neng temenan' (meneng sing saktemene).

JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING LEMAH JOWO




Kaalusan


(spiritualitas)

Berasal dari kata spirit yang berarti semangat/energi, itu merujuk pada istilah roh, menjadi rohani kerohanian adalah serapan dari bahasa asing rohman rohim rohul ruhul... .sedangkan dalam istilah jawa ada sukmo, tapi spiritual tidak hanya tentang sukmo, yakni mencakup tentang kehidupan didalam..

Sebab dari mana bahasa istilah itu berasal maka dari situlah bermula pengetahuannya, tapi dari segi frasa bahasa penggunaan kata roh lebih baik drpd sukmo, seperti roh binatang & sukmo binatang...

Spiritual itu dapat dipercaya dan dipahami tapi hanya dengan mempercayai itu tidak akan dapat merubah kesadaran, membaca dan berdoapun tidak dapat merubahnya..meningkatnya/ berubah/ berkembang/ evolusinya kesadaran itu disebabkan oleh pengalaman² yakni mengalami atau sudah merasakan, begitulah berubahnya sudut pandang diri atas kehidupan.

Didalam setiap kesadaran selalu ada kecerdasan tetapi di setiap kecerdasan tidak selalu ada kesadaran

Spiritual itu hampir sama dengan tahayul/fantasi...sebab ada trik sulap dan ada keajaiban (refleksi spiritual)..ada rekayasa ada kebetulan (ketepatan)

TUBUH HALUS (awak alus)
Didalam raga itu ada sukmo (tubuh hewani) didalam sukmo itu badan (tubuh mineral) didalam badan itu nyowo (tubuh nabati) didalam nyowo itu jiwo (tubuh energi)

Raga = tubuh kasar, tubuh materi disebut juga jasad

Jiwo roso urip itulah dhiri..
Jika jalan pernafasan itu berhubungan atau mempengaruhi kondisi raga, semedi itu berhubungan dengan jiwa, topobroto berhubungan dengan badan nyowo, manekung/meditasi itu berhubungan dengan sukmo..

Dalam setiap raga selalu ada sukmo tapi disetiap sukmo tidak selalu ada raga dalam setiap badan itu selalu ada nyowo tapi tidak semua nyowo ada badan dalam setiap nyowo selalu ada jiwo tapi tidak semua jiwo ada nyowoe..jadi ada hidup² tak berjasad yang bertubuh hewani, ada dhiri² bertubuh mineral juga nabati, serta hidup² bertubuh energi..

Pengendapan² dari energi spiritual itu dapat mempengaruhi dimensi materi (dunia) 

Dari dimensi tubuh hewani yang mengendapkan darah dan daging, energi dimensi tubuh mineral yang mengendapkan tanah dan air, dari dimensi tubuh nabati mengendapkan pepohonan dan tetumbuhan, dari dimensi jiwa tergelar kehidupan.

DALAM SEJARAH
Revolusi itu selalu ada dibawah setiap kepemimpinan, dan tidak sedikit nama² tokoh sejarah tapi sebenarnya fiktif, artinya tidak pernah ada dalam garis sejarah begitulah fantasi yang dipopulerkan demi untuk sebuah kepentingan...

Itu bermula dijaman firaun mesir ialah akhenaten yang menyatakan hanya ada satu tuhan yaitu dewa aten, akhenaten yang materialistis itu memonotheisme tradisi² kuno sebut saja pagan, meniadakan keberadaan dewa² yang lainnya, tradisi² kuno mengalami pembaruhan artinya kemrosotan spiritual, sehingga dimensi spiritual berangsur.angsur melemah, gerbang² nya kian menutup, dan dimensi materi makin menguat.. maka monotheisme itu cenderung kearah materialitas...

Kemudian dilanjut oleh pangeran musa/mousos, lalu nabi2 kaum yahudi pada jaman bapa berlanjut dijaman putra oleh yesus kristus, berlanjut jaman roh kudus : banyak bermunculan nabi2 pahlawan monotheisme...
sehingga kini dijaman moderen : gerbang² dimensi spiritual dipenjuru bumi sudah banyak yang tertutup..
meski sejarah kuno jawa maupun spiritual jawa tidak ada hubungannya dengan itu semua, tapi gerak pelemahan² dimensi spiritual itu pada akhirnya masuk ke tanah jawa

Dijaman kuno merupakan hal yang biasa orang² jawa melihat makhluk halus, berhubungan/berkomunikasi dengan diri² tak berjasad itu hal yang wajar..meski berada pada tingkatannya masing2, karena memang tingkat kecerdasannya yang tidak sama begitupun juga dengan tingkat kesadarannya...kecerdasan² tak berjasad kian menghilang, seperti pemancar gelombang sinyal yang besar dan kuat itu menindih dan menutup serta mengganggu sinyal² yang lainnya...sehingga meski dapat terhubung tapi tidak begitu jelas hanya terlihat samar, mimpi² dalam tidurpun menjadi kacau dan aneh, sulit dimengerti, itulah mengapa realita keajaiban² yang dulu pernah ada, sekarang menjadi sebuah dongeng kiasan..

dikenal dengan sebutan wong ngerti, wong linuwih, wong alus, wong sekti dll...itu artinya leluhur bangsa jawa itu bukan orang biasa dan memang bukan wong alim apalagi wong cino...

CERMIN PANTULAN
Jika ada goresan disini maka disanapun ada goresan
Jika disini ada titik disanapun juga ada titik
Begitulah sangkan paran (sana sini sini sana sama saja)

Seperti dunia parallel, ada kehidupan didimensi lain yang seperti disini..
Seperti berada didepan cermin (toreh hitam disini membuat toreh hitam didalam cermin)

Perasaan² itu terjadi juga dirasakan semasa hidup di dunia dan itulah yang akan menciptakan kondisi hidup setelah meninggalkan dunia, maka pembaruan² rasa hidup itu diperlukan untuk merubah kondisi diri yang lebih baik dalam dimensi spiritualnya...
bukan perbuatan baik bukan pula perbuatan buruk tidak juga tuhan yang akan memberikan surga neraka, tetapi rasa diri yang dirasakan (ditorehkan) itulah yang akan menciptakan surga neraka...

Istilah rosojati itu tidak ada dalam liturgi bahasa maupun budaya manapun, mengapa itu hanya ada ditanah jowo.... melihat betapa pentingnya hal tentang roso, bahkan didalam kesadaranpun ada rasa sadar.... meski dijaman sekarang hal roso sudah dimaterialkan, dimasukkan kedalam bagian dunia (refleksi otak dll).... tapi ketahuilah bahwa rasa duka rasa bahagia rasa diri rasa hidup itu tidak mewujud didunia tidak menjelma dalam dimensi materi, tetapi hanya akan memantul dan menggoreskan garis kondisi yang akan tersingkap disaat dimensi materi itu memudar...

JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING TANAH JOWO




Energi Manipulasi


SPIRIT OF MANIPULATION

adalah taktik pengelabuhan dengan beragam cara dan gaya.. mengelabuhi untuk merugikan orang lain.. mengelabuhi untuk mendapat keuntungan.. baik itu hal2 materi maupun non materi..

adalah seputar informasi yang tidak benar itu dikabarkan
untuk menggiring untuk merubah hal2 yang sudah benar

beritakanlah kabarkanlah asumsi itu secara terus menerus
seperti papan iklan.. sehinggah yang palsu menjadi asli.. yang sudah terbukti benar pun bisa menjadi salah.. asumsi menjadi pengetahuan.. yang fiktif dianggap nyata.. 

ERA ATAU JAMAN DUNIA
sebenarnya era digital itu masih belum saatnya.. tapi era ini dipercepat terjadinya.. bahkan era mesin itu seharusnya belum saatnya tapi itu dipercepat terjadinya.. 
percepatan2 yang tak seharusnya itu akan merubah banyak kesadaran manusia.. yang artinya manusia2 itu belum sepenuhnya dapat menerima era tersebut..
tapi kesadaran harus segera dirubah.. spiritualitas harus ditutup sepenuhnya.. segera harus dimaterialkan seutuhnya tanpa adanya nyala api spiritual (kahyangan api)

IBU PERTIWI
tanah dan air yang mulai terlupakan.. tersapu oleh badai logam.. logam dunia yang sudah mulai berkarat.. akan tergantikan oleh ilusi maya.. maya semu untuk mengosongkan nyata.. menelan dunia menghilangkan pancaindra.. kembali kosong awang uwung..

INFORMATIKA
yaa itulah informasi2 yang beredar menyebar.. penuh sesak ruang informasi itu menyusupi dan menggiring kesadaran diri.. diri2 yang telah terlena terbuai dan masuk ruang silap silap penggelapan mata..

Dijawa ini ada sebutan polo pendem polo gumantung polo wijo polo kesampar .. yang artinya apa2 yang sudah ditumbuhkan diatas tanah jawa ini adalah tanaman2 asli jawa
makanya disebut gemahripa loh jinawi.. entah itu singkong padi jagung teh kopi .. semuanya itu asli dari tanah air sendiri.. bukan dibawa2 bibitnya oleh para bangsa penjajah.. dari sana kesini.. tetapi yang dari sini dibawa2 kesana dan diteliti dikembangkan bangsa2 penjajah tsb..

jadi kalau semuanya itu berasal dari sana mengapa ada begitu banyak dan berlebih disini.. jangankan hanya tanaman pangan.. bunga2 yang tumbuh diatas tanah jawa ini saja ada begitu banyaknya
begitupun juga dengan mineral2 yang terkandung didalam bumi.. itu semua dari sini dan dibawa kesana.. dst

arkeolog2 palsu itu ada banyak diberbagai dunia ini.. hanya bermaksud mengelabuhi.. di era digital ini kepalsuan2 itu disebarluaskan.. pencitraan wilayah? keuntungan materi? menoreh menggaris sejarah? mengkerdilkan? ya seperti itulah..

Leluhur tanah jawa ini sudah yang tertua.. tidak ada kebudayaan yang lebih tua lagi.. juga bumi jawa itu bumi yang tertua.. begitupun juga dengan bahasa jawa dst... .

kalau pemujaan dan legenda dunia itu hanya pada kisah para dewa.. ditanah jawa itu tepatnya era porodewo.. sebelumnya ada era porohyang.. sebelumnya lagi ada era porobuddo
jadi era budaya kuno seluruh bangsa dunia itu tidak akan mungkin setua budaya kuno tanah jowo...

TAKTIKAL
dengan taktik pengelabuhan2 itu agar tercapai misi : menyempurnakan materialisme dengan menjaga api spiritual tetap menyala.. menutup gerbang2 spiritual.. mematerialkan dengan sempurna..... sehingga api spiritual didalam diri itupun padam dan seutuhnya menjadi makhluk materi..

JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO YO WONG ALUS
TANAH JOWO YO LEMAH ABANG
BUMINE YO KUNO MAKUNO




Gelar Gulung


GELAR GULUNG
gelar yang bukan gelar jabatan bukan gulung seperti gulungan
anggelar lan anggulung itu seperti membuka dan menutup juga seperti menghidupkan dan mematikan.. ini salah satu istilah jawa yang tidak dapat ditemukan frasa bahasanya di dalam bahasa indonesia...
tidak seperti menggelar menggulung tikar bukan seperti itu..

.setiap ada yang digelar akan ada yang digulung begitu juga sebaliknya..

sedangkan dimensi dunia atau jagad materi itu adalah apa yang digelar oleh pancaindra
yakni diadakan oleh pancaindra ; pancaindra itu jagad cilik dan dunia itu jagad gede

ADAnya jagad gede itu karena ADAnya jagad cilik
TIADAnya jagad gede itu karena TIADAnya jagad cilik
tapi KEJADIAN ada dan tiada NYA itu BARENG/bersamaan

jadi kalau pancaindra tiada maka duniapun tiada...seperti tiadanya bentuk rupa warna ketika penglihatan itu rusak....bentuk rupa itu ada karena ADAnya penglihatan...jadi jagad bentuk rupa warna itu digelar oleh penglihatan
penglihatan = jagad cilik
bentuk rupa = jagad gede
jagad gede iku terusane jagad cilik

GETHER
itu hanyalah energi dan getaran sedangkan didalam kesejatian itu adalah suatu keselarasan (frekuensi) .. energi tersebut tergelar menjadi sesuatu/berubah menjadi energi yang bergerak (doyo urip).. kemudian menggelar/menjadikan getarannya bergerak (berfrekuensi)... jika pendengaran menggelar suara penglihatan menggelar bentuk rupa...begitulah adanya doyo urip menggetarkan getarannya..

istilah atau gagasan 'tuhan menciptakan dunia' itu sebenarnya tidak benar..begitulah pandangan materialisme.. sebab yang mengADAkan jagad dunia itu pancaindra bukan tuhan... begitu juga dengan jagad2 dimensi lainnya... yang mengADAkannya itu urip menggunakan doyo urip...

.disetiap frekuensi selalu terdapat getaran tp tidak semua getaran itu berfrekuensi

.sedangkan pada setiap energi selalu ada getaran juga sebaliknya.. keduanya itu seperti sebab akibat (satu tapi dua rupa)

itu adalah sesuatu yang sama yakni energi dan getaran tapi doyo urip yang berbeda membuatnya terangkai menjadi hal2 yang berbeda... menjadi bentuk rupa warna cahaya karena penglihatan...menjadi suara menjadi bebauan dst karena perbedaan doyo urip... .
menjadi apapun itu bergantung pada doyo urip... jadi jagad dunia atau dunia ini bisa disebut getarane poncodriyo...

-bentuk rupa warna 
-suara
-bebauan
-panas dingin lembut kasab
-manis asin pahit 

itulah lima hal yang dalam kesatuannya disebut dunia atau jejagating poncodriyo... .

MANIFESTASI
jadi ketika rasa duka kesedihan/susah sumusah itu lebih besar daripada rasa bungah/riang gembira maka jagad kaswargan/dimensi surga itu sulit ditemukan yang artinya diri tidak dapat mengalaminya..

.awang uwung kang tanpo wates ; artinya ruang energi tanpa batas yang meliputi segalanya...

jika jagad dunia itu perwujutan dari pancaindra maka jagad surga itu perwujutan dari rasa bahagia dan jagad neraka itu perwujutan dari rasa duka.. .

memang sulit untuk diterima karna masih terpaku pada ruang keberadaan surga seperti pada umumnya hal yang sudah beredar (gagasan yg sudah populer)

hal dunia saja sudah jelas: ketika orang sedang sakit indranya melemah : makanan enak pun menjadi gk enak dan menjadi enak jika dimakan oleh orang yang sehat.... .itulah mengapa kesedihan tidak dapat melihat dan menemukan surga.. .diri2 yang penuh dg rasa sedih hanya akan menggelar keberadaan neraka...

beda dengan rasaning raga/pancadriya, rasaning perasaan itu hal tentang jiwa tidak rusak tapi dapat berubah.. .

sebut saja rasa kaswargan ; gembira - cinta - berani
sebut saja rasa kanerakan ; sedih - benci - takut

jadi jagad surga neraka itu bukan pemberian bukan pula harap keinginan bukan hukuman juga bukan balasan masa depan... melainkan hal yang digelar oleh rasa diri ; rasaning perasaan...

jika penglihatan itu dapat mewujutkan bentuk rupa warna maka rasa perasaan itu dapat mewujutkan sesuatu yang berselaras dengannya.. maka rasa kesadaran itupun juga dapat mewujutkan dan merangkai kekosongan tak berwujud menjadi isi yang dapat dialami... maka tajamnya visi atau visualisasi yakni 'cipto' itu dapat mewujutkan yang tak berbentuk menjadi sesuatu yang terbentuk...

.sebab doyo urip itu mampu menggetarkan awang uwung kang tanpo wates... .

.didalam frekuensi yang sama itu adalah pancar gelombang keselarasan

dan jiwa2 materi diri2 materi kesadaran2 materi itu tidak dapat menggetarkan awang uwung melainkan hanya dapat mengubah hal2 yang bersifat material (yg nampak yg tersentuh dst)

API SPIRITUAL
itu nyala api didalam diri bukan panas tubuh bukan api didalam tubuh... selama api itu tetap menyala diri/aku tidak mengalami proses pembekuan (menjadi materi)
mungkin ada yang menyebutnya : api penyucian tapi bukan itu... .api penyucian itu kremasi/pati obong... .api penyucian itu juga bukan penebusan, tetapi menjadi jalan reinkarnasi...

Api Abadi
begitulah sandi untuk tetap menjaga api dalam diri itu tidak padam.. tetap menyala meski semuanya telah padam dan membeku... 

YO NGGELAR YO NGGULUNG
itu seperti membuka dan menutup mata
begitu juga dengan keberadaan surga neraka
surga digelar neraka tergulung
neraka digelar surga tergulung
apapun itu entah "kedamaian" yang dicari atau "ketenangan" tetap saja disebut merasakan.. yang artinya menggelarnya (mengADAkannya)

diri itu yang menggelar bukan yang digelar oleh keadaan (ruang keberadaan)
makanya ada yang disebut waseso .. yang berarti diri menguasai bukan dikuasai, menggelar bukan digelar, mengadakan bukan diadakan... dst

.damai tenang nyaman dst itu bukan bagian dari dunia tetapi itu "rasa diri" bukan materi bukan isi dunia, tidak ada didalam dunia dan pancaindrapun tidak mengerti tentangnya...

.itu nyala energi (kekuatannya) sebab sudah melemah makanya sulit menjadi terang sulit untuk ditemukan..

sebab rasa kanerakan lebih sering digelar dinyalakan oleh diri.. maka rasa kaswargan mulai melemah dan meredup

ketika didayagunakan itu akan menguatkan
tidak didayagunakan maka itu melemahkan

semuanya ya segala sesuatu itu adalah energi
yang tersusun selaras dalam frekuensinya masing2
yang tergelar dan yang tergulung menjadi ada dan tiada
A menjadi huruf A disebut A bermakna A adalah garis2 yang disusun dirangkai sedemikian rupa..dan dengan garis yang sama tersusun menjadi B mnjdi C dst....

jadi jagat itu adalah apa yang digelar oleh hidup.
. jagat itu tidak menggelar hidup.. jagat itu ruang lingkup yang digelar.. sedangkan hidup itu adalah yang menggelar.. dengan pancaindra menggelar alam dunia.. dengan rasa kaswargan menggelar alam surga.. dengan kedukaan menggelar alam neraka.. dengan rasa damai menggelar kedamaian dengan rasa tenang menggelar ketenangan dst.... .

TRILOKA : JANOLOKO - ENDROLOKO - GURULOKO

JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO BONGSO NIRWONO




KEBANGKITAN


AWAKENING
Singkat saja :
itu artinya "kebangkitan"
itu bukan bangun bukan tergugah bukan tersadar..
melainkan "perubahan yang berkembang"
dan tidak ada kebangkitan tanpa kematian..

sedangkan bertambahnya pengalaman serta pengetahuan itu menambah wawasan dan menjadikan berkembangnya kesadaran..

karena kebangkitan itu berhubungan dengan kematian..
makanya ada kalimat :
'urip saknjeroning pati lan pati saknjeroning urip'

begitulah kebangkitan..setelah mati ada kebangkitan...tetapi tidak sedikit adanya kematian2 dengan tanpa adanya kebangkitan...

dan didalam kebangkitan itu selalu ada pencerahan tapi tidak semua pencerahan itu disertai dengan kebangkitan..

jadi tanpa pernah merasakan mati kebangkitan takkan pernah dialami..

"hidup didalam mati & mati didalam hidup" itu bukan kiasan dan tidak ada hubungannya dengan hawa nafsu...tetapi merupakan tanda atas "kebangkitan spiritual"




Manifestasi Energi


MANIFEST ENERGIES

Kebiasaan2 itulah yang memicu adaptasi (penyelarasan)
berubahnya kebiasaan2 itulah yang memicu evolusi
begitu juga dengan kondisi2 tubuh (raga) terbentuk dari kebiasaan organ2 tubuh yang bergerak menyerap dan membuang.... .

HERBAL (JAMU)
yaitu racikan tradisional jawa yang sudah ada sejak jaman dahulu kala... .itu sebagai pengganti energi tubuh dan juga sebagai penambah atau menggantikan energi yang hilang maupun sebagai tambahan energi yang tidak ada didalam tubuh... .

racikan yang terbuat dari dedaunan biji2an dan juga akar tetumbuhan sebagai suplemen tubuh.... .
untuk mengatasi segala keluhan2 tubuh
untuk menjawab jeritan2 tubuh
untuk memenuhi kebutuhan energi bagi tubuh... .

HISTORIES
dalam sejarah kuno orang2 daratan mongolia terobsesi untuk mencari obat hidup abadi
sedangkan orang2 dari daratan timur tengah mencari air kehidupan
dan orang2 dibelahan eropa mencari pohon kehidupan

itu mencerminkan betapa orang2 kuno dibelahan dunia terusik oleh kondisi tubuh yang menua melemah dan rusak... .

sedangkan ditanah jawa para leluhur sudah meracik ramuan untuk mengatasi kondisi tubuh yang dikenal dengan sebutan JAMU.. .

Dan dijaman kuno masih ada IBU BUMI yang melahirkan aneka ragam tetumbuhan2 hingga bumi jawa menjadi gemahripa
masih ada DEWI SRI yang menyuburkan tanaman... dst

MANIFESTASI
adalah sebuah perwujutan dari ketiadaan menjadi ada
menjadi ADA itu bukan hanya tentang materi (sentuhan pancaindra) tetapi juga tentang rasa yang dirasakan maupun tentang hal2 kondisi tubuh dll... .

ADA itu bisa dirasakan KEBERADAANNYA

jadi manifestasi itu tentang mewujutkan ketiadaan yang tidak dapat dirasakan sehingga menjadi dapat dirasakan ( ada )

DOYOING ROGO
berbeda dengan hal konsumsi nutrisi yang memicu pertumbuhan... .konsumsi jamu itu konsumsi energi dan tidak memicu tumbuh kembang tubuh... .

energi tubuh yang kurang ditopang oleh energi jamu
tubuh yang sakit yang lemah disembuhkan dikuatkan

dan ketika tubuh dialiri oleh energi dari jamu tsb secara terus menerus.. .sampai pada titik adaptasinya tubuh... .maka terjadi perubahan setelah penyelarasan... .sehingga tubuhpun memiliki dan dapat mewujutkan energi yang serupa dengan energi dari jamu tsb.. .yang artinya tubuh memiliki energi baru .. begitulah Kanoman.

jadi semisal tubuh sakit linu dan konsumsi jamu pegel linu (energi utk mengatasi linu) maka ketika itu dikonsumsi secara rutin sampai pada tingkat evolusi tubuh.. .maka tubuhpun menjadi tanpa linu sebab sudah bisa mewujudkan energi dari jamu pegellinu...dst

dan itu berbeda hal dengan konsumsi obat2an farmasi

jadi racikan jamu para leluhur tanah jawa itu bukan sekedar obat melainkan cara mewujutkan energi bagi tubuh... .

Kunyit - Jahe - Lengkuas - Kencur : inilah inti racikan jamu... .

tidak perlu tertipu oleh silap media informasi dijaman sekarang yang menunjukkan tanaman ajaib disana tumbuhan A B C disana yang istimewa yang hebat... .

ketahuilah itu hanya silap media.. sedangkan tanah gemahripa itu disini ditanah jawa..

JOYO JOYO WIJOYO TANAH JOWO
GEMAHRIPO LOH JINAWI




Energi Dan Materi

MATERI & ENERGI

MATERI

..Materi adalah obyek atau sesuatu yang membutuhkan ruang yang terdiri dari atom serta molekul sebagai pembentukannya dan memiliki massa serta kapasitas/volume tertentu..dan juga kasatmata
..materi terbagi atas : padat, cair, gas, plasma
..didalam setiap materi terkandung adanya energi
dikarenakan terdapat energi pada setiap massa/beban

..Susunan atom dan molekul molekul menjadi pembentukan : menjadi padat sebab massa melebihi kapasitas, menjadi cair sebab kapasitas yang melebihi massa..menjadi gas sebab massa yang seimbang dengan kapasitas/volume..sedangkan plasma adalah materi yang massa.nya tidak beraturan..
didalam tiap massa terkandung energi

ENERGI (doyo)

Didalm setiap materi terkandung energi, itu karena materi terbentuk oleh energi, dan materipun juga dapat menghasilkan energi (perubahan kimia)..
didalam energi tidak ada materi, sekalipun materi dapat menghasilkan energi, energi tersebut adalah energi lepas/lanjutan ; tak terkandung materi didalamnya

..jenis energi pada dasarnya yaitu : bergerak dan diam
..tarik menarik dan tolak menolak menjadi sifat energi

panas..dingin..gelap..terang

pengetahuan tentang gelap dan terang terdapat pada penglihatan
pengetahuan tentang panas dingin terdapat paad tubuh (sensorik tubuh)
pengetahuan tentang suara/getaran terdapat pada pendengaran
getaran gelap terang panas dingin itu energi..
Dunia ini dipenuhi oleh energi..dari getaran2 suara, gelombang2 radiasi...
untuk selanjutnya ; hidup kehidupan pun hanyalah energi dan energi tersebut saling bersentuhan..
Contoh kasus ;
pada saat seseorang sedang makan dan minum :
disini yang terjadi adalah sentuhan energi pada penglihatan dan perasa lidah dan penciuman juga perasa tubuh..
penglihatan mengetahui rupa bentuk warna makanan..
perasa tubuh mengetahui lembutnya makanan (gk atos)
penciuman mengetahui bau makanan
perasa lidah mengetahui manis pahit asin....gurih
jadi ketika seseorang itu tanpa penglihatan memakan makanan, dia memakan tanpa mengetahui bentuk dan warnanya...hanya menggunakan perasa tubuh serta penciumannya..
jadi disini materi sudah kehilngan bentuk juga warna..
jadi tanpa energi materi itu tidak akan ada (wujud)... .
dan makanan bagi organisme hidup bukanlah bentuk rupa warna bau rasa asin pahit manis yang diperluknnya, tetapi energi yang terkandung dalam mkanan tersebut.lah yang diperlukan oleh tubuh sebagai penambah energi di tubuh..

..jadi segala sesuatu hanyalah energi dan gerak.



Logika

LOGIC (logis)

Logika adalah ketrampilan dalam berpikir, mencakup hal hal yang bersifat rasional (bisa dicerna oleh pikiran)
sedangkan pikiran membutuhkan 'ketepatan, benar, lurus' 
yang berarti jangkauan berpikir dalam kemurniannya
standart kemurnian berpikir itu tatkala pikiran jernih, terlepas dari belenggu Emosi ,ya disitulah letak kebenaran..

NALAR

Ialah pertimbangan dalam berpikir
penalaran yang logis dapat dibuktikan dalam ketepatannya yang saling berkesinambungan
bukti bukti atas penalaran menjadi cermin atas logika..

PEMBAGIAN

Llogika terbagi atas :
-dasar
-dalam
-inti
logika dasar merupakan sistimatisnya berpikir, yang dapat berkembang, tergantung pengolahan penalarannya.. dapat menjangkau yang lebih jauh tetapi tetap dalam ranah logika dasar (sistimatis)
logika dalam yakni jangkauan berpikir yang lebih mendalam (non sistimatis/abstrak) tetapi saling berkaitan dengan nalar pembuktiannya, yang bersambung berhubungan dengan berbagai bukti.bukti yang terlihat fiktif dalam garis logika dasar..
logika inti yakni logika yang lebih mendalam, mencakup kepekaan nalar, jangkauan nalar yang lebih mendalam, dimana dalam kepekaannya yang mendalam itu, mendapati berbagai bukti bukti atas nalar..…

CONTOH

logika dasar :
binatang adl makhluk hidup
manusia adl makhluk hidup
manusia dan binatang sesama makhluk hidup.
logika dalam ;
air adl sumber kehidupan
tanpa air hanya ada kekeringan
karna setiap makhluk hidup butuh air
uap es embun jg merupkn air
tumbuhanpun jg menjadikn air sbg sumber kehidupanny.
logika inti ;
air bisa berubah ubah
air bisa menghidupi jg mematikan
didlm air terkandung molekul energi
secara garis besar dlm logika ada :
sama dan serupa
serupa tp tdk sama
sama tp tdk serupa
Logika dan nalar
dua hal yg sama tp tk serupa...




Pengetan

PENGETAN

PEPENGET ING LAKU 

Ngolah doyo njero ugo doyo njobo
klawan meneng ngumpulno doyo
sangsoyo gede sangsoyo ketoro
mundhaking doyo agawe santoso

NGOLAH AMBEGAN

Nalikane ngolah napas, iku tumujune angen2 ; pangecap pandulu pangrungu pangambu ; hiyo ng udarae, ng udaea sg diserot dadi bayu ing njero rogo, njur dibuwang metu...iku titik fokuse ng UDARAE...
dene sg latian olah nps jogo rogo ; hiyo nuju howo sg lumebu metu ing rogoe ; pamusatane, ws ora nggatekno udara lan liyo2ne, amung nuju howoe ; soyo suwe sangsoyo cetho ; kroso, ngrasakno lumebu metune howo ng rogoe ; iku arane ROSO ; sg dgae ngrasakno ; lha roso iku sapirang pirang jenis, kebagi ; sg kasar/gmpng diroso..sg alus/kurang gmpng..sg luwih alus/luwih ora gmpng...iku kbeh mung ayang2 sg kumambang, hiyo wewayange roso kang sejati.
ora gae roso yo ora biso ngrasakno ; ateges hampa..ono udara melbu ra kroso, ono adem panas ra kroso, mulo dsebut hampa...

MANEKUNG

Nalikane ngolah unsur2 sanjeroning rogo y ngunu...kabeh diempakno dipusatno ng unsur sg dadi sejoe...poncodriyoe y nuju ng unsur sg diolah...dene ambegane ora perlu ditoto, supoyo manut ambegane panekungan...yen ora ngunu artine ora manekung tp ngolah ambegan...mergo isih fokus mrunu..
diarahno nganggo ciptoe nganti ngrasakno unsur sg sejo diolah... dadi ora mung kiro kiro, nanging kudu weruh, yo weruh ing mundhaking doyo sg diolah...

-PEPINDHAN-

Arep nyambung weruh rerupan y ngenggo pandulu, arep weruh sworo y nganggo pangrungu.......isp
samono ugo arep weruh sukmo y nganggo ciptoe, arep weruh badan y nganggo aura.prana, arep weruh nyowo y nganggo rahso.karso....... weruh rerupan : ngrasakno nganggo pandulu, weruh sworo : ngrasakno nganggo pangrungu....iku arane laras runuting jagad..
.Ngrasakno iku ; ngempakno roso/nggunakno roso, endi roso sg dirasakno ; yoiku sing digawe nggelar.

TOPOBROTO

Nalikane nyerot doyoe bawono y ngunu, nganti kroso cetho melbu metune... .iku aran sadar, yen ora mangkono ateges tanpo sadar...yen manekung nganggo cipto, yen topo nganggo karso... dadi kabeh kabeh ditujuno marang doyo sg diserot...njur ambegane manut ambegane topo, ora topo manut ambegan, topoe y nuju marang doyo sing diserot...

SEMEDI

Nalikane menengno rogo ; ateges ngleremno poncodriyo
iku y nujune ng lereme, ora ng pengaturan ambegane...
banjur menengno cipto.riptoe ; ateges maheningno cipto
iku nujue ng kaheningan ora ng ambegane
dadi yen menengno rogo, ambegane manut dadi ambegane meneng..
yen ngeningno cipto ; ambegane manut dadi ambegane kaheningan...ora sewalike..
banjur wening ; nglerem rahso...sg tinuju y ng rahsoe nganti biso lerem, 
ambegane manut dadi ambegane kaweningan..
katelune mw nunggale kaaran ; meneng ing neng temanan..yoiku sg disebut semedi...
ngupadi undhaking jiwo, tumuju urip kang sejati...
dadi yen kerep semedi ; jiwoe sangsoyo alus... luwih alus...nganti tekan alusing alus ; 
yoiku jiwo bongso pengeran.




Jangkepe Ingkang Aran Lerem

JANGKEPE INGKANG ARAN LEREM

:::::::::

Wening kang cetho welo welo
padhang tanpo alinge ngrahono
sumebyar laras nyantosani rogo
meneb reregeting dadi sirno

KAWENINGAN

Menengno rogo, Ngeningno cipto banjur Ngenebno rahso
rosoe rahso hiyo rosoning kekarepan
awit sing gede cilik, tipis kandhel, alus kasar
kapilah pilah lan kaenebake
menebing rahso yoiku tegese wening
weninge rahso anggelar jejagade, yoiku
wang wung kang tanpo wates kang ngemot sekabehe kaweruh
pepindhane wus ora koyo katindihan gunung maneh
ananging gumrigah wus amindah gunung kang ngaling ngalingi
cetho padhang yoiku kang aran wus pramono..

Wening iku bening, hiyo nalikane rahsoe biso meneb
dene menebe rahso iku sing dadi jalaran gumrigahe budhi
lan dadi pambuka plawangan alusing roso pangroso 
dadi sebab kandhele roso kamanungsan kang sejati
uga kang mahanani salin rupoe kabeh jiwo

Saben ono rahso iku mesti bareng onoe roso
Mung onoe roso iku ora mesti bareng karo onoe rahso
Rahso iku ALUSING KEKAREPAN
sing kasar sing alus sing apik sing olo hiyo kaenebke
gething dhemen, bungah susah, wani wedi
iku enem bongkoting rahso
dene koyo nesu muring manglah sengit was sumelang getir kuwatir isp...
iku kabeh mung pang pang ateges ; anak.ane bongkoting rahso
hiyo sangsoyo suwe sangsoyo mati menowo kerep meneb rahsone

BUDHI

Awit cipto lan angen2 iku hiyo pamikir
samono ugo budhi hiyo pamikir
yen bongso janaloka ndunungi angen angen
bongso kaendran ndunungi cipto
bongso kadewatan ndunungi budhi
awit budhi utomo, budhi jatmiko, budhi rahayu.....isp 
sing kabehe iku cacahe ono pitu geneb wolu

Ono budhi kaweruh ; yoiku bongkoting budhi
sing mung ono ing kaweningan
Utek yoiku pucuke budhi
nalikane durung biso migunakno pucuke budhi
iku lirkadiyo wong sing isih ketindihan gunung
hiyo gedhene rahso sing kaumpamakno gunung
nalikane wus biso migunakno pucuke budhi
kaaran wus tangi budhine, kaumpakano koyo wong kalingan gunung
mulane yo isih kagubet ing pepethenge bebingung
menowo kerep angenebno rahsoe, sangsoyo cetho sangsoyo padhang
ateges wus amindah gunung kang ngaling ngalingi
angen2e padhang, jembar, landhep panggraitone
samubarang prakara iku isih kalilingan/katutupan hiyo durung cetho
mulane enebno rahsomu...

GEGAMBUHAN

Weninge rahso iku alusing rahso, dene alusing rahso iku wes mesti bareng karo luwih alusing roso
ateges dumunung ing roso kang luwih alus (roso kasar-roso alus-roso luwih alus-roso alusing alus)

Wus ora loro rogone hiyo wus tanpo pegel rogone
Wus tanpo susah, amung ono kanirwanan
Enteng tan ono abot sarwo gampang panggraitone
Angen angen kang wus padhang, jalaran soroting budhi
Mulo ora rekoso amikir babagan sing gedene dikoyoopo byar ambyar

SUNYOE WENING RURI ING SEPI

Hiyo alusing alus iku kang aran roso sejati, kang tunggal anane tetep ing murnie kaaran ; sangkalpa
nalikane bongkoting budhi biso nunggal klawan sangkalpa, iku kaaran : wus 'tatas ing budhi'
awit tekan ingkang sejati, anggelar kahanan kang sejati, yoiku kajaten..
kang wus tanpo kantha tanpo kanthi
mulo kasebut trah kusumo rembesing madu tedhaking andono warih
wus tan luwe tan turu, mangan turuo amung sarat bae
teguh yuwono kalis ing sambekolo nir sambekolo

Menengno rogo Ngeningno cipto Ngenebno rahso
Meneng ing Neng temenan ; yoiku kang aran semedhi

PEPENGET

Janaloka iku ginelar dening angen2 klawan poncodriyo
Endraloka iku ginelar dening cipto klawan astendriyo
Guruloka iku ginelar dening budhi klawan roso luwih alus
Kajaten iku ginelar dening nunggale budhi klawan rosojati

Dhiri2 arcopodo iku angen2e luwih kandhel tinimbang ciptoe
Dhiri2 kaendran iku ciptone luwih kandhel tinimbang angen2e
Dhiri2 kadewatan iku budhine luwih kandhel tinimbang ciptone

Bongso janaloka yo duwe budhi cipto mung angen2e luwih kandhel
bongso endraloka iku y duwe budhi angen2 mung ciptone luwih kandhel
bongso guruloka yo duwe cipto angen2 mung budhine luwih kandhel
sg ndunungi janaloka iku y biso wikan ing kaheningan mung ora akeh
sg ndunungi endraloka iku yo biso wikan marang kaweningan mung ora jangkep
kabeh2 y gumantung ing praupan jiwoe
ono sg ora salin babarblas, ono sg arepe salin, ono sg wus salin
ono sg saline tambah kasar lan ono sg saline tmbh alus
Pengetan : alus kasar iki mung kahanane bae..kanggo mbedakno blegere..
koyo dene mungguhe rogo sukmo iku alus, mungguhe sukmo badan nyowo y luwih alus.....

Yen wong janaloka kerep ngempakno roso kasar
wong endraloka kerep ngempakno roso alus
wong guruloka kerep ngempakno roso luwih alus

Yen menenge rogo ambuka alusing poncodriyo
ngeningno cipto ambuka murnie sukmo
ngenebno rahso ambuka plawangane rosojati
kabeh mau ateges jalaran pambuka ing semedhi...


Kadewatan ( Guruloka )

GURULOKO

KADEWATAN

Hyang hong wila heng
Awigna budiwa nowo songo
Sang dewo sang hyang sang buddo
Gusti tetep ingkang moho suci

Guruloka gelar jejagating bongso kadewatan
Tegese guru iku guruning jagad
Pamomong jagad penggelar nirwono
Kaswargan kanerakan wus lebur ora ono
Bungah klawan susah wus nunggal lebur
Salin kahanan kaganti sarwo seneng
Jalmo guruloka hiyo wong wong kadewatan

Yoiku.
bongso dewo bongso hyang bongso buddo bongso gusti

Bongso dewo
Yoiku diri diri kang wus dunungi kabecikan
Dene wong becik iku dudu wong sing karep becik
Tegese wong karep becik iku isih nuju dadi wong becik
Amargo isih durung ngenggoni kabecikan
Jiwone isih durung salin luwih alus
Mulo dirine isih demen marang becik
Isih gething utowo ngemohi olo
Wong ingkang nuju marang becik iku
Mung ngenggoni becik ing karep
Dirine isih durung salin dadi diri ingkang becik
Hiyo durung dunungi bongso dewo
Koyo dene meneng, durung meneng temenan
Amargo jiwoe isih durung salin rupo
Bongso dewo iku bedo klawan bongso hyang

Bongso hyang
Yoiku diri diri kang wus dunungi kawicaksanan
Wus dadi wong ingkang wicaksono
Iku dudu wong sing karep wicaksono
Dudu wong sing lagi nuju kawicaksanan
Dene wong karep wicaksono iku isih ngudi kawicaksanan
Mulane isih gething ora adil lan dhemen adil
lan sewalike
Ugo isih dhemen marang kawicaksanan
Kaaran durung ngenggoni wicaksono
Amargo jiwone isih durung salin rupo
Hiyo ora ndunungi bongso hyang
Bongso hyang iku bedo klawan bongso buddo

Bongso buddo
Yoiku diri diri kang wus dumunung ing pangastuti
Ateges wus dadi wong kang welas asih
Dudu wong kang lagi nuju marang welas asih
Yo dudu wong kang karep welas asih
Dene sing karep utowo tumuju welas asih
Iku isih pamrih marang dirine
Isih dhemen welas asih
Ugo isih misah welas klawan asih
Amargo jiwone si diri isih durung salin rupo
Hiyo durung ngenggoni bongso buddo

PEPENGET
Wong bongso dewo iku dirine luwih alus tinimbang bongso bethoro
Dirine bongso dewo sandangn jiwo kabecikan
Ateges rosone kabecikan dadi pancering dirine

Wong bongso hyang iku dirine luwih alus tinimbang bongso dewo
Awit dirine bongso hyang sandangn jiwo kawicaksanan
Ateges pancering roso uripe iku arupo wicaksono
Yoiku diri diri ingkang wicaksono

Wong bongso buddo iku dirine luwih alus tinimbang bongso hyang
Yoiku diri kang wus sandangan jiwo pangastuti
Ateges sing dadi pancering roso uripe iku welas asih
Dene wicaksonoe ugo kabecikane iku mung ubo rampe (ancer ancer)

Dene kabeh wong guruloka/kadewatan iku anggelar nirwono

Bongso gusti
Gusti iku dudu dewo hyang ugo buddo
Gusti iku ingkang moho suci
Gusti iku mung siji
Dene buddo iku akeh… sang buddo amung siji
Hyang iku yo akeh…. nanging sang hyang iku siji
Dewo hiyo akeh…. nanging sang dewo iku mung siji
Mulane ono aku ono sang aku

TUMITIS
Nitis tumitis manitis titisan katitisan
Awit sing biso manitis iku jalmo kadewatan
Hiyo wong wong guruloka
Yoiku jalmo ingkang dumadi
Ingkang nggelar rogo
Temurun laer ing arcopodo
Hiyo iku dumadi sing kaaran titisan
Titisan iku dudu rengkarnasi hiyo dudu katitisan

GUMELARING GURULOKA
Kabeh uwong iku biso ndunungi bongso kadewatan
Hiyo biso dunung ing kaendran
Dadi salugune bongso kadewatan kaendran nalikane njalmo
Gumantung ing praupan jiwoe ing salin lan orane
Kabeh urip bongso kaendran rosoe iku roso alus 
Dasare roso alus iku bungah susah dhemen gething wedi wani (swargo/naroko)
Kabeh urip bongso kadewatan iku rosoe luwih alus
Dasare roso luwih alus iku seneng tresno tatag (nirwono)

Ora amargo ngujo ora amargo nyembah bongso kadewatan
Uwong biso dadi bongso kadewatan
Ora amargo lelakon becike…uwong ngenggoni jiwo ingkang luwih alus
Bisane hiyo mung naliko jiwo salin rupo amargo kerep semedi

Ora ono bongso kadewatan iku duwe pengikut
Pomo duweni pengikut….si pengikut mesti ora ning guruloka
Ateges ora biso manjing dumunung ing kadewatan
Amargo gelar gumelar uripe wus ora podo
Ateges ora ono sesambungane

Dene ing arcopodo kabeh urip sandangn rogo
Kanggone sing podo podo makartino poncodriyo
Mesti bae biso srawungan seksen sineksenan
Amargo gelar gumelar jagate podo
Sing ngalami podo iku rogoe dudu jiwoe
Poncodriyoe dudu roso pangrosoe
Dene gelar gumelar jiwoe wong arcopodo iku ora mesti podo
Mulane ono sing dhemen iki ono sing ora
Ono sing gething iku ono sing dhemen iku
Susah bungahe yo bedo sangkane
Adem tentreme yo ora podo, yen podo amesti sambung (salaras)
Dadi mung podo podo anggelar arcopodo : rogoe
Ateges podo podo ngalamine (seksen sineksenan)

PENGETAN
Kaswargan lan kanerakan iku ono ing endi endio papan lan mongso
Amargo kekarone iku digowo digembol manungso mrono mrene
Sing nggelar jagad iku urip
Dene urip ora digelar jagad
Anane jagad iku soko anane urip
Dudu anane urip soko anane jagad
Bangsane sato dadi bangsane manungso
Bangsane manungso dadi bangsane sato
Bongso kadewatan dadi bongso manungso
Bongso manungso dadi bongso kadewatan kaendran kajaten
Wong kaendran ora weruh marang kadewatan kejobo mung satitik (ora akeh weruhe)
Wong kadewatan ora weruh ing kajaten, kejobo mung satitik
Mung wong kajaten bae sing biso weruh kahanan jati
Olehe weruh klawan jangkep (wutuh)

Tegese wong kadewatan iku jalmo urip ing guruloka
Tegese wong bongso kadewatan iku dumadi sing jiwoe ngenggoni jiwo2 bongso guruloka
Dadi wong bongso kadewatan iku dumadi pawakan wong kadewatan
Jalmo iku urip bebadan jiwo
Dumadi iku urip bebadan rogo
Setitah iku urip bebadan sukmo
Ning arcopodo ono swargo naroko (mangan enak turu ora penak)
Ning kaendran ono swargo naroko (bungah susah)
Ning guruloka iku ws ora ono swargo naroko
Ateges wus tanpo susah 
Dadi kabeh urip ing guruloka iku wus tanpo susah (nirwono)
Dene tanpo susah iku ono rong macem
Ono tanpo susah (peteng) ono tanpo susah (padhang)

Bongso kadewatan iku rahsoe luwih alus
Bongso kaendran iku rahsoe alus
Bongso kadewatan jiwoe iku luwih alus
Bongso kaendran jiwoe iku alus
Bongso kadewatan rosoe luwih alus
Bongso kaendran rosoe alus
Bongso kadewatan ndunungi budhi
Bongso kaendran ndunungi cipto
Dene wong janaloka iku ndunungi angen angen
Jiwo roso rahsoe isih kasar
Tegese alus iku padhang
Tegese kasar iku petheng
Sing padhang hiyo cetho sing petheng iku ora cetho
Kaaran samar iku amargo ono ing antarane padhang lan petheng.