Energi Manipulasi


SPIRIT OF MANIPULATION

adalah taktik pengelabuhan dengan beragam cara dan gaya.. mengelabuhi untuk merugikan orang lain.. mengelabuhi untuk mendapat keuntungan.. baik itu hal2 materi maupun non materi..

adalah seputar informasi yang tidak benar itu dikabarkan
untuk menggiring untuk merubah hal2 yang sudah benar

beritakanlah kabarkanlah asumsi itu secara terus menerus
seperti papan iklan.. sehinggah yang palsu menjadi asli.. yang sudah terbukti benar pun bisa menjadi salah.. asumsi menjadi pengetahuan.. yang fiktif dianggap nyata.. 

ERA ATAU JAMAN DUNIA
sebenarnya era digital itu masih belum saatnya.. tapi era ini dipercepat terjadinya.. bahkan era mesin itu seharusnya belum saatnya tapi itu dipercepat terjadinya.. 
percepatan2 yang tak seharusnya itu akan merubah banyak kesadaran manusia.. yang artinya manusia2 itu belum sepenuhnya dapat menerima era tersebut..
tapi kesadaran harus segera dirubah.. spiritualitas harus ditutup sepenuhnya.. segera harus dimaterialkan seutuhnya tanpa adanya nyala api spiritual (kahyangan api)

IBU PERTIWI
tanah dan air yang mulai terlupakan.. tersapu oleh badai logam.. logam dunia yang sudah mulai berkarat.. akan tergantikan oleh ilusi maya.. maya semu untuk mengosongkan nyata.. menelan dunia menghilangkan pancaindra.. kembali kosong awang uwung..

INFORMATIKA
yaa itulah informasi2 yang beredar menyebar.. penuh sesak ruang informasi itu menyusupi dan menggiring kesadaran diri.. diri2 yang telah terlena terbuai dan masuk ruang silap silap penggelapan mata..

Dijawa ini ada sebutan polo pendem polo gumantung polo wijo polo kesampar .. yang artinya apa2 yang sudah ditumbuhkan diatas tanah jawa ini adalah tanaman2 asli jawa
makanya disebut gemahripa loh jinawi.. entah itu singkong padi jagung teh kopi .. semuanya itu asli dari tanah air sendiri.. bukan dibawa2 bibitnya oleh para bangsa penjajah.. dari sana kesini.. tetapi yang dari sini dibawa2 kesana dan diteliti dikembangkan bangsa2 penjajah tsb..

jadi kalau semuanya itu berasal dari sana mengapa ada begitu banyak dan berlebih disini.. jangankan hanya tanaman pangan.. bunga2 yang tumbuh diatas tanah jawa ini saja ada begitu banyaknya
begitupun juga dengan mineral2 yang terkandung didalam bumi.. itu semua dari sini dan dibawa kesana.. dst

arkeolog2 palsu itu ada banyak diberbagai dunia ini.. hanya bermaksud mengelabuhi.. di era digital ini kepalsuan2 itu disebarluaskan.. pencitraan wilayah? keuntungan materi? menoreh menggaris sejarah? mengkerdilkan? ya seperti itulah..

Leluhur tanah jawa ini sudah yang tertua.. tidak ada kebudayaan yang lebih tua lagi.. juga bumi jawa itu bumi yang tertua.. begitupun juga dengan bahasa jawa dst... .

kalau pemujaan dan legenda dunia itu hanya pada kisah para dewa.. ditanah jawa itu tepatnya era porodewo.. sebelumnya ada era porohyang.. sebelumnya lagi ada era porobuddo
jadi era budaya kuno seluruh bangsa dunia itu tidak akan mungkin setua budaya kuno tanah jowo...

TAKTIKAL
dengan taktik pengelabuhan2 itu agar tercapai misi : menyempurnakan materialisme dengan menjaga api spiritual tetap menyala.. menutup gerbang2 spiritual.. mematerialkan dengan sempurna..... sehingga api spiritual didalam diri itupun padam dan seutuhnya menjadi makhluk materi..

JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO YO WONG ALUS
TANAH JOWO YO LEMAH ABANG
BUMINE YO KUNO MAKUNO




Gelar Gulung


GELAR GULUNG
gelar yang bukan gelar jabatan bukan gulung seperti gulungan
anggelar lan anggulung itu seperti membuka dan menutup juga seperti menghidupkan dan mematikan.. ini salah satu istilah jawa yang tidak dapat ditemukan frasa bahasanya di dalam bahasa indonesia...
tidak seperti menggelar menggulung tikar bukan seperti itu..

.setiap ada yang digelar akan ada yang digulung begitu juga sebaliknya..

sedangkan dimensi dunia atau jagad materi itu adalah apa yang digelar oleh pancaindra
yakni diadakan oleh pancaindra ; pancaindra itu jagad cilik dan dunia itu jagad gede

ADAnya jagad gede itu karena ADAnya jagad cilik
TIADAnya jagad gede itu karena TIADAnya jagad cilik
tapi KEJADIAN ada dan tiada NYA itu BARENG/bersamaan

jadi kalau pancaindra tiada maka duniapun tiada...seperti tiadanya bentuk rupa warna ketika penglihatan itu rusak....bentuk rupa itu ada karena ADAnya penglihatan...jadi jagad bentuk rupa warna itu digelar oleh penglihatan
penglihatan = jagad cilik
bentuk rupa = jagad gede
jagad gede iku terusane jagad cilik

GETHER
itu hanyalah energi dan getaran sedangkan didalam kesejatian itu adalah suatu keselarasan (frekuensi) .. energi tersebut tergelar menjadi sesuatu/berubah menjadi energi yang bergerak (doyo urip).. kemudian menggelar/menjadikan getarannya bergerak (berfrekuensi)... jika pendengaran menggelar suara penglihatan menggelar bentuk rupa...begitulah adanya doyo urip menggetarkan getarannya..

istilah atau gagasan 'tuhan menciptakan dunia' itu sebenarnya tidak benar..begitulah pandangan materialisme.. sebab yang mengADAkan jagad dunia itu pancaindra bukan tuhan... begitu juga dengan jagad2 dimensi lainnya... yang mengADAkannya itu urip menggunakan doyo urip...

.disetiap frekuensi selalu terdapat getaran tp tidak semua getaran itu berfrekuensi

.sedangkan pada setiap energi selalu ada getaran juga sebaliknya.. keduanya itu seperti sebab akibat (satu tapi dua rupa)

itu adalah sesuatu yang sama yakni energi dan getaran tapi doyo urip yang berbeda membuatnya terangkai menjadi hal2 yang berbeda... menjadi bentuk rupa warna cahaya karena penglihatan...menjadi suara menjadi bebauan dst karena perbedaan doyo urip... .
menjadi apapun itu bergantung pada doyo urip... jadi jagad dunia atau dunia ini bisa disebut getarane poncodriyo...

-bentuk rupa warna 
-suara
-bebauan
-panas dingin lembut kasab
-manis asin pahit 

itulah lima hal yang dalam kesatuannya disebut dunia atau jejagating poncodriyo... .

MANIFESTASI
jadi ketika rasa duka kesedihan/susah sumusah itu lebih besar daripada rasa bungah/riang gembira maka jagad kaswargan/dimensi surga itu sulit ditemukan yang artinya diri tidak dapat mengalaminya..

.awang uwung kang tanpo wates ; artinya ruang energi tanpa batas yang meliputi segalanya...

jika jagad dunia itu perwujutan dari pancaindra maka jagad surga itu perwujutan dari rasa bahagia dan jagad neraka itu perwujutan dari rasa duka.. .

memang sulit untuk diterima karna masih terpaku pada ruang keberadaan surga seperti pada umumnya hal yang sudah beredar (gagasan yg sudah populer)

hal dunia saja sudah jelas: ketika orang sedang sakit indranya melemah : makanan enak pun menjadi gk enak dan menjadi enak jika dimakan oleh orang yang sehat.... .itulah mengapa kesedihan tidak dapat melihat dan menemukan surga.. .diri2 yang penuh dg rasa sedih hanya akan menggelar keberadaan neraka...

beda dengan rasaning raga/pancadriya, rasaning perasaan itu hal tentang jiwa tidak rusak tapi dapat berubah.. .

sebut saja rasa kaswargan ; gembira - cinta - berani
sebut saja rasa kanerakan ; sedih - benci - takut

jadi jagad surga neraka itu bukan pemberian bukan pula harap keinginan bukan hukuman juga bukan balasan masa depan... melainkan hal yang digelar oleh rasa diri ; rasaning perasaan...

jika penglihatan itu dapat mewujutkan bentuk rupa warna maka rasa perasaan itu dapat mewujutkan sesuatu yang berselaras dengannya.. maka rasa kesadaran itupun juga dapat mewujutkan dan merangkai kekosongan tak berwujud menjadi isi yang dapat dialami... maka tajamnya visi atau visualisasi yakni 'cipto' itu dapat mewujutkan yang tak berbentuk menjadi sesuatu yang terbentuk...

.sebab doyo urip itu mampu menggetarkan awang uwung kang tanpo wates... .

.didalam frekuensi yang sama itu adalah pancar gelombang keselarasan

dan jiwa2 materi diri2 materi kesadaran2 materi itu tidak dapat menggetarkan awang uwung melainkan hanya dapat mengubah hal2 yang bersifat material (yg nampak yg tersentuh dst)

API SPIRITUAL
itu nyala api didalam diri bukan panas tubuh bukan api didalam tubuh... selama api itu tetap menyala diri/aku tidak mengalami proses pembekuan (menjadi materi)
mungkin ada yang menyebutnya : api penyucian tapi bukan itu... .api penyucian itu kremasi/pati obong... .api penyucian itu juga bukan penebusan, tetapi menjadi jalan reinkarnasi...

Api Abadi
begitulah sandi untuk tetap menjaga api dalam diri itu tidak padam.. tetap menyala meski semuanya telah padam dan membeku... 

YO NGGELAR YO NGGULUNG
itu seperti membuka dan menutup mata
begitu juga dengan keberadaan surga neraka
surga digelar neraka tergulung
neraka digelar surga tergulung
apapun itu entah "kedamaian" yang dicari atau "ketenangan" tetap saja disebut merasakan.. yang artinya menggelarnya (mengADAkannya)

diri itu yang menggelar bukan yang digelar oleh keadaan (ruang keberadaan)
makanya ada yang disebut waseso .. yang berarti diri menguasai bukan dikuasai, menggelar bukan digelar, mengadakan bukan diadakan... dst

.damai tenang nyaman dst itu bukan bagian dari dunia tetapi itu "rasa diri" bukan materi bukan isi dunia, tidak ada didalam dunia dan pancaindrapun tidak mengerti tentangnya...

.itu nyala energi (kekuatannya) sebab sudah melemah makanya sulit menjadi terang sulit untuk ditemukan..

sebab rasa kanerakan lebih sering digelar dinyalakan oleh diri.. maka rasa kaswargan mulai melemah dan meredup

ketika didayagunakan itu akan menguatkan
tidak didayagunakan maka itu melemahkan

semuanya ya segala sesuatu itu adalah energi
yang tersusun selaras dalam frekuensinya masing2
yang tergelar dan yang tergulung menjadi ada dan tiada
A menjadi huruf A disebut A bermakna A adalah garis2 yang disusun dirangkai sedemikian rupa..dan dengan garis yang sama tersusun menjadi B mnjdi C dst....

jadi jagat itu adalah apa yang digelar oleh hidup.
. jagat itu tidak menggelar hidup.. jagat itu ruang lingkup yang digelar.. sedangkan hidup itu adalah yang menggelar.. dengan pancaindra menggelar alam dunia.. dengan rasa kaswargan menggelar alam surga.. dengan kedukaan menggelar alam neraka.. dengan rasa damai menggelar kedamaian dengan rasa tenang menggelar ketenangan dst.... .

TRILOKA : JANOLOKO - ENDROLOKO - GURULOKO

JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO BONGSO NIRWONO




KEBANGKITAN


AWAKENING
Singkat saja :
itu artinya "kebangkitan"
itu bukan bangun bukan tergugah bukan tersadar..
melainkan "perubahan yang berkembang"
dan tidak ada kebangkitan tanpa kematian..

sedangkan bertambahnya pengalaman serta pengetahuan itu menambah wawasan dan menjadikan berkembangnya kesadaran..

karena kebangkitan itu berhubungan dengan kematian..
makanya ada kalimat :
'urip saknjeroning pati lan pati saknjeroning urip'

begitulah kebangkitan..setelah mati ada kebangkitan...tetapi tidak sedikit adanya kematian2 dengan tanpa adanya kebangkitan...

dan didalam kebangkitan itu selalu ada pencerahan tapi tidak semua pencerahan itu disertai dengan kebangkitan..

jadi tanpa pernah merasakan mati kebangkitan takkan pernah dialami..

"hidup didalam mati & mati didalam hidup" itu bukan kiasan dan tidak ada hubungannya dengan hawa nafsu...tetapi merupakan tanda atas "kebangkitan spiritual"




Manifestasi Energi


MANIFEST ENERGIES

Kebiasaan2 itulah yang memicu adaptasi (penyelarasan)
berubahnya kebiasaan2 itulah yang memicu evolusi
begitu juga dengan kondisi2 tubuh (raga) terbentuk dari kebiasaan organ2 tubuh yang bergerak menyerap dan membuang.... .

HERBAL (JAMU)
yaitu racikan tradisional jawa yang sudah ada sejak jaman dahulu kala... .itu sebagai pengganti energi tubuh dan juga sebagai penambah atau menggantikan energi yang hilang maupun sebagai tambahan energi yang tidak ada didalam tubuh... .

racikan yang terbuat dari dedaunan biji2an dan juga akar tetumbuhan sebagai suplemen tubuh.... .
untuk mengatasi segala keluhan2 tubuh
untuk menjawab jeritan2 tubuh
untuk memenuhi kebutuhan energi bagi tubuh... .

HISTORIES
dalam sejarah kuno orang2 daratan mongolia terobsesi untuk mencari obat hidup abadi
sedangkan orang2 dari daratan timur tengah mencari air kehidupan
dan orang2 dibelahan eropa mencari pohon kehidupan

itu mencerminkan betapa orang2 kuno dibelahan dunia terusik oleh kondisi tubuh yang menua melemah dan rusak... .

sedangkan ditanah jawa para leluhur sudah meracik ramuan untuk mengatasi kondisi tubuh yang dikenal dengan sebutan JAMU.. .

Dan dijaman kuno masih ada IBU BUMI yang melahirkan aneka ragam tetumbuhan2 hingga bumi jawa menjadi gemahripa
masih ada DEWI SRI yang menyuburkan tanaman... dst

MANIFESTASI
adalah sebuah perwujutan dari ketiadaan menjadi ada
menjadi ADA itu bukan hanya tentang materi (sentuhan pancaindra) tetapi juga tentang rasa yang dirasakan maupun tentang hal2 kondisi tubuh dll... .

ADA itu bisa dirasakan KEBERADAANNYA

jadi manifestasi itu tentang mewujutkan ketiadaan yang tidak dapat dirasakan sehingga menjadi dapat dirasakan ( ada )

DOYOING ROGO
berbeda dengan hal konsumsi nutrisi yang memicu pertumbuhan... .konsumsi jamu itu konsumsi energi dan tidak memicu tumbuh kembang tubuh... .

energi tubuh yang kurang ditopang oleh energi jamu
tubuh yang sakit yang lemah disembuhkan dikuatkan

dan ketika tubuh dialiri oleh energi dari jamu tsb secara terus menerus.. .sampai pada titik adaptasinya tubuh... .maka terjadi perubahan setelah penyelarasan... .sehingga tubuhpun memiliki dan dapat mewujutkan energi yang serupa dengan energi dari jamu tsb.. .yang artinya tubuh memiliki energi baru .. begitulah Kanoman.

jadi semisal tubuh sakit linu dan konsumsi jamu pegel linu (energi utk mengatasi linu) maka ketika itu dikonsumsi secara rutin sampai pada tingkat evolusi tubuh.. .maka tubuhpun menjadi tanpa linu sebab sudah bisa mewujudkan energi dari jamu pegellinu...dst

dan itu berbeda hal dengan konsumsi obat2an farmasi

jadi racikan jamu para leluhur tanah jawa itu bukan sekedar obat melainkan cara mewujutkan energi bagi tubuh... .

Kunyit - Jahe - Lengkuas - Kencur : inilah inti racikan jamu... .

tidak perlu tertipu oleh silap media informasi dijaman sekarang yang menunjukkan tanaman ajaib disana tumbuhan A B C disana yang istimewa yang hebat... .

ketahuilah itu hanya silap media.. sedangkan tanah gemahripa itu disini ditanah jawa..

JOYO JOYO WIJOYO TANAH JOWO
GEMAHRIPO LOH JINAWI




Wewaran

PAWEDARAN


tak mbabar nganggo bosone dewe sakpenak,e dewe
AKU hiyo urip mung isih akeh urip2 sakliyane AKU
yen AKU ono urip hiyo ono, AKU raiso mati hiyo tanpo pati
AKU lan urip kaaran dhiri, AKU dudu sebutan dudu pengakuan tanpo diaku tetep ono, onoe AKU bareng karo onoe roso mulo kaaran tritunggal..
Sing mati2 kae dudu AKU nanging urip2 sing tanpo AKU
saben ono AKU mesti ono urip mung ora saben urip ono AKU

AKU bungah artine AKU urip nganggo roso bungah AKU dhemen artine AKU urip nganggo roso dhemen.. AKU hiyo wus mesti sadar yen ora sadar iku dudu AKU, dadi ora ono kesadaran sing tanpo aku.. 
saben ono kesadaran mesti bareng onoe AKU, mung ora kabeh urip ono kesadarane..
AKU hiyo sing nggelar jagad dudu jagad sing nggelar AKU, AKU ora digelar dening jagad.. .rerupan iki ilang yen pandulu tak gulung..
dadi jagate rerupan ginelar dening pandulu, onoe rerupan mergo onoe pandulu mung kedadian onoe mau bareng..pandulu hiyo rosoe pandulu ; ndulu, AKU sing nggunakno rosoe pandulu nggelar jagad rerupan.. .

SADAR NYADARI KESADARAN

Saben ono sadar mesti ono weruh mung ora saben weruh ono kesadarane, dene saben kesadaran iku wus mesti ono rosone, mulo njur ono sing kaaran wikan hiyo ngawikani, sing artine AKU nyakseni, nyekseni sworo hiyo nganggo pangrungu, nyekseni rerupan hiyo nganggo pandulu.. .
AKU dudu rogo dudu sukmo ora nyowo dudu badan jiwo roso mung AKU iso dadi iku mau kabeh.. .
dene AKU kang sejati hiyoiku INGSUN, INGSUN hiyo kahanan jati ora ono kahanan maneh amung INGSUN kang ono.. .

AKU hiyo dewo tegese AKU urip nganggo rosoing bongso dewo
AKU hiyo hyang hiyo budho hiyo gusti tegese AKU urip nganggo rosoe kabeh bongso mau iku kabeh.. .
dudu mergo nganggo pakartine bongso dewo AKU dadi dewo nanging mung mergo nganggo rosoing poro dewo.. .

AKU dudu angen2 dudu cipto ripto hiyo dudu budhi nanging AKU iso nganggo iku mau kabeh.. .AKU dudu bungah dudu susah dudu dhemen po gething mung iso migunakno iku mau kabeh.. .hiyo AKU sing agawe bebungah anggelar roso bungah, dudu bebungah sing nggelar AKU.. .
nanging pakulinan iku lirkadiyo urip ; biso mlaku karepe dewe
dadi ono bebungah2 ono susah sumusah sing urip nggelar dewe mergo wus dadi pakulinan , mulo njur kaaran watek.. .
Yen kaswargan ginelar dening bebungah, kanerakan ginelar dening kasusahan, dudu swargo nggelar bebungah dudu naroko nggelar sumusah..
podo koyo dudu rerupan sing nggelar pandulu, mulo mergo AKU sing nggelar hiyo AKU sing ngrasakno AKU sing weruh lan sadar.. .

DENE WONG JOWO ANGGELAR NIRWONO
JOYO JOYO WASKITO TANAH JOWO




Serat Ukoro Jowo

SERAT UKORO JOWO


Suatu hal yang sepele tentang penulisan sebuah kata dalam bahasa jawa, sampai memicu gerakan diam2 persekutuan, sehinggah yang benar menjadi teranggap salah dimasa kini, karena menyimpang dari pembakuan yang telah ditetapkan dan disepakati oleh segelintir orang.

KONTRAVERSI

Dari penulisan vokal O dalam bhs jawa yang harus ditulis A
dalam kasus pembicaraan bhs.indo jowo ya ditulis jawa' tapi dalam kasus pembicaraan bhs.jowo.. yang benar ya ditulis JOWO bukan jawa (jowo yang di indonesiakan).
CONTOH KASUS
Dengan alasan itu nama kota tetap ditulis apa adanya, vokal O tetap O tidak ditulis A..
itu kan sudah jelas, karna nama kota2 tsb sudah tertuliskan sprt itu dalam peresmiannya sebelum terjadinya proyek pembodohan bahasa jawa..
-MOJOKERTO-BONDOWOSO-WONOGIRI-PURWOKERTO-BOJONEGORO-PURWODADI-
dll
Secara tertulis vokal O tidak dirubah menjadi A

HISTORIES

Penetapan baku penulisan bhs.jawa berawal pada kongres surakarta (yg seharusnya surokerto) tahun 1922.. dengan keputusan bahwa Vokal O pada bhs.jawa harus banyak yang dihilangkan.. dengan menulisnya menjadi A..
jadi nama kota2 yang mengikuti pembakuan (pembodohan) bhs.jawa itu ditetapkan setelah tahun 1922, yg artinya kota2 tsb tidak terbentuk sebelum tahun 1922..

ETHNICAL

Bahwasanya semua bahasa itu punya ciri khasnya tersendiri..begitu juga dengan bhs.jawa..vokal O itu ethnicnya..dan pembakuannya merusak ethnic bhs.jawa bahkan juga dapat mengaburkan dan menghilangkan bahasa aslinya..
Memang tidak telihat begitu penting.. tapi satu perubahan dapat memicu perubahan2 yang lain.. 

SALAH.BENAR
Kebenaran penulisan baku bhs.jawa itu sejak 1992 dan sebelum th 1992 penulisan tsb salah..
Berbanggalah dengan vokal O yang lantang khas Jowo, dengan menulisknnya O bukan A..

KONSPIRACION 

(berbisik bersama)
Penetapan pembakuan tsb bukan hanya dilakukan oleh orang lokal saja tapi itu juga melibatkan pihak asing aseng  asong dalam kongres tsb..
jadi ini adalah konspirasi dunia untuk bhs.jawa yang telah diikuti oleh kebanyakan orang2 jawa sebab karna memang sudah terbiasa (kulino) dan telah diajarkan sejak masih sekolah..

JOYO JOYO WIJOYO
TOTO UKORO JOWO




Spirit Of Java

SPIRITUAL OF JAVA


Ingdalem sajeroing meneng
ateges ora obah rogone lan angolah doyo
Ning Neng Nung Nang Nong
Olehe meneng klawan niteni lan ngrasakno melbu metune udara (ambegan)
angen angene hiyo tumuju marang ambegane
hiyo iku arane 'olah napas'
ndayani marang ubengane bayu sajeroing rogo..
dene angen2 kang dadi pakertine.

Panekungan

Olehe meneng klawan niteni unsur kang ono ing sajeroing rogo (banyu..lemah..geni..udara) ugo ngrasakno anane unsur mau, hiyo sing mgawujud rupo isen2e rogo ; awit jantung, ginjel, getih, lambung, ati, paru2 isp.. lan ugo ngrasakno doyoe kyo adem panas padhang petheng.. ng kunu angen2 dalah ciptone katujukno marang sawijine doyo lan unsur2 mau, yoiku kang aran 'manekung'
kang ateges 'nekung; musatno'
dene ambegane ora dirasakno, ateges ndayani marang isen2 sajeroing rogo, nganti ambegane dadi ambegan manekung, menowo ora mangkono arane olah napas, mergo tumujue/pamusate marang ambegan hiyo cipto ripto kang dadi pakertine.. dene parane panekungan iku 'kawisesan' ateges 'penguwasaan'

Hastobroto (wolung laku topo)

Ing sajeroing meneng, ngrasakno lan anyerot doyoing bawono, kang arupo wolung perkoro (bumi..gunung..angin..segoro..lintang..mbulan..srengenge..angkoso)
.bumi teles bumi garing..gunung urip gunung mati..angin nggebes angin lirih..segoro butheg segoro bening kaserot doyone
.doyo getare lintang doyo ademing mbulan doyo panase srengenge lan gethering angkoso
hiyoiku badan sing dienggo anyerot doyone..
kaaran topobrotoing bumi nalikane meneng anyerot doyoing bumi, dene ambegane ora dititeni amung niti ngrasakno panyerotane, nganti ambegane dadi ambegan topo, yen niteni lumakune udara sing melbu metu.. iku arane olah napas
hiyo karso kang dadi pakertine.. dene parane hastobroto iku 'kadigdayan' ateges 'digdoyo'

Panglereman

Ingdalem sajeroing meneng, cipto ripto kaleremake
dadi ngrasakno lereming cipto, dene cipto iku hiyo pamikir mung ono gambare, dene angen2 iku yo pamikir (raos), tapi ora ono gambare..
yoiku ngeningno cipto, ateges kbeh doyo ditujuno kanggo nglerem obahe panggraito ugo panggagas..
ora nuju marang ambegan..njur nganti ambegane dadi ambegan hening, mergo katut marang lereming cipto.. ora murih heninge ambegan..
nalikane ciptone biso lerem nang kunu sukmoe semedi, tambah lerem dadi tambah tenange, olehe tenang temenan, yoiku 'kaheningan'
tambh hening dadi tmbh alus sukmoe, ategs tambah kamurniane, hiyo murni teko wuwulan yoiku doyo2 wuwulane sukmo, nalikane sukmo anggelar rogo.. mulo uwonge diarani kawulo, amergo kawuwulan sapirang pirang doyo.. doyo" kang ngawuwuli sukmo hiyo ngawuwuli jiwo..
njur nganti biso tekan ing wijine sukmo yoiku sing diarani 'sukmo kawekas' mulane njur diarani ingkang amurbo masesa.. amergo hiyo biso dadi sakciptone.. dene cipto iku biso nukmo (mujud).
Ingdalem sakjeroing meneng ngenebno rahso
yoiku aluse kekarepan, rupo wujute enem pangroso (dhemen gething bungah susah wedi wani) iku kaenebake, kabeh doyo ditujuno kanggo ngenebno rahso, nganti raono rahso sing kumambang.. yoiku sg diarani 'anteng'
olehe anteng temenan yoiku sg diarani 'kaweningan' jagad wung wang sing kagelar.. yoiku sangkane kabeh kaweruh, dadi asale ono opo sing diarani uwit kayu sejati, soyo wening rahsoe sangsoyo salin jiwoe, dadi tambah alus tambah alusan maneh nganti tumeko alusing alus.

NGGELAR NGGULUNG

Urip iku nggelar jagad, jagad iku sing digelar, dudu swalike : jagad nggelar urip..

Menengno Rogo

Kang ateges nggulung poncodriyo, yoiku limang indriyo (pandulu..pangrungu..pangecap..pangambu..panggepok)
makartine pandulu iku nggelar jagad rerupan
makartine pangrungu nggelar jagad sworo
makartine pangambu nggelar jagating gegandhan
makartine pangecap nggelar rasaning ilat
dene gatel keri alus kasab kagelar dening panggepok
angen angen iku sing dadi ratune poncodriyo ateges mengku nguwasai..

Nggulung Pandulu

ateges ora makartino hiyo ora nggelar rerupan, digulung nuju lereming pandulu.. ono ing lereme pandulu thukul 'alusing pandulu' yoiku kayektene paningal, mulo njur ono sing diarani waskitoning nolo, yoiku dununge uwong biso dadi dewo biso dadi hyang..

Nggulung Pangrungu

ateges agawe lereming pangrungu, sworo" ora kagelar, mergo pangrungune digulung.. ning kunu, awit thukul 'alusing pangrungu' njur dumunung ono ing alusing sworo, hiyo sworo njero sing biso nyirep sworo njobo, mulo njur biso thukul prabowo, tanggep ing sasmito hiyo dadi landhep panggraitone..

Nggulung Pangambu

ateges nyirep kang ndadekake lereming pangambu, rosoing pangambu ora dienggo, dadine jagating gegandhan ora kagelar, ning kunu awit thukul 'alusing pangambu' dene bangsane gegandhan kyo wangi anyir isp kagulung, awit dumunung ono ing kaalusan, ngirup kamurniane gegandhan yoiku 'gondho sari' iku sing dadi panguwating cipto.. hiyo iku bakale sing biso mujudno opo sing dituju..
amergo iku sing dadi larasing sedyo ingkang nuju ing pinuju.. 

Nggulung Pangecap

ateges ngleremno ora makartino rosoing ilat, ono ing lereme pangecap thukul kaalusane, njur awit dumunung ono ing aluse rosoing ilat, klawan necep lembuting sari" kang dadi pikuwating karso, dene karso iku bedo kro karep, yen karep iku pinuju ing arep, karso iku sadurunge pinuju arep.. mung kekarone aran pepinginan.. dadi karso iku alusing kekarepan..

Nggulung Panggepok

ateges ora digunakno, ora ginelar ora makarti.. ono ing ora makartine panggepok, awit thukul kaalusane, yoiku awak alus, awak sing ora nggelar adem panas gatel keri isp.. dene awak alus iki dudu alusing pangrungu pandulu pangecap pangambu, yoiku awak ingkang sayekti, awak kang wekasane biso dadi pambuka opo kang sinedyo..

Nggulung poncodriyo Nggelar aluse

-Podo kyo ambegan, tanpo disejo mlaku dewe, poncodriyo ora digelar, nggelar dewe, mangkono iku gumantung sing mengku, ateges opo jare angen angene, yen kerep dilatih yo sangsoyo biso..
-Iku dudu kodrat nanging pakulinan sing ws turun temurun..
-Dadi menenge poncodriyo nuwuhno alusing poncodriyo, mulo kaaran dosondriyo, dene angen angene hiyo dadi ratuning dosondriyo, wis ora ponco maneh..
Menengno rogo Ngeningno cipto Ngenebno rahso Ngolah roso yoiku kang aran samadhi, olehe biso meneng ING NENG temenan, yoiku 'mahening suci'

JOYO JOYO WIJOYO
DIGDOYO WASKITO TANAH JOWO





Karep Lan Kekarepan

KAREP KEKAREPAN


Adalah yang biasa disebut keinginan
bahwa setiap keinginan itu ada rasa nya
rasa tsb lah yang dinamakan dengan rahso.
ingin A B C dan seterusnya itu sama saja
ingin yang baik ingin yang buruk ingin apapun selalu ada rahso.

Keinginan disebut KAREP (pinuju ing arep), yang ditimbulkan oleh rahso
karep apapun tidak ada yang salah, karep apik olo becik mrono mrene sama saja yang berarti pinuju ing arep.

MAMPU KEMAMPUAN

Yang berarti sanggup/bisa
ketika karep melebihi/diatas kemampuan maka hal tsb hanya akan menyakiti, kemampuan harusnya sepadan dengan karep, agar karep dapat tercapai (terpenuhi).
entah itu kemampuan fisik mental spirit non fisik dll yang memang harus sepadan dengan karep, tapi karna banyak karep yang lebih besar dibanding kemampuan maka terjadi lebih banyak kekecewaan (mengalami derita).
lebih banyak karep dengan tanpa diimbangi banyaknya kemampuan sehinggah lebih banyak menuai duka derita.

WAHANA

Sudah merupakan hal yang lumrah bagi pemahaman 'jika berbuat buruk akan masuk neraka' juga sebaliknya 'jika berbuat baik akan masuk surga'
sebenarnya tidak sprt itu..
perbuatan buruk (merugikn yang lain) itu dilakukan karna seseorng berada didalam neraka, bukan utk/akan masuk neraka, tetapi karena diri yang sedang berada didalam neraka; yang tergelar oleh rasa" neraka; panas sumpek petheng gething dll..sehinggah pikiran buruk pikiran kacau perbuatan buruk itu terjadi..
Sedangkn yang berada didalam surga tidak akan mampu untuk berbuat buruk maupun berkeinginan buruk, jadi seseorng berbuat baik tidak akan masuk surga, karena sedang berada didalam surga; yang tergelar oleh rasa" surgawi; bungah sumringah dhemen dll, sehinggah pikiran baik pikiran nyaman perbuatan burukpun tidak tetjadi.
meski begitu ada baik buruk yang diperbuat karena terpaksa, hal yang berlawanan/bertentangan dengan dirinya sendiri.

PADHANG PETHENG

Rasa" neraka selalu diikuti dengan pikiran" gelap (angen2 petheng), hinggah tak mampu melihat cahaya terang, juga sebaliknya angen2 padhang itu teriringi oleh rasa" surgawi, menjadikan pepethenge angen2 tersinari.

TRILOKA

janaloka-endraloka-guruloka

Adalah kesatuan dari tiga dimensi
didalam janaloka ada surga neraka (siksa nikmat ragawi)
didalam endraloka ada surga neraka (duka bahagia rasa perasaan)
didalam guruloka tidak ada surga neraka tapi hanya ada nirwana

didalam pandangan ragawi rasa perasaan itu tidak nyata, karena bagi pancaindra yang ada hanyalah dunia (apapun yg digelar oleh pancaindra) seperti halnya dalam pandangan energi bentuk rupa suara & semua yang digelar oleh pancaindra itu tidak ada, yang ada hanyalah energi & gerak yang saling terhubung pada frekuensinya masing"

TANPA SPIRITUAL

Dalam pandangan diri2 tanpa spiritual, kenyataan sejati adalah dunia ini (materi), rasa perasaan keinginan hanyalah buah dari pikiran, pikiran itu kinerja otak yang ada didalam kepala/materi..dan saat dimensi spiritual itu benar2 telah memadat; kesadaran dirinya pun turut terpadatkan hinggah menjadi materi maka dimensi spiritualpun lenyap darinya (tidak ada).

MATERIALISME

Itulah mengapa dijaman sekarang yg aneh yg ajaib yg diluar nalar sulit ditemukan/terjadi, karena diri2 materi memang tidak dapat terhubung dengan dimensi spiritual, kebanyakan yang terjadi hanya tipuan saja sprt para pemain sulap..
banyak kisah2 ajaib nan mistik tersamarkan, menjadi mitos jika tidak dapat dinalar logika, dan untuk mensejarah.kannya hal2 tsb dianalogika.kan..sehinggah tidak ada sejarah spiritual selain hanya tinggal sejarah2 materialisme.
peradaban2 mistik banyak yang hilang..menjadi peradaban moderen tanpa spirit..
meski begitu ada spiritual ada khayalan ada halusinasi..sebab ada moyo nyoto sejati..

MISTIK

Secra harfiah berarti rahasia, bukan angker maupun seram, hanya saja tidak mudah ditemukan, yang dalam bhs jawa disebut ALUS..tetapi bukan bermakna sprt halus dalam bhs.indonesia
bukan juga gaib karna gaib goib itu istilah serapan dari bhs asing..
jadi kaweruh jowo itu tidak bersentuhan dengan yang namanya gaib..

SYAITON (bisik keburukan)

entah itu makhluk jahat yang terbuat dari api
entah itu sosok yang ditugaskan utk menggoda manusia pd keburukan
entah itu hnya dorongan untuk berbuat buruk
entah itu yang tercipta agar manusia masuk neraka
akan tetapi didalam paham spiritual Wong tanah Jowo, syaiton itu tidak ada, orang berkeinginan buruk jahat itu karena dirinya berada didalam neraka, baik itu neraka janaloka maupun neraka endraloka..dan karna jiwo2 bongso neroko memang tidak berselaras dengan sing adem2 ugo sing padhang2..
itulah mengapa perintah berbuat baik larangan berbuat buruk tidak diperlukan, sebab diri yang telah baik tidak berbuat jahat & diri yang buruk tidak mampu berbuat baik..dan keterpaksaan itu menipu diri sendiri, karna bukan berasal dari kesadaran..meski begitu dengan secara terus menerus dalam paksaan itu akan dapat merubah kesadaran..karna perubahan berawal dari kebiasaan..

TOLAK UKUR

Kebaikan itu artinya bermanfaat bagi yg lain, keburukan itu artinya merugikan yg lain..maka baik untukku tdk sllu baik buatmu krn kebergunaan yg berbeda beda & kondisi yg tdk sama..
seorng petani mmbutuhkn cangkul tp seorang nelayan mmbutuhkn jaring.
salah benar tdk berhubungn dg baik buruk, krn ada kebaikan tp salah ada keburukan tp benar, benar brrt tepat salah artiny tdk tepat..didlm spiritualnya semua kebaikan itu adem..semua keburukan itu panas..semua kebenaran itu padhang..semua kesalahan itu petheng..tp adem panas padhang petheng yg bukn sprt gelaran pancaindra (cuaca siang malam)

KEBERADAAN

Keberadaan spiritual itu nyata sprt halnya kenyataan adanya suara oleh pendengaran..surga neraka didlm endraloka itu nyata, bukn sekedar perasaan, tp perasaan itulh yg menggelar jagad surga neraka, hnya saja tdk begitu jelas, krn masih tertutup oleh janaloka yg digelar oleh pancaindra..
omong kosong materialisme menytakn itu cm perasaan yg dtg dr pikiran, dan pikiran itu kinerja otak, sehinggh perlahan lahan mmbuat dimensi spiritualny semakin memadat..bukn sbb pernyataan, tp perubahan atas kesadaran diriny itulh yg memadatkn dimensi spiritual dirinya..
yg dpt membuat jiwa nyawa sukma hidupny memadat jd bentuk materi, hinggh seutuhny mnjdi makhluk materi tanpa dpt berevolusi jiwa hidupny..mk jika syaiton itu ada, suara2 materialisme itulh yg lebih tepat disebut bisikan syaiton, yg mmbuat jiwa hidup manusia tdk dpt berevolusi, yg mmbuat dimensi spiritual kian memadat..
keberadaan itu adl wujud kesadaran dirinya..kesadaran diri dr dimensinya masing"

JOYO JOYO WIJOYO
MISTIK SPIRITUAL TANAH JOWO