Showing posts with label Kaweruh Urip. Show all posts
Showing posts with label Kaweruh Urip. Show all posts

Wewaran

PAWEDARAN


tak mbabar nganggo bosone dewe sakpenak,e dewe
AKU hiyo urip mung isih akeh urip2 sakliyane AKU
yen AKU ono urip hiyo ono, AKU raiso mati hiyo tanpo pati
AKU lan urip kaaran dhiri, AKU dudu sebutan dudu pengakuan tanpo diaku tetep ono, onoe AKU bareng karo onoe roso mulo kaaran tritunggal..
Sing mati2 kae dudu AKU nanging urip2 sing tanpo AKU
saben ono AKU mesti ono urip mung ora saben urip ono AKU

AKU bungah artine AKU urip nganggo roso bungah AKU dhemen artine AKU urip nganggo roso dhemen.. AKU hiyo wus mesti sadar yen ora sadar iku dudu AKU, dadi ora ono kesadaran sing tanpo aku.. 
saben ono kesadaran mesti bareng onoe AKU, mung ora kabeh urip ono kesadarane..
AKU hiyo sing nggelar jagad dudu jagad sing nggelar AKU, AKU ora digelar dening jagad.. .rerupan iki ilang yen pandulu tak gulung..
dadi jagate rerupan ginelar dening pandulu, onoe rerupan mergo onoe pandulu mung kedadian onoe mau bareng..pandulu hiyo rosoe pandulu ; ndulu, AKU sing nggunakno rosoe pandulu nggelar jagad rerupan.. .

SADAR NYADARI KESADARAN

Saben ono sadar mesti ono weruh mung ora saben weruh ono kesadarane, dene saben kesadaran iku wus mesti ono rosone, mulo njur ono sing kaaran wikan hiyo ngawikani, sing artine AKU nyakseni, nyekseni sworo hiyo nganggo pangrungu, nyekseni rerupan hiyo nganggo pandulu.. .
AKU dudu rogo dudu sukmo ora nyowo dudu badan jiwo roso mung AKU iso dadi iku mau kabeh.. .
dene AKU kang sejati hiyoiku INGSUN, INGSUN hiyo kahanan jati ora ono kahanan maneh amung INGSUN kang ono.. .

AKU hiyo dewo tegese AKU urip nganggo rosoing bongso dewo
AKU hiyo hyang hiyo budho hiyo gusti tegese AKU urip nganggo rosoe kabeh bongso mau iku kabeh.. .
dudu mergo nganggo pakartine bongso dewo AKU dadi dewo nanging mung mergo nganggo rosoing poro dewo.. .

AKU dudu angen2 dudu cipto ripto hiyo dudu budhi nanging AKU iso nganggo iku mau kabeh.. .AKU dudu bungah dudu susah dudu dhemen po gething mung iso migunakno iku mau kabeh.. .hiyo AKU sing agawe bebungah anggelar roso bungah, dudu bebungah sing nggelar AKU.. .
nanging pakulinan iku lirkadiyo urip ; biso mlaku karepe dewe
dadi ono bebungah2 ono susah sumusah sing urip nggelar dewe mergo wus dadi pakulinan , mulo njur kaaran watek.. .
Yen kaswargan ginelar dening bebungah, kanerakan ginelar dening kasusahan, dudu swargo nggelar bebungah dudu naroko nggelar sumusah..
podo koyo dudu rerupan sing nggelar pandulu, mulo mergo AKU sing nggelar hiyo AKU sing ngrasakno AKU sing weruh lan sadar.. .

DENE WONG JOWO ANGGELAR NIRWONO
JOYO JOYO WASKITO TANAH JOWO




Kahuripan (kehidupan)

KAHURIPANING URIP

Hidup kehidupanmu itu bukan kemarin bukan pula lusa...
kenali dirimu saat ini pandang dirimu detik ini
sekarang apa yang engkau rasakan engkau perhatikan
ya itulah hidup kehidupanmu, apakah penuh kesedihan? 
ataukah kebahagiaan, atau sudah tentram sentosa??
Buang jauh jauh dirimu dimasa lalu
lenyapkan dirimu dimasa mendatang
dan perhatikan dirimu dimasa sekarang, saat ini, detik ini..
Begitulah jalan menuju kesejatian hidup, bukan kehidupan yang lalu atau kehidupan yang akan datang tetapi kehidupan masa sekarang yang sedang kau perhatikan serta rasakan disaat ini.

kehidupan masa lalu itu hanyalah bekas bekas/jejak kehidupan, hidup yang sekarang
kehidupan masa depan itu hanyalah bayangan hidup dimasa sekarang
hiduplah dalam kehidupan bukan didalam bekas dan bayangan hidup.
Memperhatikan diri dimasa sekarang, merasakan diri disaat ini, begitulah titian jalan pengenalan hidup.




Wangun Kabegjan




BEGJO WINANGUN


Sopo becik begjo
Sopo olo ciloko

Instrumen Hidup

Bahwasanya setiap yang hidup selalu dalam pergerakan & tiap pergerakan itu akan selalu menguapkn energi..maka dalam setiap saat terjadi pelepasan2 energi..energi2 yang terlepas itulah yang akan menarik & mengikat energi lain yang selaras dalam ruang siklus energi..dan yang akan tertarik kembali menimpa.

KABEGJAN

Itu hampir seperti keberuntungan tapi dalam konteks makna yang berbeda..ketika haus dan ingin minum, mendapati air minum & meminumnya..ketika lapar dan ingin makan dengan tanpa kesulitan/beban mendapati makanan & memakannya..jadi kabegjan itu mendapat/mengalami kemudahan2 dalam hidup..mendapatkan hal yang tepat di waktu dan tempat yang pas,,,

KASIH SEMESTA

Bukan yang benar bukan pula yang salah bukan baik buruknya niat-keinginan maupun pikiran bukan juga sebab bentuk rupa..kasih yang tercurahkan yang bersifat menghidupi kehidupan..
dapat turun dari atas langit pun keluar dari dalam bumi..datang dari segala penjuru arah hanya untuk menghidupi yang dapat berwujud apapun..yakni dalam wujud2 kebutuhan hidup..yang pada umumnya disebut rejeki.

FREKUENSI

ada yang menunggu kedatangannya
ada yang pergi mendatanginya
ada yang membangun untuk kedatangannya

WANGUN KABEGJAN

Adalah membangun keberuntungan, menciptakan frekuensi dalam gelombang kasih semesta..
banyak bentuk frekuensi2 yang berada dalam gelombang kasih semesta..

Vibrasi Menghidupi

Yakni getaran2 energi menghidupi hidup : seperti memberi makan minum seseorang..yang berarti masih dalam garis memenuhi kebutuhan hidup bagi yang lain..dan itu dilakukan oleh raga sendiri..semisal memberi makan tapi menyuruh orang lain..maka yang melepaskan vibrasinya adalah orang lain..

Penghidupan

Karena yang hidup bukan hanya manusia..vibrasi menghidupi dapat dilakukan pada binatang maupun tumbuh tumbuhan..

KAPESAN

Dan juga sebaliknya..ketika menciptakan frekuensi2 mematikan maupun mencederai hidup..baik pada binatang maupun tetumbuhan..itu dapat mendatangkan/mengakibatkan kesukaran hidup..yang biasa disebut APES/SIAL..itu bukan hanya berupa celaka musibah..akan tetapi berbagai hal yang berupa hambatan/kesulitan hidup..

GEMAHRIPO TANAH JOWO

Maka sudah seharusnya setiap yang berdiri diatas tanah jowo itu sudah bisa disebut wong sing begjo (sebab semua kebutuhan hidup ada ditanah jowo)
tapi karna kasih semesta yang datang dari atas langit dan dari dalam bumi semakin berkurang..maka dibutuhkan sinyal/gelombang energi yang besar untuk menariknya dari segala penjuru arah..


JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO BEGJO





Book Of Death


BOOK OF DEATH

.Reality Mati.


KEMATIAN


Bukanlah akhir dari hidup, sejatinya hidup tiada mengenal mati,  yang disebut mati hanyalah KERUSAKAN yang berlarut sehinggah energi tsb terhenti, berhentinya energi tsb sebagai tanda tiada lagi pergerakan tiada lagi pertumbuhan (gumulunge rogo)
rusaknya raga disebut mati, yakni tatkala raga tiada lagi berfungsi, yang disebabkan oleh banyak faktor ; dari kesengajaan maupun ketidaksengajaan.. seperti penuaan-melemah-tak berfungsi, kecelakaan, infeksi, pembunuhan, penyakit organ dalam dsb...

KEBERADAAN

Ialah ruang kesadaran diri, diri atau si hidup yang merasakan hidupnya/merasakan adanya dirinya ; menembus batasan ruang & waktu dalam keberadaannya....

GUMELAR GUMULUNGE JAGAD 

Hidup dan ruang waktu adalah kesatuan yang terpisah, hidup menggelar/menghadirkan jagad, bukan jagad yang menghadirkn hidup, jagad tergelar oleh diri, yakni YANG DIRASAKAN ; sedangkan diri adalah YANG MERASAKAN..dirilah yang menggulung ruang.waktu dan yang menggelar ruang.waktu ; keadaan..

RAGAWI

Duniawi/janaloka/arcopodo ; adalah ruang waktu kehidupan raga, yang dihadirkan oleh diri yang berbalut raga, yang tergelar oleh ragawi, rogo nggelar ndunyo...
Rogo njobo (wulu-kulit-getih-daging-otot-balung-sum.sum)
Rogo njero (ginjel-lambung-usus-limpah-ati-paru"-jantung)
Rogo alus (jinem-puat-otot alus-nadi-utek)
yoiku telu sing dadi siji, nunggal mung nunggal pisah...

BATASAN

Disaat raga rusak, diri tetaplah diri tak turut rusak oleh rusaknya raga, akan tetapi sidiri masih terikat oleh keberadaan raga yang rusak, raga rusak yang tidak melebur...
terikat oleh rantai jiwa ; nyawa...nyawa adalah yang mengikat jiwa dan raga...maka hadirlah yang disebut arwah gentayangan/roh penasaran...itulah hidup yang masih terikat dengan raga yang telah rusak..
Mati muda mati tua mati tewas mati mendadak mati apes mati apapun juga adalah raga yang rusak tiada berfungsi, oleh karnanya Jaganen rogomu..anggayuh cupu manik hastogino ; nuju rogo santosa tumuju rogo sampurno.

JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO MUKSO




Kata-Kata (ucapan)

PERKATAAN

(ucapan)


Yang berarti susunan kata yang terucap, dan dapat terdengar... adalah sebuah kalimat yang disuarakan dalam berbagai macamnya bahasa.. .
perkataan adalah sebagai sarana dalam berkomunikasi (berhubungan)...
terhubungnya ; pendengaran dan suara (yang mengucapkan & yang mendengarkan)
perkataan itu tidak ada bagi mereka yang cacat pendengarannya/tuli/tuna rungu...perkataan itu kalimat yang diucapkan...bagi yang tidak bisa berucap/bisu/gagap ; kalimat yang diucapkan menjadi tidak jelas... .

WACANA

"ucapan adalah doa"
Inilah sebuah kalimat pembodohan, sejak kapan perkataan adalah sebuah doa..... .
meski doa bisa dilakukan dengan perkataan, bukan berarti perkataan adalah doa...
doa itu : permohonan, memohon = berdoa...memohon kepada siapa.... kepada apa yang disembah, apa yang menjadi tuan/tuhan bagi dirinya...
secara ringkas ; berdoa berarti meminta kepada tuhan..
karena doa itu sebuah permohonan, maka bisa dilakukan melalui ucapan...juga bisa melalui tulisan pun bisa dilakukan dalam angan dirinya...
jadi ucapan adalah doa merupakan hal konyol dalam pengajaran ilmu pengetahuan. .sebab tanpa perkataanpun doa bisa dilakukan..
.Sedangkan dalam ajaran jawa tidak mengenal doa karena tidak menyembah (ora ono sing disembah), itu karena leluhur jawa bukan bangsa penyembah... .oleh sebab itulah tidak dapat melaksanakan doa/permohonan kepada tuhan.

PELURUSAN

Bahwasanya setiap kata yang terucap adalah sabdo pandito ratu..
yang bermakna penepatan dalam setiap ucapan (kata tanpa dusta), misal ; besok aku akn pergi ke surabaya, dan ternyata sudah besok tapi tidak pergi ke surabaya (kata dusta)...
sedangkan leluhur jawa itu tak pernah ingkar pada apa yang telah diucapknnya....makanya ada sebutan ; sabdo pandito ratu tan keno wola wali ; kalau sudah mengatakan A ya A, tidak menjadi B C... .
dikarenakan tidak pernah ingkr pada ucapannya sendiri itulah ; yang memunculkan SABDO, yakni ucapan yang pasti terjadi... .

Jadi kalau tidak sampai terjadi itu namanya bukan sabdo.. 
ada sabdo ada kutukan
keduanya sama2 ucapan yang selalu terjadi.  .kalau kutukan berhubungan dengan derita diri yang teraniaya tapi kalau sabdo itu dari keteguhan diri yang tak pernah mengingkari ucapannya sendiri..

Adanya perkataan yang menyakitkan itu adalah karena tidak ingin didengarkan ; si pendengar menolak atau tak ingin mendengarknnya, makanya perkataan tersebut dianggap menyakiti... jadi yang sakit itu sebenarnya adalah yang mendengarkan, akan tetapi keduanya tidak jauh berbeda... .
begitu juga sebaliknya, dengan adanya perkataan yang menyenangkan....,.......................
....................tetapi keduanya (yg berucap dan yang mendengarkan) tidak jauh berbeda.

Bahwasanya ucapan itu bisa menjadi sarana bagi doa akan tetapi ucapan tidak pernah dapat menjadi doa.. .




Jangkepe Jowo Jiwoku

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

JANGKEPE JOWO JIWOKU


Nunggal laras sesambungane doyo
Rasuk rinasuk seksen sineksenan
Nunggal jagad sesambungane urip
Weruh wineruhan paseduluran
Hiyo sedulur tunggal ibu ..sedulur tunggal moho ibu ..sedulur tunggal sang ibu

SEDULURAN

Rogo klawan rogo liyane iku seduluran..iki ora ngomongno bangsane manungso nanging seduluran bongso rogo
Awit sato gegremetan sato galak iku yo nggowo rogo nyandang rogo
Jiwo jowo iku nganggep kabeh bongso sato iku sedulure dewe
Olehe nganggep yo kyo nganggep dulur ing tunggal wong tuwo
Ora mung dianggep hama ugo ingon ingon kanggo pepanganan
Nanging yo ora agawe cidro koyo olehe ora gelem nyidrani dulure tunggal wong tuwo
Mulane leluhur niro iku biso serawungan marang bongso sato opo bae ugo biso ngerti bosone bongso sato

Nalikane wus weruh wineruhan ateges iku ws sesambungan
Anane biso sesambungan iku amargo ono tunggal pepadhan
Rogo klawan rogo
Sukmo klawan sukmo
Badan klawan badan
Nyowo klawan nyowo
Jiwo klawan jiwo
Nunggal laras sesambungan manut doyone..nunggal jagad sesambungan manut uipe
rogo klawan rogo liyane iku sedulur ; yoiku dulur tunggal poncodriyo
sukmo klawan sukmo liyane hiyo sedulur ; yoiku dulur tunggal astendriyo
badan klawan badan liyan ugo sedulur ; ateges dulur tunggal tilasing driyo
nyowo klawan nyowo liyan ugo sedulur ; ateges dulur tunggal tilasing driyo ugo
amago dununge tilasing driyo ono ing nunggale badan lan nyowo
jiwo klawan jiwo liyan ugo sedulur ; hiyo dulur tunggal urip

Mulo sejatine kabeh kabeh iku sedulur awit bongso setitah bongso dumadi bongso jalmo
Sing ngrambyang sing ndhanyank sing ngaruhun hiyo sedulur
Opo maneh bongso dumadi klawan bongso dumadi
Mung kacik alus kurang alus..murni kurang murni

Sing diarani nisto iku nalikane agawe cidro ing dulure dewe
Nalikane ora ngakoni ing dulure dewe mulane banjur wuto uripe
Sih katresnan iku rosoing nugroho
Dudu pangirone angen angen dudu panggraitone cipto
Dudu roso dhemen dudu asih klawan pilih pilih
Ora ndunungi urip sing isih nggelar swargo naroko

PERTELANE BEBASAN

Boso ; bowo lan solah ; ateges dasar sikap (dasare gerak)
Wong weruh bosone sato koyo wedus sapi asu dll bosone macan kijang dll
Iku ora bosone sworo nanging bosone tingkah polah ugo bosone rupo lan pangroso
Amargo jowo jiwone, mulane yo ngerti maksut obah lan menenge dulure
Mangerteni ing pikarepe dulure (kabeh dumadi)
Dene kanggone sing wus waskito malah ngerti ing bosone wit witan

PEPENGET

Sesambungan iku werno loro ; sesambungan ing doyo lan sesambungan ing urip
Kliru yen ngarani ngerti bosone sato iku soko sworo/munie sato
Amargo akeh bongso sato iku olehe ngomong/komunikasi klawan tanpo sworo
Ugo ono sing nganggo sworo frekuensi tinggi/rendah nganti ora biso dirungu dening pangrungune uwong
Dadi jalarane ngerti ing bosone sato iku amargo wus nunggal klawan jejagading bongso sato
Mulane yo weruh..kyo olehe weruh pandulu klawan pandulu ing rerupan
Nunggal iku ono ing saknjerone sambung/jumbuh..saknjabane sambung iku aran gathuk
Bongso sato iku bangsane binatang yoiku ;
(sing ngambah udara/kikula/peksi..sing ono ing njero banyu/iwak/mina.. njero lemah/gegremetan ugo ing duwur lemah)
Dadi kanggone sing wus mangerteni urip sing kaaran mungsuh iku ora ono
Wruho niro ; sih iku sawijine roso kang tumuju ngenani ing sa gung dumadi ; mulane banjur ono lebur dening pangastuti
mulane angkoro njur ora biso murko
Wong ngakoni yen kabeh iku sedulure, banjur katon asu koyo ndeleng mungsuh
Katon tikus banget gethinge ora koyo ndeleng dulure tunggal wong tuwo
Iku nyatane yen isih durung jowo jiwone
Isih durung mangerteni “ibu bumi bopo angkoso
Jowo jiwoku iku ateges : Manunggaling moho tunggale jagad.

“Podo Rahayuo Sa gung Dumadi”


Tegese Ingkang Aran Lerem

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

-LEREM-

( meneng-tenang-anteng )

Lereming poncodriyo
(pandulu.pangrungu.pangambu.pangecap.pangroso awak
Kaaran meneng

Lereming cipto
(panggagas.panggraito.panganggep)
Kaaran tenang

Lereming rahso
(bungah.susah.gething.dhemen.nesu.muring.seneng.manglah.... isp
Kaaran anteng

Olehe anteng temenan
Yoiku kaweningan
Olehe tenang temenan
Yoiku kaheningan
Olehe meneng ing NENG temenan
Yoiku mahening suci
Menengno rogo- Ngeningno cipto- Ngenebno rahso- Ngolah roso
Yoiku sing diarani samadhi.

WEDARANE INGKANG ARAN LEREM

Meneng iku ora obah tegese ora obah iku ora makarti
Meneng kae dudu padane tembung diam, dene diam iku mbisu (ora nyuworo)
Menengno rogo iku ngleremno poncodriyo, amargo sing dadi pancere rogo iku limang indriyo, yoiku ;
Pandulu-pangrungu-pangambu-pangecap-panggepok
Kalimone iku nunggal pisah, kawengku angen angen, dene awitane nglerem kae siji siji, ora bareng kalimone langsung
Yen sii wus biso lerem ganti sijine ganti sijine maneh lan sakteruse…hiyo iki sing diarani ‘pangrucatan’
Tegese pangrucatan iku pangudaran (gabung, kaudar dadi akeh) kosokbalene pangracutan
Dene pangracutan iku panggabungan (pisahan, ka-awor dadi siji)

PANGGEPOK

Panggepok iku pangroso awak, rosone awak iku koyo ; weruh keri, gatel, adem, panas, alus, kasab (rasaning awak)
Ngleremno panggepok ; hiyo ora makartino panggepok, ora nganggo rosone panggepok ing sawetoro, nalikane panggepok mau wus biso lerem, ateges ora makarti… 
ning kunu awit ono alusing panggepok, yoiku ‘alusing pangroso awak’
Hiyo iku sing sinebut awak alus, awak ingkang manjing ono ing kaalusan, dudu awak kasar iki dudu rasaning panggepok yoiku alusing panggepok
Awak sing ora kasinungan ing gatel keri adem panas ugo alus kasab…
Dadi awak alus kae dudu alusing pandulu ora alusing pangrungu…
Dadi ono ing sajeroning lereme panggepok, ning kunu ono awak ingkang sayekti, awak sing wekasane biso dadi pambukane opo kang sinedyo..

PANGECAP

Pangecap iku rosoning ngecap, rosone ngecap iku koyo ; weruh legi-pait-asin-kecut-isp (rasaning ilat)
Ngleremno pangecap ; hiyo ora makartino pangecap, ora nganggo rosone pangecap ing sawetoro, nalikane pangecap mau wus biso lerem, ateges ora makarti….
ning kunu awit ono alusing pangecap, yoiku ‘alusing pangroso ilat’
Awit dumunung ing kaalusan klawan necep lembuting sari sari kang dadi pikuwating karso
Yoiku pangecap sing wus ora kasinungan legi pait asem asin…
Dene karso iku bedo karo karep, yen karep iku pinuju ing arep, karso iku sadurunge pinuju ing arep, ateges alusing karep..

PANGAMBU

Pangambu iku rosoning ngambu, rosone ngambu iku koyo ; weruh wangi, anyir, amis (gegandhan)
Ngleremno pangambu ; yoiku ora makartino pangambu, ora nganggo rosone pangambu sawetoro, nalikane pangambu mau wus biso lerem, ateges ora makarti…..
ning kunu awit muncul alusing pangambu….
Hiyo awit dumunung ing kaalusan klawan ngirup murnine gegandhan, yoiku : ‘gondho sari’
Dadi pangambu sing wus ora kasinungan wangi, anyir, amis…..isp
Dene alusing pangambu kae kang dadi pikuwating cipto
Kang bakal mujutake sadengah ingkang pinuju, ateges biso anarik gethering karso….
Dadi sa-ciptane, katekan sa-pingine, amargo iku kang dadi larasing sedyo, kang nuju ingkang pinuju…

PANGRUNGU

Pangrungu iku rosoning ngrungu, rosone ngrungu iku koyo ; weruh duwwarrr, jledug, ktreekkk (sworo)
Ngleremno pangrungu ; yoiku ora makartino pangrungu, ora nganggo rosone pangrungu sawetoro, nalikane pangrungu mau wus biso lerem, ateges ora makarti……
ning kunu awit jumedhul ‘alusing pangrungu’
Hiyo awit dumunung ono ing kaalusan klawan krungu ing alusing sworo, yoiku : ’ sasmitoning sabdo’
Yoiku sworo njero ingkang biso nyirep sworo njobo
Ning kunu manungso awit biso mingis maligi panggraitone, lan thukuling ‘prabowo’
Dene ning kunu lagi biso tanggep ing tuwuhing sasmito, ateges landheping panggraito
Titis tetes tatas…

PANDULU

Pandulu iku rosoning ndulu, rosone ndulu iku koyo ; weruh rerupan, wewarnan, cahyo (kawujutan)
Ngleremno pandulu ; yoiku ora makartino pandulu, ora nganggo rosone pandulu sawetoro, nalikane pandulu mau wus biso lerem, ateges ora makarti….
ning kunu awit thukul ‘alusing pandulu’
Hiyo awit dumunung ono ing kayektene paningal
Ning kunu awit tumuwuh waskitoning nala
Yoiku karepe manungso biso dadi hyang dadi dewo dadi gusti ing arcopodo kene….

WEKASANING WEDARAN

Lereming poncodriyo iku biso nukulake alusing poncodriyo
Mulane banjur kaaran ‘dosondriyo’
Yoiku njobo njero kang wus gathuk lan jumbuh njur nunggal
Yen isih wengku winengku ateges durung sampurno nunggale
Dene sampurnane iku yen wus ora mengku ora kawengku yoiku ingkang wus maligi (yekti tunggal kahanan)
Nalikane dosondriyo kae wus sampurno, sayektine biso mengku ing sagung dumadi.
Wiwite pisan pindo ora gampang kang aran meneng ....
Mung soyo lawas soyo biso menengno rogo
Menenge rogo iku ingkang aran samadhine poncodriyo
Samadhine poncodriyo yo lereming poncodriyo hiyo sireping poncodriyo lan thukule alusing poncodriyo.

PEPENGET

Poncodriyo iku roso, ateges sing digawe ngrasakno
Koyo keri-gatel..anyir-wangi..legi-pait..sworo lan rerupan iku sing dirasakno
Sing dirasakno iku terusane sing digawe ngrasakno
Dadi sing dirasakno iku gumantung marang sing digawe ngrasakno
Mulane alusing poncodriyo ora meruhi sing dirasakno poncodriyo
Dadi terusane alusing poncodriyo hiyo aluse sing dirasakno poncodriyo
Dene angen angene hiyo katut dadi alus…………
Ratune poncodriyo dadi ‘ratu dosondriyo’



Sambunge Serat Jiwo

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

SAMBUNGE SERAT JIWO

Serating Jiwo
Kang ateges tulisaning jiwo
Hiyo lukisaning urip
Hiyo Kahananing jiwo
Jiwatma jiwondo jiwodono
Nalikane ono susah hiyo mesti ono bungah
yen karepe katekan ono bungah
yen karepe ora katekan ono susah
iku nuduhno yen isih kasar rahsane
yen jiwoe isih kandhel wuwulane
hiyo nuduhno yen isih kasar rosone
mertelakno yen isih cilik dirine
yen isih bocah kamanungsane.......

Uwong Lan Kekarepan

Wong karep wong angon karep (pepinginan)
iku ora ono salahe, jenenge urip yo duwe karep
awit tetuwuhan, gegremetan hiyo duweni karep
mung sadengah urip iku pikarepe ora podo
amergo bedo bedone sing ndasari karep
hiyo bedoning sangkan tuwuhe karep
ono sing soko cipto, rahso, karso ugo roso
arane karep iku yen pinuju ing arep
dadi onoe karep iku amargo onoe SING DIKAREPNO
lha onoe sing dikarepno iku amargo onoe SING NGAREPNO

Nalikane ono karep katurutan ; bungah
yen ono karep ora katurutan ; susah
sing karep iku ora luput, dene sing luput iku sing angon susah
dedhasar angon susah, mulane susahe tuwuh subur gedhe uwite
yoiku sing dadi jalarane uwong : kagetan, nggumunan, mringis....isp
yoiku uwohe tanduran susah, pang pange roso kanerakan..

Kabeh kabeh karep penak kepenak
mung penak kepenak iku ora podo ukurane
amargo bedo bedoning diri yo bedo bedoning jiwoe
penak kepenak iku amung roso, dene roso iku amung piranti SING DIGAE NGRASAKNO
dene sing digae ngrasakno iku gumantung marang SING NGRASAKNO
sing ngrasakno yoiku si diri ateges UWONGE....
dadi ukurane penak kepenak iku ora dumunung ning 
SING DIRASAKNO yo ora ning SING DIKAREPNO..
dene bungah susah iku gegandengan ing salawase, ateges kahanane iku nunggal pisah
podo koyo kuwater lan getun iku hiyo nunggal pisah
ojo wedi wedi, marang opo bae madep opo bae ra usah wedi wedi
tegese manjing swargo iku ora gowo susah dudu ora gowo duso dene
kecemplung naroko iku amargo ora gowo bungah dudu mergo ora gowo pahala
dadi swargo naroko iku iyo nunggal pisah
swargo naroko ikuloh bleger kahananing bungah susah

Melbuo swargo, yen isih gowo susah iku tegese ngobong swargo
dadine yo kecemplung naroko
melbuo naroko, yen isih gowo bungah iku ateges nyiram naroko
dadine yo manjing swargo
sing nggelar jagad iku urip
sing nggelar papan mongso iku yo urip
sing dirasakno iku ORA ONO tanpo anane sing digae ngrasakno
sing digae ngrasakno iku ORA ONO tanpo anane SING NGRASAKNO
mulane dadine jagad iku gumantung marang SING NGRASAKNO
yoiku si diri si urip...


NIRWONO
Nalikane bungah susah wus lebur...
ora ono maneh sing digetuni ora ono maneh sing dikuwatiri
arep ono ing endi endiyo panggah wani
ngalami, nandangi opo bae yo ora getun mburi
hiyo ora kuwatir marang opo bae sing diadepi
yoiku sing diarani 'tatag'

Wani lan wedi iku yo piranti sing digae ngrasakno (roso)
wong wong bongso nirwono iku wus nglebur wedi
ugo wus nglebur susah, dadine tanpo susah tanpo wedi yoiku tatag
jiwoe wus salin rupo luwih alus ; yoiku jiwo kadewatan (bongso guruloka)
dadi ora ono jiwo bongso kadewatan gowo susah bungah ugo getun kuwater...

Mulane arep urip ing endi endiyo panggah wani bae
arepo ning jagad alus ning njero lemah ning awang uwung hiyo tetep tatag
urip ing mongso mbesok mbiyen saiki ; tetep wani bae
uripo dikoyo opo......... tetep wani yo panggah tatag bae.

TOTO TITI TENTREM

Tinoto tiniti tentrem pungkasane
tlitinen bedane sing dirasakno klawan sing digae ngrasakno
banjur meruhi sing ngrasakno
tuwuhe sih kang tumuwuh nalikane wus lebur dhemen lan gethinge
lebure dhemen iku : tresno
lebure gething iku : prihatin
prihatin iku dudu koyo nelongso opo sumusah opo duko loro
prihatin iku welas, welas marang pepadhaning urip
kabeh kabeh diwelasi...
tresno iku dudu dhemen dudu seneng, tresno iku sih, sih iku nugroho
ono sih pribadi, sih suci, sih mardiko, sih rahayu....isp
dene sih iku tumuwuh soko kaweningan 
ingkang tanpo tetimbangan ingkang tanpo pamrih
ono tresno ono prihatin, mulane banjur ono welas asih..

Tentrem kae ora dumunung ing papan yo ora dumunung ing kekarepan
ora ono ning sing dikarepno yo ora ning sing dirasakno
tentrem iku wekasane tinoto lan tiniti
tanpo toto titi yo ora ono tentrem
mulane ono wulang wuruk semedi
kanggone noto lan niti
supoyo salin rupo jiwoe
supoyo dadi alus rahsane
supoyo sarwo raras sarwo seneng
supoyo sing digae ngrasakno biso lebur nunggal : salin rupo ; salin kahanane
dadi luwih alus lan luwih edi rupane
dadine luwih bagus seratan jiwoe.


Sandangane Urip

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

SANDANGANE URIP

Wiwitan kang tanpo rupo
panjenengane kaaran saliro
hiyo saliro suci
sadurunge ono wuwulaning doyo
ora kawulo yo dudu gusti
namung saliro suci

Tumurun kaserot anggelar papan
purwopodo arane
kang dadi jagate jiwo urip sandangan nyowo
kang tanpo badan tanpo suksmo
isih durung kaaran bongso
amargo isih tanpo rupo 
amung tejo sunaryo

Yoiku wahyu

ateges nyowo kang akeh
hiyo uriping jiwo sing ora akeh wuwulane
sumunare kang tanpo werno
mung hiyo luwih anyorot padhange
iki sangkane jiwo sing mowo ka adem an

Yoiku pulung

ateges bongkot
hiyo uriping jiwo sing luwih akeh wuwulane
tinimbang karo wahyu lan luwih ora suci maneh
sumunare biru semu ijo moyo moyo
iki sing dadi sangkane dhemen klawan bungah

Yoiku andaru

ateges kumelip lirkadiyo lintang
sumunare kuning semu abang moyo moyo
kang luwih ora suci maneh tinimbang wahyu lan pulung
hiyo jiwo urip kang andasari gumelare bawono
iki sing dadi sangkane salugune wong janaloka

Yoiku teluhbrojo

sumunar abang lapis biru
kang wus ora suci maneh
amargo doyo wuwulane wus banget akehe
sing dadi sangkane tumindak cidro
hiyo agawe sengsaraning liyan

Yoiku guntur

ateges gelap pekat
sumunare ungu lapis abang enom
sing dadi sangkane angkoro lan murko
kang wus banget ora sucine

Yoiku martiyu ugo antu

sumunare coklat lapis abu abu
kang dadi sangkane bongso sato
hiyo jiwo urip sandangan nyowo
kabeh sing ono ing purwopodo
bedo papane mung siji kraton
kaaran purwo hiyo kawitan

Dene temurune urip sandangan nyowo
kang anggelar badan banjur nyawiji
nunggale badan nyowo nganak'ake cahyo
sing dadi pambuntele badan nyowo
yoiku bangsane setitah
bangsane urip kang sandangan suksmo
kaaran titah urip

BONGSONING SETITAH

Urip kang wus anduweni rupo
suksmo kang dadi sandangane
cemlorot kahanane bedo praupane
ono
setitah ingkang ora tumitah
setitah ingkang durung tumitah
setitah ingkang tumitah

Ingkang ora tumitah kaaran titahing suksmo
dumunung ono ing kalangitan ugo pangrantunan
Ingkang durung tumitah iku sangkane kabeh dumadi

dumunung ono ing kalangitan
dene setitah ingkang tumitah
dumunung ono ing pangrantunan lan anggelar rogo
iku kabeh bongsone urip sandangan cahyo

BONGSONING DUMADI

Purwoning dumadi ing arcopodo
yoiku bangsane wit witan
kang dadi pepundening bawono
iku uripe wus anggowo nyowo ing arcopodo
asal soko banyu udan kedadeane
sing tumibo ono ing banyu segoro
nganti cecampuran klawan rereget
yo reget kang ono ing dhasaring segoro
dumadi kang aran lumut
banjur tuwuh sangsoyo gedhe
karepe tembung uwit iku urip kang sakawit
yoiku jiwo urip sandangan nyowo sing katarik dening doyoning bawono
banjur anggelar badane dadi kakayon
uwite metu kayu pang pange banjur uwoh
lan nukulake uwit maneh nganti anyebar akeh
dadi tetuwuhan iku rupane urip sandangan badan
mung ning arcopodo kene badane mau arupo kayu

Madyoning dumadi ing arcopodo

yoiku bangsane sato
amargo wiwite urip ning sajeroing banyu
banjur mentas urip ning daratan
mulane kaaran sato
ateges urip sing wus manggon papan loro
sing asal kedadeane soko antigo
ateges urip sing bakale nganggo telung awak
kang arupo cangkang sing kedadeane soko
howo kacampur doyoning suryo lintang mbulan
kaserot dening pramono
hiyo jiwo urip sing isih kabuntel
kang ono ing sajeroning segoro
banjur cangkange mlethek amargo panasing suryo
banjur pecah jumedhul arupo awak sambung telu
bebadaning jiwo kang asale ono njero 
jumedhul ambendhol kaaran endas
sambungane kaaran gembung minongko kang dadi wadahing udara kang sinerot
karepe gembung iku amargo nalikane udara wus lumebu wadahe
banjur katon mlembung
sambungane maneh kaaran buntut, amargo iku minongko pambunteling awak
kang menowo obah mesti katut

Dene antigo iku isih arupo cahyo lapis telu
dhasare kuning semu abang
tengahe putih semu abang
njabane abang enom
kang dadi asal anane bongso sato ing arcopodo

Bongso manungso

yoiku dumadi manungso
urip kang sandangan rogo
anggowo sapirang pirang doyoning bawono
awit doyo kang soko tetuwuhan lan kasatoan
nganti sapirang pirang doyo ing kalangitan
kawuwulan sapirang pirang doyo soko jiwo urip
nganti nukulake sapirang pirang rosoning urip
kagelar dumadi bleger siji
kaaran manungso

BONGSONING JALMO

Kaaran jalmo iku ateges dumadi sing njalmo
yoiku bangsane urip kang ono ing kaalusan
awit kang ono ing kaendran nganti kajaten
iku bongso urip sandangan jiwo
kang dadi paraning dumadi
hiyo dumadi jalmo
ono
ingkang durung njalmo
ingkang wurung njalmo
ingkang njalmo

Ingkang durung njalmo iku dumadi sing kandheg
mandeg ono ing antoropodo
amargo pambunteling urip durung sirno
suksmo badan nyowoe isih ono
Ingkang wurung njalmo iku dumadi sing bali
kaaran rengkarnasi
yo baline urip ing arcopodo
amargo kakuwataning tekad sing ora katekan
kaaran olo utomo

Dene ingkang njalmo
ono kang urip ing endraloka
dadi bangsane dhemit - siluman - brekasaan - memedi - peri - lelembut nganti bethoro
ono kang urip ing guruloka
dadi bangsane dewo - hyang - buddho - gusti
ono kang urip manjing kajaten
dadi bangsane pengeran.

Eling Klawan Waspodo

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

WASPODONE ELING


Urup padhang soroting cahyo
Wutuh katompo
Anyirnakake sunaring grahono
Sirno ing lebur, dadi mijiling purnomo
Pepetheng lan bebingunge musnoh
Kaganti cetho welo welo terwoco
Sungune angkoro lan murko
Kasiram banyu ademing roso
Hiyo sajatining roso
Ingkang dumunung ing sajeroing jiwo

yoiku
Jiwone manungso sajati

Eling klawan waspodo
Iku dudu elinge angen angen
Ora cipto ora ripto
Dudu kelingan lan ngelingi
Nanging elinge budhi
Hiyo budhi iku tukang eling
Eling marang kajaten tanpo pegat
Eling lan waspodo iku loro loroning atunggal

Yen eling mesti waspodo
Yen waspodo mesti eling
Sing waspodo hiyo rosone
Yoiku roso sajati
Tukang ngrasakno kajaten
Olehe ngrasakno hiyo tanpo pegat
Nunggale budhi lan roso
Kaaran waspodoe eling

Ning janaloka, diri mowo angen angen lan engetan
Ning endraloka, diri mowo cipto ripto
Ning guruloka, diri mowo budhi
triloka arane, jagad gedene kabeh diri

Dene kang ono ning kajaten
Amung ingsun
Diri wus lebur sirno
Hiyo, ingsun kahanan jati
Dene Ingsun, mowo waspodoe eling
Sing eling : budhi
Sing waspodo : rosojati
Sing ngrasakno : ingsun

Eling klawan waspodo

Elinge iku ora ngeling ngeling sing dilalekno
Elinge iku ora kelingan marang sing wus dilalekno
Elinge y dudu ngelingi supoyo ora dilalekno
Iku mau kabeh, ateges makartine angen angen

Dene eling iku weruh marang anane
Hiyo weruhe budhi marang kajaten kang tanpo pegat
lan waspodoe iku ora amargo wedi, yo ora amargo terancam, y dudu sarupane pengawasan, y dudu ngawası..amung pakartıne rosojatı anyelaras marang kajaten.

Elıng ıku angen angene manungso sajatı
Waspodo ıku pangrosoe manungso sajatı
Mung eling bae iku angen angen
Mung waspodo bae iku pangroso

Dene eling klawan waspodo iku nunggal
Yen eling mesti waspodo 
Yen waspodo mesti elinge
Iku sing diarani elinge roso utowo rosone eling
Yoiku budhi klawan rosojati kang nunggal ing ka.eneng.an.


Poncodriyo Klawan Arcopodo

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

NGARCOPODO

Iku limang pangroso
.pandulu
.pangrungu
.pangambu
.pangecap
.pangroso awak
Tanpo ono kalimoe, arcopodo iki ora ono
Onoe arcopodo iki hiyo soko onoe kalimo mau
Iku dununge sing dirasakno..sing digae ngrasakno..lan sing ngrasakno..

Gelare arcopodo :

.rerupan lan wewarnan
.sworo
.gegandhan
.legi, kecut, pait, asin, sepet isp
.gatel, keri, alus, kasab, adem, panas
Onoe rerupan iku soko onoe pandulu, lan sirnoe rerupan iku soko sirnoe pandulu, mung ono lan sirnoe iku bareng.
Sworo.gegandhan.legi kecut.adem panas hiyo mangkono, sing ono soko onoe poncoindro
Kalimo limoe ikuloh sg anggelar onoe arcopodo..

Arcopodo iku jagad gedene poncodriyo
Poncodriyo iku jagad cilik
Poncodriyo iku arane roso wadag..poncodriyo diwengku angen angen..yo angen angen iku sing dadi ratune poncodriyo..
Yo ning kunu njur diri muni, arcopodo iki pancen ono..

Mangkene ;
Roso wadag+angen angen+diri = wong bongso donya
Gelare ;
Arcopodo iku jagad gede, ateges sing DIRASAKNO
Roso wadag iku jagad cilik, ateges sing DIGAWE NGRASAKNO
Diri iku sing NGRASAKNO.

Anane sing dirasakno iku gumantung marang sing digae ngrasakno, contone ; anane sworo iku gumantung marang anane pangrungu, sworo ora ono kanggone liyane pangrungu, amargo sworo iku jagate pangrungu, dudu anane pangrungu soko anane sworo..

Dene sing digae ngrasakno iku gumantung marang anane SING NGRASAKNO..
Mulo sajatine sing dirasakno iku ora ono, mergo anane manut sing digae ngrasakno, sing digae ngrasakno iku sajatine ora ono, mergo anane iku manut marang 
onoe SING NGRASAKNO..

Yoiku gelare urip ora nekani papan mongso, anane urip ora soko anane jagad, ananging anane jagad iku soko anane urip, jagad ora nggelar urip, nanging urip iku sing nggelar lan nggulung jagad, urip iku ora manut kahanan nanging kahanan iku manut urip, jagad ora gawe urip nanging urip iku sing gawe lan gelar jagad.

Amargo angen angen iku ratuning arcopodo, mulo kabeh wong donya iki mujo angen angen, hangawulo marang angen angen.

Ning arcopodo (janaloka)
Ono swargo narokoe
Yoiku kepenak lan ora penak
Kang ateges swargo narokoe angen angen
Arupo kesenengan lan sengsorone rogo
Manungso sing gedhe jiwo kawadagane
Yoiku blegere wong bongso donya
Ono wong bongso donya
Ono wong bongso alus
Ono wong bongso dewo
Ono wong bongso pengeran
Dununge kabeh mau dewe dewe
Manut marang jiwoe
Gumantung marang gedhe cilik.e rosoe

Awit kajaten.guruloka.endraloka iku kalingkep janaloka kanggone wong bongso donya
Kajaten.guruloka hiyo kalingkep kanggone wong bongso alus
Kajaten iku kalingkep kanggone wong bongso dewoto
Amung wong bongso pengeran bae sing biso cetho marang anane kajaten.