Showing posts with label Jowo. Show all posts
Showing posts with label Jowo. Show all posts

Propaganda


PROPAGANDA


Yaitu isu - isu tandingan tentang berbagai istilah maupun kenyataan yang ada
bertujuan untuk membingungkan pada suatu hal yang sudah jelas adanya
PROPAGANDA
Bisa diartikan hal yang serupa tapi tidak sama dan hal yang sama tapi tidak serupa
PROPAGANDA
Bertujuan untuk menghilangkan sesuatu yang jelas terlihat
yang sudah jelas dihilangkan dengan memperlihatkan kesamaan kesamaan yang tidak serupa
PROPAGANDA
Menyilap mata ; tiap penglihatan yang hanya melihat apa yang ingin dilihat..bukan melihat apa yang terlihat...
Dan sampai sekarang negeri ini masih terpuruk oleh berbagai macam propaganda
bangkit & sadarlah wahai tunas tunas bangsa

Jiwo jowo Jiwo mardiko




Geografis


GEOGRAFIES


Tanah Jowo


.Dijaman sekarang ini ada benua amerika. afrika.eropa. asia
benua = pulau yang lebih besar (gundukan besar pada bumi)
tiap benua pastilah dikelilingi oleh lautan luas..sebab sebelum ada benua2..bumi masih berupa lautan (air)..cokro banyu yang terus berputar (masih disebut pramono. belum disebut bawono)

.setelah sekian lama dalam putarannya terjadi pemadatan pada pramono tsb..disebabkan adanya penyerapan2 daya panas matahari..dinginnya bulan..juga getarnya bintang bintang..dan juga pergerakan maruto (angin)..sehinggah kedalaman pramono mengering..memadat..
.dan hadirlah gundukan2 besar dan kecil (benua & pulau)..
.pada saat itu pramono terbagi menjadi dua keadaan (daratan . lautan)..masih belum disebut bawono karena belum ada kehidupan..
.setelah pohon tersebut tumbuh dari dasar lautan..berkembng dan menjadi besar..semakin tinggi..berbuah dan berkembng biak..sehinggah bawono penuh dengan kehidupan berupa pepohonan.. aneka tetumbuhan di daratan juga dilautan.......... . . .
nganti lali lak mbhas benua..
Benua asia terbagi bagi..atas wilayah letak arah mata angin..
indonesia menempati asia tenggara..dan berada di zona garis katulistiwa (garis bujur peredaran matahari)
indonesia sendiri terbagi atas kepulauan2 : sulawesi jawa sumatera kalimantan dll...

dan pulau jawa (gundukan tanah jawa) : merupakan pulau tertinggi diantara seluruh pulau didunia..
tanah jowo yo bumi cokrowolo.




J O W O


JOWO

Diartikan 'ngerti' atau lebih tepatnya 'mumpuni' ada juga yang mengartiknnya penuh welas asih...
hanya ngerti tanpa bisa melaksanakan (mampu melakukannya) itupun sia2 sebab hanya akan mendapati kecewa, karena mengetahui tapi tidak mumpuni/tidak mampu melakukan.. .

Jowo itu lebih kearah Menjiwai, artinya mengerti jawaban dari mengapa dan bagaimana..?? 
didalam berbagai sudut hidup dan kehidupan yang sedang dan sudah berlangsung..bagi yang sudah 'waskito' juga mengerti berbagai sudut hidup kehidupan 
yang akan berlangsung...
Menjiwai tumbuhan pepohonan menjiwai binatang manusia juga makhluk2 halus, sehinggah mengerti mengapa dan bagaimana..
Jiwa yang dapat sambung terhubung dengan jiwa2 yang lainnya.. hinggah mengerti kemauan dari binatang2 dan juga pepohonan..

UNGGULE BOSO

Dari sekian banyak bahasa dunia, bahasa jawa lebih mendetail/terperinci dalam kosa katanya...mampu membedakan hal2 kecil yang memang berbeda
*pari - gabah - beras - sego*
*wit witan - tetuwuhan - tanduran - kakayon*
Dalam budaya apapun bahasa merupakan jantung pengetahuannya.. sebab sebelum datang pengetahuan bahasa lebih dulu dimunculkan/diadakan (istilae).. jadi saat bahasa itu kurang kompleks maka itu sudah dapat menunjukkan sampai dimana pengetahuannya.. .
Jika dalamm bhs inggris ada spirit dan soul dalam bhs jawa ada sukmo badan nyowo jiwo...

JOWO JAWAN

Karena memang masih tidak mengerti, karna hanya ikut ikutan, karna begitulah pada umumnya, karena tata bahasa yang sudah ditetapkan/dipatenkan memang begitu, dan sebab karna kebiasaan... .
merubah vokal O menjadi A dalam penulisan bhs jawa..
Lahwong sudah jelas2 nganggo boso jowo kog ngemoii pengucapan vokal : O
tresno yo tulisen tresno ojo mok tulis tresna : dampak.e sing ora ngerti boso jowo yo mesti bae mocoe ; tresna.. .
Dene ngramut bosoe dewe bae ora becus opo maneh ngemong pangerten2 jowo (kaweruh2 jowo)...
ono ditulis ana haa lak sowan opo arep ditulis sawan dayoh ditulis dayah.. .dst

Ning jember kae ono kecamatan jenenge SILO nang kunu yo ditulis SILO ora katulis SILA, misale ditulis SILA, mesti wong monco utowo wong sing ora biso boso jowo nyebute SILA, njur akhire ora ono kecamatan SILO sing ono iku SILA..
dan masih banyak budayawan jawa yang mengaku menjaga budaya jawa, tetapi masih JAWAN.. masih turut serta merusak bahasa jawa dalam penulisan2nya...
iki judule nggenahno sing munie jowo iku ngerti tapi nyatane jowo ora ngerti (jawan)..

DALAM DNA

Wong jowo pastinya akan melahirkan keturunan2 yang jowo orang jawu pstinya akan melahirkan keturunan2 jawu, yang jawi akan melahirkan keturunan jawi secara alamiah..
didalam dna selalu melahirkan dna yang serupa...
tapi semua bisa berubah yang jawu menjadi jowo sehinggah akan melahirkan keturunan jowo bukan lagi jawu dst... .
tanaman yang telah direkayasa sedemikian rupa dapat melahirkan tanaman yang berbeda dari sebelumnya..seperti rekayasa tanaman buah tanpa biji... .maka begitulah terjadinya evolusi ..

dalam silsilah keturunan org jawa dapat menyebut sampai yang ke 18 ... itu artinya orang2 jawa dahulu mampu hidup sampai melihat keturunannya yang ke 18..

JOYO JOYO WASKITO
WONG JOWO AMONG BOSO




Mongso

MONGSO (wayah)

Detik - menit - jam - hari
minggu - bulan - tahun
windu - dekade - abad - milenium
Adalah perhitungan waktu (putaran masa)
ada yang 
berdasarkan lunar (putaran bulan)
berdasarkan solar (putaran matahari)
berdasarkan lunasolar (putaran bulan matahari)
berdasarkan kesepakatan (seperti yang ada di indonesia)
perhitungn tersebut dikenal dengan sebutan kalender (penanggalan)
tiap peradaban memiliki sistim penanggalannya sendiri
sprt..
kalender saka (hindia)
kalender masehi (romawi)
kalender imlek (tionghoa)
kalender hijriyah (arab)
kalender jimmu (jepang)
kalender ibrani (israel)
kalender qibti (mesir)
dan juga kalender jawa..maya..julian

MASA (waktu)

Sebelum sekarang sesudah
kemarin sekarang besok
masa lalu masa sekarang masa depan
sesungguhnya masa lalu itu hanyalah bekas2 ingatan pada kejadian yang telah berlalu (kenangan)
masa depan itu hanyalah pantulan dari masa sekarang
sesungguhnya hidup ada dimasa sekarang
masa lalu masa depan tidak benar benar ada
Karena yang mengalami (yang hidup) akan selalu menempati/mendapati masa sekarang
hanya saja masa sekarang itu akan jadi berbeda sebab beda-beda nya yang hidup (mengalami)
putaran masa adalah dampak/efek kejadian
sehinggah masa sesungguhnya hanya bayangan atas kejadian..

UMUR (usia)

Umur adalah masa hidup
masa hidup terbagi menjadi masa belia..kecil..muda..tua
akhir masa hidup disebut usia/usai.
masa lalu masa sekarang masa depan adalah satu masa yang berwujud tiga
masa tidak dapat terpisah dengan tempat/ruang
ruang dan waktu juga adalah satu yang berwujud dua
ruang dan waktu tidak dapat dipisahkan dari hidup (yg mengalami)
hidup dan ruang waktu adalah satu keadaan dalam tiga wujud.

Joyo Joyo Wijoyo Tanah Jowo



Boso

BOSO (liguistik)

.Bahasa merupakan suatu identity
.bahasa dalam suara lebih dahulu ada daripada penyampaian dalam bentuk tulisan
.bahasa menyimpn sejarah peradaban
.bahasa  mengandung pengetahuan dari sebuah peradaban
.bahasa pun dapat menjadi petunjuk pada suatu pemahaman

Garis besarnya bahasa terbagi atas ;
-bahasa asal
-bahasa rumpun
-bahasa serapan
-bahasa kuno
-bahasa baru
.bahasa asal dapat tergolong menjadi bahasa.kuno dan bahasa baru
.bahasa rumpun adalah bahasa yang berdasarkn atas suatu wilayah
.bahasa serapan hanya dapat tergolong menjadi bahasa baru
seperti halnya bhs.Indonesia adalah bhs.serapan
sehinggh tiap wilayah di indonesia yang punya bhs.asal tapi kata bhs.nya masih banyak yang tergolong serapan dari bhs.Indonesia
maka dapat dipastikan bahwa itu adalah bhs.asal yang tergolong baru, jadi istilah2 yang memuat beragam pengetahuannya pun tergolong dari pemahaman baru..dan peradabannya pun juga masih seusia Indonesia/tdk jauh berbeda

BAHASA ASAL/KUNO

.bhs.yunani
.bhs.china
.bhs.sansekrit
.bhs.latin
.bhs.hindi
.bhs.mongolit
.bus.urdu
.bhs.nordik
Tetapi yang tertua itu adalah BAHASA JAWA
bhs.jawa merupkan bhs.terlengkap
meski mengalami berbagai kikisan bhs.jawa pun jadi serapan di berbagai bahasa lain,
(di jawa ada bahasa kawi yang berarti bahasa awal)

Ialah BO + SO kalimat dalam bahasa yang paling kuno
Boso ; jawa
Glossa : yunani
Bha a : sansekrit
Sermone : latin
Bhaasha : hindi
Spark : nordik
Khel : mongolia
Ya ban : urdu

'Javanese the great language' 




Psikologi

PSIKOLOGI

Dalam konteks pada umumnya
yaitu pengetahuan tentang kejiwaan
beasal dari kata phsyco dan logia (jiwa & pengetahuan)
adalah tolak ukur untuk mengetahui keadaan jiwa seseorang ; 
tentang tingkah laku ucapan dalam ranah kesadaran..lebih dalam lagi mencakup alam bawah sadar ; 
yakni sepeti adanya keinginan yang tanpa disadari..perbuatan yang tak disadari..kemauan dll..
sedangkan didalam ajaran jawa sudah mengenal ; 
Serat Jiwo : yakni pengetahuan tentang jiwa..

EMOSI...EGO

Emosi itu bukan marah...tetapi marahpun juga termasuk emosi..
secara garis besar emosi itu ada 6 macam ;
cinta
benci
bahagia
sedih
takut
berani
Emosi itu pergerakan mental sebab luapan perasaan...dan berakhir pada geraknya tubuh..
bagi mereka yang ahli dalam psikologi (psikolog) dapat dengan mudah mengetahui kepribadian seseorang..dengan melihat emosi - emosi tersebut..
Didalam serat jiwa ; pemahamannya menuju kepada pembangunan karakter..
yaitu perubahan jiwa (jiwo salin rupo) dengan kata lain Evolusi jiwa..
karna jiwalah yang takkan pernah mati
hidup selamanya bersama didalam diri.

Ingkang Ngratoni

RATU

Didalam konteks bhs.indonesia brrt raja wanita/istri raja.. tidak ada yang istimewa bagi ratu, karena masih ada permaisuri/selir raja.. 
dan sampai saat ini, pemahaman tentang ratu ya seperti itu 'istri raja'

SING NGRATONI

Dalam konteks jawa (dibaca ; jowo) .. ratu adalah sang raja, dan bukan istri raja karna ratu bisa wanita bisa lelaki, bukan hanya sekedar pemimpin tapi karna memang sudah mumpuni.. disebut 'ingkang ngratoni'
sedangkn raja itu ingkang ngrojoi yang artinya : berkuasa dan menguasai semua tunduk padanya karna si raja memang mampu memimpin dan berwibawa bukan sebab takut padanya tapi semua segan padanya..
sedngkn ratu berkuasa diatas raja makanya disebut sang raja (satu satunya raja) .. jadi kalau raja itu ada banyak maha rajapun ada banyak tapi sang raja hanya satu dialah ratu.. dalam hal kemampuan sudah melebihi kemampuan para raja, itulah ratu, bukan istri raja..
peralihan bahasa itu memang menyesatkan, karena dapat menghilangkan arti makna dan riwayat..
jadi kalau raja menguasai dan memimpin rakyat, ratu itu menguasai dan memimpin rakyat dan juga para raja..menjadi pengayom pemomong/pemelihara karena memang mampu (mumpuni) mengayomi makanya disebut ingkang ngratoni.. 

RAJA

Dalam semua kehidupan itu selalu ada rojoe.. bahkan dalam kehidupan binatang di didalam kawanan binatang selalu ada rojoe, dan para raja" tsb memang mumpuni dalam hal memimpin kawanannya.. .
cerita kuno : ada fenomena, ketika ada gerombolan ikan lele berjalan berjejer melintas meskipun sedang tidak ada air, pertanda akan terjadi gempa bumi, dan didepan gerombolan tsb, ada satu lele yang memimpin, yaitulah Rojoe.. begitu juga dengan kehidupan berbagai binatang yg lain.. selalu ada rojoe, yg mampu dan mumpuni..
meski di dalam kehidupan binatang tidak ada ratu tapi secara spiritual akan selalu ada 'kaki nini among'..yg mengayomi gerombolan2 bangsa binatang..

KUWOSO NGUWOSOI NGERATONI

Yang berkuasa yg memiliki kuasa belum tentu sudah mampu 'menguasai'
jadi yg disebut berkuasa itu lebih tentang ke-pemilikan suatu wilayah sedangkan menguasai itu tertuju pada penguasaan atas sebuah kehidupan..
makanya ada kuwoso ada waseso (nguwosoi)..
sedangkan yg menguasai belum tentu sudh mampu mengayomi..
itulah makanya ada yg disebut raja ada yg disebut ratu, jd ratu itu sudah berkuasa dan menguasai juga mengayomi (momong)..
bukan dalam hal title/cap/label/pengakuan/diakui/diangkat melainkan dalam hal 'kemampuan' bisa juga disebut 'pencapaian' 

JOYO WIJOYO

Begitu juga dalam hal yg disebut kejayaan, joyo berarti kejayaan diri tapi wijoyo itu kejayaan bagi diri sendiri dan yg lainnya..
JOYO itu hal apapun sudah dimiliki dan berlebih tiada kekurangan karena semuanya ada juga berlebih.. sedngkan 'makmur' itu semuanya serba ada dimiliki tapi tidak berlebih dan tidak kekurangan..
dan dalam hal apapun itu selalu ada 'tahapannya' jadi setelah mencapai makmur barulah dapat mencapai 'joyo' setelah joyo barulah bisa mencapai 'wijoyo'
maka setelah tahap rojo bisa menjdi mohorojo setelah itu barulah dapat mencapai sang rojo (RATU)
kalau secara sistim diatas rakyat ada raja2 diatas raja ada ratu..
di wilayah sana ada raja diwilayah sini ada rajanya tapi disana sini hanya ada satu ratu (sing ngratoni)

JOYO JOYO WIJOYO
TANAH JOWO BUMINE SANGROJO


Book Of Spiritual

BOOK OF SPIRITUALITY

Kecerdasan didalam dimensi kedalaman yang akan menyala atau meredup..bergantung adad diri masing2..kesadaran yang akan berubah/berevolusi..berkembang atau yang akan terlarut pada dimensi fisik..bergantung pada diri masing2..

MIKROKOSMIS

Segala bentuk pengolahan diri baik itu meditasi..semedi..maupun topobroto pada dasarnya dapat menguatkan tubuh2 halus..sehinggah tubuh2 halus tidak mengeras/memadat seiring mengerasnya tulang2 tubuh..ketika tubuh2 halus itu belum memadat..pergerakan semesta raya (bulan bintang matahari) banyak terpengaruh olehnya..dan dimensi spiritual begitu jelas adanya..ketika kesadaran itu utuh..tidak berpling pada masa bayangan (masa depan:lampau)..tetapi hanya menatap masa sekarang/saat ini..karna masa/waktu itu hanyalah priode berjalannya suatu pergerakan..maka tidak ada masa itu nyata selain yang sedang dialami..bukan yang telah & akan dialami..

Seiring memadatnya tubuh2 halus dalam setiap kelahiran..dimensi spiritualpun menjadi semakin maya (samar)..sehinggah dibutuhkan pengolahan2 diri untuk menekan pemadatan yang berkelanjutan..
Materi adalah energi yang terpadatkan
dijaman sebelumnya (jaman kuno)..dimensi spiritual itu lebih jelas terlihat daripada dimensi materi..ketika pancaindra belum sepenuhnya memadat..
ketika pergerakan semesta raya masih saling terhubung (antara mikrokosmis dan makrokosmis)

SUPRANATURAL

Yakni kejadian diluar nalar..meski dijaman spiritual, supranatural itu adalah hal2 yang sudah biasa terjadi..dan memang dilakukan dengan sengaja..bukan kebetulan atau kehendak alam bukan pula perbuatan tuhan maupun setan..

SELUK.BELUK

Akan tetapi kehidupan telah berubah..dimensi spiritual semakin memadat..pikiran menjadi ilusi..perasaan menjadi halusinasi..hanya hal2 materi yang mnjadi nyata..kenyataan adalah materialis..energi menjdi tiada tanpa materi..bahkan ibu bumi sudah tidak peduli (tdk dpt terhubung lagi)..
Itulah mengapa setelah sidarta gautama mendapat pencerahan mengajarkan tentang derita manusia didunia (dimensi spiritual yg kian memadat), karena dia sudah membuka dimensi spiritual dirinya & melihat banyak manusia yang berada dalam penderitaan..arti derita yang dimaksut adalah tidak adanya spiritualitas..

SPIRITIS

Itu bukan tentang permohonan kepada tuhan..sebab itu bukan bentuk olah diri bukan juga kerangka spiritual..bukan tentang mengingat tuhan..karena tidaklah mungkin dapat ingat tuhan..sebab tidak pernah berjumpa..yang ada hanyalah mengingat sebuah nama/sebutan..

GERBANG SPIRITUAL

tubuh fisik-tubuh mineral-tubuh nabati-tubuh energi
Leluhur tanah jawa sudah mewariskan istilah Sasmito-Wisik-Wangsit..yang berarti terhubung dengan dimensi spiritual..meski pada tingkatannya masing2..
Hampir disetiap peradaban dunia..gerbang spiritual sudah tertutup..tidak ada yang dapat membukanya..sebab ajaran2nya sudah terhapuskan..tergantikan oleh kiasan2 beserta dongeng2 halusinasi kepentingan yang memang diadakan demi untuk membuat dimensi spiritual memadat bersama semesta raya..

Meditasi tanah api air udara

Dalam bentuk meditasi apapun akan membuat tubuh mineral menguat..yang berarti akan terlepas dari pemadatan tubuh fisik..yang dalam istilah jawa disebut kasukman : hal2 tentang olah sukmo..
Topobrotoing bumi gunung segoro angin srengenge mbulan lintang angkoso
dalam bentuk topo apapun akan berdampak menguatkan tubuh nabati..dalam istilah jawa disebut badan..yang bertalian dengan nyowo..itulah hastobroto : delapan jalan menyerap energi semesta..
Dan dengan semedi dapat memperkuat tubuh energi..yang biasa disebut dengan jiwo..

Maka dengan tanpa adanya pengolahan diri kecerdasan spiritualpun meredup dan tubuh2 halus akan memadat dengan tulang2 dalam tubuh fisik (raga)..
Dadi sakciptone yo Dadi sakkersone yo Teko sing dadi sejone..hanya ketika dimensi spiritual itu tergelar..

AMBIGUS

Meski dalam dunia modern dunia sains modern dunia pengobatan modern tidak mengakui adanya spiritis..tetapi tanah jowo adalah bumi yang penuh dengan hal2 mistik dan supranatural..

JOYO JOYO WIJOYO
MISTIK SPIRITUAL TANAH JOWO





Pengetan

PENGETAN

PEPENGET ING LAKU 

Ngolah doyo njero ugo doyo njobo
klawan meneng ngumpulno doyo
sangsoyo gede sangsoyo ketoro
mundhaking doyo agawe santoso

NGOLAH AMBEGAN

Nalikane ngolah napas, iku tumujune angen2 ; pangecap pandulu pangrungu pangambu ; hiyo ng udarae, ng udaea sg diserot dadi bayu ing njero rogo, njur dibuwang metu...iku titik fokuse ng UDARAE...
dene sg latian olah nps jogo rogo ; hiyo nuju howo sg lumebu metu ing rogoe ; pamusatane, ws ora nggatekno udara lan liyo2ne, amung nuju howoe ; soyo suwe sangsoyo cetho ; kroso, ngrasakno lumebu metune howo ng rogoe ; iku arane ROSO ; sg dgae ngrasakno ; lha roso iku sapirang pirang jenis, kebagi ; sg kasar/gmpng diroso..sg alus/kurang gmpng..sg luwih alus/luwih ora gmpng...iku kbeh mung ayang2 sg kumambang, hiyo wewayange roso kang sejati.
ora gae roso yo ora biso ngrasakno ; ateges hampa..ono udara melbu ra kroso, ono adem panas ra kroso, mulo dsebut hampa...

MANEKUNG

Nalikane ngolah unsur2 sanjeroning rogo y ngunu...kabeh diempakno dipusatno ng unsur sg dadi sejoe...poncodriyoe y nuju ng unsur sg diolah...dene ambegane ora perlu ditoto, supoyo manut ambegane panekungan...yen ora ngunu artine ora manekung tp ngolah ambegan...mergo isih fokus mrunu..
diarahno nganggo ciptoe nganti ngrasakno unsur sg sejo diolah... dadi ora mung kiro kiro, nanging kudu weruh, yo weruh ing mundhaking doyo sg diolah...

-PEPINDHAN-

Arep nyambung weruh rerupan y ngenggo pandulu, arep weruh sworo y nganggo pangrungu.......isp
samono ugo arep weruh sukmo y nganggo ciptoe, arep weruh badan y nganggo aura.prana, arep weruh nyowo y nganggo rahso.karso....... weruh rerupan : ngrasakno nganggo pandulu, weruh sworo : ngrasakno nganggo pangrungu....iku arane laras runuting jagad..
.Ngrasakno iku ; ngempakno roso/nggunakno roso, endi roso sg dirasakno ; yoiku sing digawe nggelar.

TOPOBROTO

Nalikane nyerot doyoe bawono y ngunu, nganti kroso cetho melbu metune... .iku aran sadar, yen ora mangkono ateges tanpo sadar...yen manekung nganggo cipto, yen topo nganggo karso... dadi kabeh kabeh ditujuno marang doyo sg diserot...njur ambegane manut ambegane topo, ora topo manut ambegan, topoe y nuju marang doyo sing diserot...

SEMEDI

Nalikane menengno rogo ; ateges ngleremno poncodriyo
iku y nujune ng lereme, ora ng pengaturan ambegane...
banjur menengno cipto.riptoe ; ateges maheningno cipto
iku nujue ng kaheningan ora ng ambegane
dadi yen menengno rogo, ambegane manut dadi ambegane meneng..
yen ngeningno cipto ; ambegane manut dadi ambegane kaheningan...ora sewalike..
banjur wening ; nglerem rahso...sg tinuju y ng rahsoe nganti biso lerem, 
ambegane manut dadi ambegane kaweningan..
katelune mw nunggale kaaran ; meneng ing neng temanan..yoiku sg disebut semedi...
ngupadi undhaking jiwo, tumuju urip kang sejati...
dadi yen kerep semedi ; jiwoe sangsoyo alus... luwih alus...nganti tekan alusing alus ; 
yoiku jiwo bongso pengeran.




Jangkepe Ingkang Aran Lerem

JANGKEPE INGKANG ARAN LEREM

:::::::::

Wening kang cetho welo welo
padhang tanpo alinge ngrahono
sumebyar laras nyantosani rogo
meneb reregeting dadi sirno

KAWENINGAN

Menengno rogo, Ngeningno cipto banjur Ngenebno rahso
rosoe rahso hiyo rosoning kekarepan
awit sing gede cilik, tipis kandhel, alus kasar
kapilah pilah lan kaenebake
menebing rahso yoiku tegese wening
weninge rahso anggelar jejagade, yoiku
wang wung kang tanpo wates kang ngemot sekabehe kaweruh
pepindhane wus ora koyo katindihan gunung maneh
ananging gumrigah wus amindah gunung kang ngaling ngalingi
cetho padhang yoiku kang aran wus pramono..

Wening iku bening, hiyo nalikane rahsoe biso meneb
dene menebe rahso iku sing dadi jalaran gumrigahe budhi
lan dadi pambuka plawangan alusing roso pangroso 
dadi sebab kandhele roso kamanungsan kang sejati
uga kang mahanani salin rupoe kabeh jiwo

Saben ono rahso iku mesti bareng onoe roso
Mung onoe roso iku ora mesti bareng karo onoe rahso
Rahso iku ALUSING KEKAREPAN
sing kasar sing alus sing apik sing olo hiyo kaenebke
gething dhemen, bungah susah, wani wedi
iku enem bongkoting rahso
dene koyo nesu muring manglah sengit was sumelang getir kuwatir isp...
iku kabeh mung pang pang ateges ; anak.ane bongkoting rahso
hiyo sangsoyo suwe sangsoyo mati menowo kerep meneb rahsone

BUDHI

Awit cipto lan angen2 iku hiyo pamikir
samono ugo budhi hiyo pamikir
yen bongso janaloka ndunungi angen angen
bongso kaendran ndunungi cipto
bongso kadewatan ndunungi budhi
awit budhi utomo, budhi jatmiko, budhi rahayu.....isp 
sing kabehe iku cacahe ono pitu geneb wolu

Ono budhi kaweruh ; yoiku bongkoting budhi
sing mung ono ing kaweningan
Utek yoiku pucuke budhi
nalikane durung biso migunakno pucuke budhi
iku lirkadiyo wong sing isih ketindihan gunung
hiyo gedhene rahso sing kaumpamakno gunung
nalikane wus biso migunakno pucuke budhi
kaaran wus tangi budhine, kaumpakano koyo wong kalingan gunung
mulane yo isih kagubet ing pepethenge bebingung
menowo kerep angenebno rahsoe, sangsoyo cetho sangsoyo padhang
ateges wus amindah gunung kang ngaling ngalingi
angen2e padhang, jembar, landhep panggraitone
samubarang prakara iku isih kalilingan/katutupan hiyo durung cetho
mulane enebno rahsomu...

GEGAMBUHAN

Weninge rahso iku alusing rahso, dene alusing rahso iku wes mesti bareng karo luwih alusing roso
ateges dumunung ing roso kang luwih alus (roso kasar-roso alus-roso luwih alus-roso alusing alus)

Wus ora loro rogone hiyo wus tanpo pegel rogone
Wus tanpo susah, amung ono kanirwanan
Enteng tan ono abot sarwo gampang panggraitone
Angen angen kang wus padhang, jalaran soroting budhi
Mulo ora rekoso amikir babagan sing gedene dikoyoopo byar ambyar

SUNYOE WENING RURI ING SEPI

Hiyo alusing alus iku kang aran roso sejati, kang tunggal anane tetep ing murnie kaaran ; sangkalpa
nalikane bongkoting budhi biso nunggal klawan sangkalpa, iku kaaran : wus 'tatas ing budhi'
awit tekan ingkang sejati, anggelar kahanan kang sejati, yoiku kajaten..
kang wus tanpo kantha tanpo kanthi
mulo kasebut trah kusumo rembesing madu tedhaking andono warih
wus tan luwe tan turu, mangan turuo amung sarat bae
teguh yuwono kalis ing sambekolo nir sambekolo

Menengno rogo Ngeningno cipto Ngenebno rahso
Meneng ing Neng temenan ; yoiku kang aran semedhi

PEPENGET

Janaloka iku ginelar dening angen2 klawan poncodriyo
Endraloka iku ginelar dening cipto klawan astendriyo
Guruloka iku ginelar dening budhi klawan roso luwih alus
Kajaten iku ginelar dening nunggale budhi klawan rosojati

Dhiri2 arcopodo iku angen2e luwih kandhel tinimbang ciptoe
Dhiri2 kaendran iku ciptone luwih kandhel tinimbang angen2e
Dhiri2 kadewatan iku budhine luwih kandhel tinimbang ciptone

Bongso janaloka yo duwe budhi cipto mung angen2e luwih kandhel
bongso endraloka iku y duwe budhi angen2 mung ciptone luwih kandhel
bongso guruloka yo duwe cipto angen2 mung budhine luwih kandhel
sg ndunungi janaloka iku y biso wikan ing kaheningan mung ora akeh
sg ndunungi endraloka iku yo biso wikan marang kaweningan mung ora jangkep
kabeh2 y gumantung ing praupan jiwoe
ono sg ora salin babarblas, ono sg arepe salin, ono sg wus salin
ono sg saline tambah kasar lan ono sg saline tmbh alus
Pengetan : alus kasar iki mung kahanane bae..kanggo mbedakno blegere..
koyo dene mungguhe rogo sukmo iku alus, mungguhe sukmo badan nyowo y luwih alus.....

Yen wong janaloka kerep ngempakno roso kasar
wong endraloka kerep ngempakno roso alus
wong guruloka kerep ngempakno roso luwih alus

Yen menenge rogo ambuka alusing poncodriyo
ngeningno cipto ambuka murnie sukmo
ngenebno rahso ambuka plawangane rosojati
kabeh mau ateges jalaran pambuka ing semedhi...


Kadewatan ( Guruloka )

GURULOKO

KADEWATAN

Hyang hong wila heng
Awigna budiwa nowo songo
Sang dewo sang hyang sang buddo
Gusti tetep ingkang moho suci

Guruloka gelar jejagating bongso kadewatan
Tegese guru iku guruning jagad
Pamomong jagad penggelar nirwono
Kaswargan kanerakan wus lebur ora ono
Bungah klawan susah wus nunggal lebur
Salin kahanan kaganti sarwo seneng
Jalmo guruloka hiyo wong wong kadewatan

Yoiku.
bongso dewo bongso hyang bongso buddo bongso gusti

Bongso dewo
Yoiku diri diri kang wus dunungi kabecikan
Dene wong becik iku dudu wong sing karep becik
Tegese wong karep becik iku isih nuju dadi wong becik
Amargo isih durung ngenggoni kabecikan
Jiwone isih durung salin luwih alus
Mulo dirine isih demen marang becik
Isih gething utowo ngemohi olo
Wong ingkang nuju marang becik iku
Mung ngenggoni becik ing karep
Dirine isih durung salin dadi diri ingkang becik
Hiyo durung dunungi bongso dewo
Koyo dene meneng, durung meneng temenan
Amargo jiwoe isih durung salin rupo
Bongso dewo iku bedo klawan bongso hyang

Bongso hyang
Yoiku diri diri kang wus dunungi kawicaksanan
Wus dadi wong ingkang wicaksono
Iku dudu wong sing karep wicaksono
Dudu wong sing lagi nuju kawicaksanan
Dene wong karep wicaksono iku isih ngudi kawicaksanan
Mulane isih gething ora adil lan dhemen adil
lan sewalike
Ugo isih dhemen marang kawicaksanan
Kaaran durung ngenggoni wicaksono
Amargo jiwone isih durung salin rupo
Hiyo ora ndunungi bongso hyang
Bongso hyang iku bedo klawan bongso buddo

Bongso buddo
Yoiku diri diri kang wus dumunung ing pangastuti
Ateges wus dadi wong kang welas asih
Dudu wong kang lagi nuju marang welas asih
Yo dudu wong kang karep welas asih
Dene sing karep utowo tumuju welas asih
Iku isih pamrih marang dirine
Isih dhemen welas asih
Ugo isih misah welas klawan asih
Amargo jiwone si diri isih durung salin rupo
Hiyo durung ngenggoni bongso buddo

PEPENGET
Wong bongso dewo iku dirine luwih alus tinimbang bongso bethoro
Dirine bongso dewo sandangn jiwo kabecikan
Ateges rosone kabecikan dadi pancering dirine

Wong bongso hyang iku dirine luwih alus tinimbang bongso dewo
Awit dirine bongso hyang sandangn jiwo kawicaksanan
Ateges pancering roso uripe iku arupo wicaksono
Yoiku diri diri ingkang wicaksono

Wong bongso buddo iku dirine luwih alus tinimbang bongso hyang
Yoiku diri kang wus sandangan jiwo pangastuti
Ateges sing dadi pancering roso uripe iku welas asih
Dene wicaksonoe ugo kabecikane iku mung ubo rampe (ancer ancer)

Dene kabeh wong guruloka/kadewatan iku anggelar nirwono

Bongso gusti
Gusti iku dudu dewo hyang ugo buddo
Gusti iku ingkang moho suci
Gusti iku mung siji
Dene buddo iku akeh… sang buddo amung siji
Hyang iku yo akeh…. nanging sang hyang iku siji
Dewo hiyo akeh…. nanging sang dewo iku mung siji
Mulane ono aku ono sang aku

TUMITIS
Nitis tumitis manitis titisan katitisan
Awit sing biso manitis iku jalmo kadewatan
Hiyo wong wong guruloka
Yoiku jalmo ingkang dumadi
Ingkang nggelar rogo
Temurun laer ing arcopodo
Hiyo iku dumadi sing kaaran titisan
Titisan iku dudu rengkarnasi hiyo dudu katitisan

GUMELARING GURULOKA
Kabeh uwong iku biso ndunungi bongso kadewatan
Hiyo biso dunung ing kaendran
Dadi salugune bongso kadewatan kaendran nalikane njalmo
Gumantung ing praupan jiwoe ing salin lan orane
Kabeh urip bongso kaendran rosoe iku roso alus 
Dasare roso alus iku bungah susah dhemen gething wedi wani (swargo/naroko)
Kabeh urip bongso kadewatan iku rosoe luwih alus
Dasare roso luwih alus iku seneng tresno tatag (nirwono)

Ora amargo ngujo ora amargo nyembah bongso kadewatan
Uwong biso dadi bongso kadewatan
Ora amargo lelakon becike…uwong ngenggoni jiwo ingkang luwih alus
Bisane hiyo mung naliko jiwo salin rupo amargo kerep semedi

Ora ono bongso kadewatan iku duwe pengikut
Pomo duweni pengikut….si pengikut mesti ora ning guruloka
Ateges ora biso manjing dumunung ing kadewatan
Amargo gelar gumelar uripe wus ora podo
Ateges ora ono sesambungane

Dene ing arcopodo kabeh urip sandangn rogo
Kanggone sing podo podo makartino poncodriyo
Mesti bae biso srawungan seksen sineksenan
Amargo gelar gumelar jagate podo
Sing ngalami podo iku rogoe dudu jiwoe
Poncodriyoe dudu roso pangrosoe
Dene gelar gumelar jiwoe wong arcopodo iku ora mesti podo
Mulane ono sing dhemen iki ono sing ora
Ono sing gething iku ono sing dhemen iku
Susah bungahe yo bedo sangkane
Adem tentreme yo ora podo, yen podo amesti sambung (salaras)
Dadi mung podo podo anggelar arcopodo : rogoe
Ateges podo podo ngalamine (seksen sineksenan)

PENGETAN
Kaswargan lan kanerakan iku ono ing endi endio papan lan mongso
Amargo kekarone iku digowo digembol manungso mrono mrene
Sing nggelar jagad iku urip
Dene urip ora digelar jagad
Anane jagad iku soko anane urip
Dudu anane urip soko anane jagad
Bangsane sato dadi bangsane manungso
Bangsane manungso dadi bangsane sato
Bongso kadewatan dadi bongso manungso
Bongso manungso dadi bongso kadewatan kaendran kajaten
Wong kaendran ora weruh marang kadewatan kejobo mung satitik (ora akeh weruhe)
Wong kadewatan ora weruh ing kajaten, kejobo mung satitik
Mung wong kajaten bae sing biso weruh kahanan jati
Olehe weruh klawan jangkep (wutuh)

Tegese wong kadewatan iku jalmo urip ing guruloka
Tegese wong bongso kadewatan iku dumadi sing jiwoe ngenggoni jiwo2 bongso guruloka
Dadi wong bongso kadewatan iku dumadi pawakan wong kadewatan
Jalmo iku urip bebadan jiwo
Dumadi iku urip bebadan rogo
Setitah iku urip bebadan sukmo
Ning arcopodo ono swargo naroko (mangan enak turu ora penak)
Ning kaendran ono swargo naroko (bungah susah)
Ning guruloka iku ws ora ono swargo naroko
Ateges wus tanpo susah 
Dadi kabeh urip ing guruloka iku wus tanpo susah (nirwono)
Dene tanpo susah iku ono rong macem
Ono tanpo susah (peteng) ono tanpo susah (padhang)

Bongso kadewatan iku rahsoe luwih alus
Bongso kaendran iku rahsoe alus
Bongso kadewatan jiwoe iku luwih alus
Bongso kaendran jiwoe iku alus
Bongso kadewatan rosoe luwih alus
Bongso kaendran rosoe alus
Bongso kadewatan ndunungi budhi
Bongso kaendran ndunungi cipto
Dene wong janaloka iku ndunungi angen angen
Jiwo roso rahsoe isih kasar
Tegese alus iku padhang
Tegese kasar iku petheng
Sing padhang hiyo cetho sing petheng iku ora cetho
Kaaran samar iku amargo ono ing antarane padhang lan petheng.

Jangkepe Lakune Wong Jowo

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

JANGKEPE LAKUNE WONG JOWO


HASTO BROTO

Mulat laku anggentur anarik doyo
Soko njobo katarik dening karso
Badane kang anarik nyowoe kang ngrasakno
Hiyo rahso, rahsoning nyowo
Lumebu lumantar howo, kataman ing rogo
Sesepan doyoning bawono nyelaras ing njerone rogo
Yoiku kang sinebut topobroto
Doyo bawono kang rupo wolung perkoro
Bumi-gunung-samudro-angin
Suryo-lintang-mbulan-angkoso

PERTELANING HASTOBROTO

Topobrotoning bumi
bumi teles bumi garing katarik doyone
Topobrotoning gunung
gunung urip gunung mati kaserot doyone
Topobrotoning samudro
samudro butheg samudro bening kaserot doyone
Topobrotoning angin
angin pelan angin banter kaserot doyone
Topobrotoning suryo
panas uruping suryo kaserot doyone
Topobrotoning lintang
lintang panjer rino panjer wengi ingkang kumelip kaserot doyo getare
Topobrotoning mbulan
adem uruping mbulan kaserot doyone
Topobrotoning angkoso
awang uwung kang tanpo wates katarik doyone

Hastobroto iku wolung macem jinise topo, dudu mlajari watek/sifat isen isene bawono
hastobroto iku kaweruh wengkuning ratu
dene manungso iku dudu gunung dudu angin yo ora biso dikoyo gunung lan angin
manungso hiyo dudu mbulan lan lintang yo ora biso dikoyo mbulan ugo lintang

PATRAPING TOPOBROTO

.Klawan menege rogo nganggo lungguh silo
.Makartine angen angen lan ciptoe dienggo fokuse marang karso
Karso iku ono ing mburine karep, kaaran kehendak
Hiyo kehendak anyerot doyoning bawono
.Panyeroting mau biso nganggo :
-ujung ujung jari
-epek epek tangan
-awak sakujur (pori pori kulit)
-ugo biso liwat mripat loro
.Panyeroting doyo mau kudu biso karasakake lumebune..hiyo iku rahsone….
kanggone sing ws laku ambegan jogorogo mestine y wis biso ngrasakno howo
dadi doyo sg melbu mau lumantar lumebune howo kang sinerot dening badan..
.Awite nggathuk nggathukno (nyelarasno)
.Banjur njumbuhno (proses panyerote)
.Wekasan ; manunggal (nglumpuk’e doyo kang sinerot ing njerone rogo)

TOPO BUMI

-bumi teles (bumi sing lemahe ora tau garing ; kyo bumi njeroning alas)
-bumi garing (hiyo bumi sing ora iso teles ; lamun teles mesti garing maneh)
Bumi teles luwih subur tinimbang bumi garing

TOPO GUNUNG

-gunung urip (gunung sing isih nyimpen magma ; drung entek magmae)
-gunung mati (gunung sing wus ora iso mbeldos ; magmae ws entek)
Gunung mati luwih subur tinimbang gunung urip

TOPO SAMUDRO

-samudro butheg (segoro sing banyune ora biso bening ; luwih cethek)
-samudro bening (segoro sing banyune ora biso butheg ; luwih jero)
Samudro bening luwih akeh panguripane tinimbang segoro butheg

TOPO ANGIN

-angin pelan (cilik ; ora banter lumakune)
-angin banter (gedhe ; banter lumakune)
Angin cilik ora biso dadi gedhe nanging angin gedhe biso dadi cilik
Angin gedhe iku kaaran maruto (badai ; yoiku udara sing katut ubengane bawono)
Angin cilik luwih adem tinimbang angin gedhe

*PENGETAN*

Wong topo iku meneng tanpo ngobahno rogo, yen sengojo ngobahno rogoe dibaleni maneh panyerotane
Parane topo iku ing kadigdayan (digdoyo)
dumunung ing wengku (ateges yo kuoso yo nguwasai yo biso ngemong)
mulane disebut wong sekti tanpo aji aji
digdoyo tanpo pusoko lan biso nggawe montro
Kabeh kabeh doyo kang sinerot iku tumuju ing ngurupno urip
yoiku ; nguwatno doyoning urip
Mulo sopo bae sing wus nguwasai hastobroto hiyo biso mengku angratoni jagad
amargo rogo iku duweni doyone bawono mulane hiyo biso sesambungan klawan isen isening bawono

SAMBUNGE HASTOBROTO

*

TOPO SURYO

Hiyo anyerot doyo panasing srengenge ing wayah isuk lan sore
ateges naliko sunari srengenge durung mencorong putih
awit srengenge isuk ; abang.. abang semu kuning.. kuning mencorong
srengenge sore ; kuning mencorong.. kuning semu abang…

TOPO LINTANG

Hiyo panyeroting doyone lintang
-lintang panjer rino (katone ing wayah padhange srengenge)
-lintang panjer surup (katone ing wayah surupe srengenge)
-lintang panjer wengi (mung katon ing wayah bengi)
-lintang blelek (lintang sing katon semu abang)
-lintang gubug penceng (lintang sing petane kyo gubung amung penceng)
-lintang ingkang kumelip (lintang sing kumelip ; jarake luwih adoh soko bawono)
kabeh lintang iku ngemu doyo getar (getaran) ; dudu adem dudu panas

TOPO MBULAN

Padhang ademe mbulan ing tanggal 12.13.14.15
ing wanci purnomo anyerot doyoning mbulan

TOPO ANGKOSO

Hiyo iku doyoning awang uwung hampa kang tanpo wates
doyoning petheng kang tanpo wekasan
meneng ing wayah bengi ing tengah latar katon langit
-bisane anyerot doyoning angkoso iku nalikane wus biso nyerot doyoning suryo condro kartiko.

PEPENGET

Yen manekung dumunung ing wisesoning rogo
topobroto ndunungi wengkuning ratu
Yen manekung iku makartino ciptoe
topobroto makartino karsoe
Bumi iku dudu lemah ; mung saben bumi ono lemahe
samono ugo gunung iku dudu bumi mulo doyone bedo bedo
Samudro iku dudu banyu ; mung saben samudro ono banyune
Angin iku dudu udara ; mung saknjerone angin ono udarae
Srengenge iku dudu geni ; mung saknjerone srengenge ono genie
Mulane manekung klawan topo iku bedo ing parane
amargo sangkane wus ora podho..
Yen manekung iku ngolah doyo saknjerone rogo
topobroto ngolah doyo saknjabane rogo
kekarone podo podo nglumpukno doyo..podo podo tunuju mundhaking doyo
podho podho klawan meneng patrape
Topo iku trmasuk panunggalan ; hiyo nunggal klawan isen isening bawono (nunggale nunggal pisah)
dene topo iku ora kawates ing wolung perkoro : kyo topo uwit, topo udan…..isp
PANYEROTAN :
Gathuk-jumbuh-nunggal
(nyelaras-nyerot-maligi)

WEKASANING WEDARAN

Dadi lakune wong jowo iku ;
-ngrowot ngalong
-ngebleng patigeni
-nginang mutih
-manekung topobroto
-semedi

Dene semedi iku : meneng ing neng temenan (bener bener meneng ; mahening suci) kaaran ; lerem
-menengno rogo
-ngeningno cipto
-ngenebno rahso
(gamblange wus ono ning wedaran : ingkang aran lerem)

Jangkep wutuh hiyo maligi ing santosa
Jejeg ajeg jumeneng wiseso maseso
Mengku tan kawengku
Linuwih mumpuni dadine
Sukmo kang wiseso
Badan kang mengku
Jiwo kang salin rupo
Dadi tetep ing santosa lan sampurnaning rogo
Tanpo dungo tanpo pusoko hiyo digdoyo
Klawan laku spirituale wong jowo.