Showing posts with label Suara. Show all posts
Showing posts with label Suara. Show all posts

Kata-Kata (ucapan)

PERKATAAN

(ucapan)


Yang berarti susunan kata yang terucap, dan dapat terdengar... adalah sebuah kalimat yang disuarakan dalam berbagai macamnya bahasa.. .
perkataan adalah sebagai sarana dalam berkomunikasi (berhubungan)...
terhubungnya ; pendengaran dan suara (yang mengucapkan & yang mendengarkan)
perkataan itu tidak ada bagi mereka yang cacat pendengarannya/tuli/tuna rungu...perkataan itu kalimat yang diucapkan...bagi yang tidak bisa berucap/bisu/gagap ; kalimat yang diucapkan menjadi tidak jelas... .

WACANA

"ucapan adalah doa"
Inilah sebuah kalimat pembodohan, sejak kapan perkataan adalah sebuah doa..... .
meski doa bisa dilakukan dengan perkataan, bukan berarti perkataan adalah doa...
doa itu : permohonan, memohon = berdoa...memohon kepada siapa.... kepada apa yang disembah, apa yang menjadi tuan/tuhan bagi dirinya...
secara ringkas ; berdoa berarti meminta kepada tuhan..
karena doa itu sebuah permohonan, maka bisa dilakukan melalui ucapan...juga bisa melalui tulisan pun bisa dilakukan dalam angan dirinya...
jadi ucapan adalah doa merupakan hal konyol dalam pengajaran ilmu pengetahuan. .sebab tanpa perkataanpun doa bisa dilakukan..
.Sedangkan dalam ajaran jawa tidak mengenal doa karena tidak menyembah (ora ono sing disembah), itu karena leluhur jawa bukan bangsa penyembah... .oleh sebab itulah tidak dapat melaksanakan doa/permohonan kepada tuhan.

PELURUSAN

Bahwasanya setiap kata yang terucap adalah sabdo pandito ratu..
yang bermakna penepatan dalam setiap ucapan (kata tanpa dusta), misal ; besok aku akn pergi ke surabaya, dan ternyata sudah besok tapi tidak pergi ke surabaya (kata dusta)...
sedangkan leluhur jawa itu tak pernah ingkar pada apa yang telah diucapknnya....makanya ada sebutan ; sabdo pandito ratu tan keno wola wali ; kalau sudah mengatakan A ya A, tidak menjadi B C... .
dikarenakan tidak pernah ingkr pada ucapannya sendiri itulah ; yang memunculkan SABDO, yakni ucapan yang pasti terjadi... .

Jadi kalau tidak sampai terjadi itu namanya bukan sabdo.. 
ada sabdo ada kutukan
keduanya sama2 ucapan yang selalu terjadi.  .kalau kutukan berhubungan dengan derita diri yang teraniaya tapi kalau sabdo itu dari keteguhan diri yang tak pernah mengingkari ucapannya sendiri..

Adanya perkataan yang menyakitkan itu adalah karena tidak ingin didengarkan ; si pendengar menolak atau tak ingin mendengarknnya, makanya perkataan tersebut dianggap menyakiti... jadi yang sakit itu sebenarnya adalah yang mendengarkan, akan tetapi keduanya tidak jauh berbeda... .
begitu juga sebaliknya, dengan adanya perkataan yang menyenangkan....,.......................
....................tetapi keduanya (yg berucap dan yang mendengarkan) tidak jauh berbeda.

Bahwasanya ucapan itu bisa menjadi sarana bagi doa akan tetapi ucapan tidak pernah dapat menjadi doa.. .




Sworo

SWARA/SWORO 

(suara)


Ialah gelombang getar yang dapat merambat ke berbagai medium padat..cair..gas dengan berbagai mode frekuwensi yang berbeda.beda...
Terdengar oleh pendengaran, bergantung pada kecepatan sumber suara tsb...
Suara sebenarnya adalah getaran yang memadat dan merambat kesegala arah...

INFRASONIK

Yakni getaran suara dalam mode frekuwensi yang terlalu rendah...
namun jangkauannya lebih luas tanpa dapat terhalang, karena tidak memantul seperti getaran suara pada umumnya..itu seperti yang terjadi pada gempa bumi, jadi pendeteksi gempa itu adalah alat untuk menangkap gelombang infrasonik (dibawah rata2)

ULTRASONIK

Yaitu suara ultra, getaran yang terlalu tinggi, lebih cepat dari getaran suara infrasonik...namun dapat memantul dan juga dapat diserap oleh bahan seperti spoons... .
ultrasonik terdapat pada berbagai radar...remot kontrol...juga sensor gerak.... .

RAMBATAN

Gelombang suara yang merambat pada udara kering lebih cepat daripada
yang merambat pada udara lembap...dan suara yang merambat pada air lebih cepat daripada yang merambat pada udara kering...

PENDENGARAN

.mendengarkan..terdengar..kedengaran.
Pendengaran manusia terbatas hanya pada gelombang getar diantara infra dan ultra sonik... .
terjdinya suara pada manusia itu karena adanya pendengaran, terjdinya pendengaran bukan karena adanya suara..suara dan pendengaran itu satu kesatuan yang terpisah...

DAMPAK KRITIS

Dikatakan bahwa lidah itu lebih tajam daripada pedang ; sebab suara yang terucap dapat sangat menyakitkan dan menyayat....
sudahilah kebodohan seperti ini... .suara itu hanyalah gelombng getar yang memadat...dan rasa sakit itu adalah dirimu sendiri yang masih penuh dengan kebencian..kemarahan..kesedihan...
apakah saat tidak ada suara dirimu tidak sedih marah benci....
berhentilah melihat apa yang ada diluar diri sendiri...ketahui diri sendiri...mengapa masih menanam pohon yang menyakitkan seperti marah benci sedih...

Tatkala diri seseorng tak lagi diliputi oleh kesedihan juga kebencian...suara seperti apapun yang terdengar takkan pernah terasa menyakitkan...
jadi rasa sakit tsb hanyalah, rasa rasa yang engkau bangkitkan, yang engkau rasakan...yang engkau hadirkn sendiri...
bukankah hal yang aneh bila pendengaran yang mendengar tapi perasaan yang tersakiti...seharusnya pendengaranlah yang tersakiti...buknnya perasaan..
tetapi karna perasaan tsb sudah sakit makanya suara atau apapun juga dapat menjadi jalan/alasan untuk menunjukkan perasaan pada diri yang sakit... .

Bangunlah jiwa yang sehat bukan jiwa yang rapuh dan sakit sakitan, karena itulah diri yang akan selalu menjadi diri dimanapun dan sampai kapan.pun juga...itulah dirimu hidupmu keadaanmu...

Jika sekarang masih sakit tidak berubah tak kunjung sehat...sampai kapanpun juga ya seperti itu...meski berada ditempat apapun juga ya tetap saja sakit...sekarang dan sampai selamanya...