Ingkang Ngratoni

RATU

Didalam konteks bhs.indonesia brrt raja wanita/istri raja.. tidak ada yang istimewa bagi ratu, karena masih ada permaisuri/selir raja.. 
dan sampai saat ini, pemahaman tentang ratu ya seperti itu 'istri raja'

SING NGRATONI

Dalam konteks jawa (dibaca ; jowo) .. ratu adalah sang raja, dan bukan istri raja karna ratu bisa wanita bisa lelaki, bukan hanya sekedar pemimpin tapi karna memang sudah mumpuni.. disebut 'ingkang ngratoni'
sedangkn raja itu ingkang ngrojoi yang artinya : berkuasa dan menguasai semua tunduk padanya karna si raja memang mampu memimpin dan berwibawa bukan sebab takut padanya tapi semua segan padanya..
sedngkn ratu berkuasa diatas raja makanya disebut sang raja (satu satunya raja) .. jadi kalau raja itu ada banyak maha rajapun ada banyak tapi sang raja hanya satu dialah ratu.. dalam hal kemampuan sudah melebihi kemampuan para raja, itulah ratu, bukan istri raja..
peralihan bahasa itu memang menyesatkan, karena dapat menghilangkan arti makna dan riwayat..
jadi kalau raja menguasai dan memimpin rakyat, ratu itu menguasai dan memimpin rakyat dan juga para raja..menjadi pengayom pemomong/pemelihara karena memang mampu (mumpuni) mengayomi makanya disebut ingkang ngratoni.. 

RAJA

Dalam semua kehidupan itu selalu ada rojoe.. bahkan dalam kehidupan binatang di didalam kawanan binatang selalu ada rojoe, dan para raja" tsb memang mumpuni dalam hal memimpin kawanannya.. .
cerita kuno : ada fenomena, ketika ada gerombolan ikan lele berjalan berjejer melintas meskipun sedang tidak ada air, pertanda akan terjadi gempa bumi, dan didepan gerombolan tsb, ada satu lele yang memimpin, yaitulah Rojoe.. begitu juga dengan kehidupan berbagai binatang yg lain.. selalu ada rojoe, yg mampu dan mumpuni..
meski di dalam kehidupan binatang tidak ada ratu tapi secara spiritual akan selalu ada 'kaki nini among'..yg mengayomi gerombolan2 bangsa binatang..

KUWOSO NGUWOSOI NGERATONI

Yang berkuasa yg memiliki kuasa belum tentu sudah mampu 'menguasai'
jadi yg disebut berkuasa itu lebih tentang ke-pemilikan suatu wilayah sedangkan menguasai itu tertuju pada penguasaan atas sebuah kehidupan..
makanya ada kuwoso ada waseso (nguwosoi)..
sedangkan yg menguasai belum tentu sudh mampu mengayomi..
itulah makanya ada yg disebut raja ada yg disebut ratu, jd ratu itu sudah berkuasa dan menguasai juga mengayomi (momong)..
bukan dalam hal title/cap/label/pengakuan/diakui/diangkat melainkan dalam hal 'kemampuan' bisa juga disebut 'pencapaian' 

JOYO WIJOYO

Begitu juga dalam hal yg disebut kejayaan, joyo berarti kejayaan diri tapi wijoyo itu kejayaan bagi diri sendiri dan yg lainnya..
JOYO itu hal apapun sudah dimiliki dan berlebih tiada kekurangan karena semuanya ada juga berlebih.. sedngkan 'makmur' itu semuanya serba ada dimiliki tapi tidak berlebih dan tidak kekurangan..
dan dalam hal apapun itu selalu ada 'tahapannya' jadi setelah mencapai makmur barulah dapat mencapai 'joyo' setelah joyo barulah bisa mencapai 'wijoyo'
maka setelah tahap rojo bisa menjdi mohorojo setelah itu barulah dapat mencapai sang rojo (RATU)
kalau secara sistim diatas rakyat ada raja2 diatas raja ada ratu..
di wilayah sana ada raja diwilayah sini ada rajanya tapi disana sini hanya ada satu ratu (sing ngratoni)

JOYO JOYO WIJOYO
TANAH JOWO BUMINE SANGROJO


Bab Percoyo



PERCOYO

 (kepercayaan)


Adalah untaian hasrat harapan tertentu, berasal dari dorongan cipta ripta seseorang, taburan rasa dalam harapan itulah yang disebut kepercayaan, bisa dikatakan itu adalah suatu keinginan yang teguh..
Percaya/kepercayaan bukanlah sebuah pengetahuan/kawruh
karena kawruh itu ialah buah dari weruh/mengetahui, ya mengetahui lantaran berpikir ataupun mengetahui lantaran rasa pangrasa/apa yang dirasakannya, merasakan=mengetahui, takkan mengetahui tanpa merasakan, dan merasakn itu bukanlah percaya/hasrat harapan..

KARAKTERISTIK

Mudah Percaya
Sulit Percaya
Ketika ruang berfikir semakin luas, maka rasa percaya itu sulit didapati, tak mudah percaya sampai diri mengetahui, meski begitu rasa percaya tetap membayangi, tetapi tidak meluap dalam sanubari..
ketika ruang berfikir itu menyempit, maka rasa percaya memenuhi sanubari, meski diri tak jua mengetahui..

BAGAN

Pengetahuan dari Kepercayaan
Kepercayaan dari Pengetahuan
Pengetahuan dr kepercayaan adalah buah dr hasil mempercayai, yang berkembang tanpa batasan, semakin meluas yang tak pernah dapat diketahui, atau tidak didapati bukti bukti...itulah seburuk buruknya pengetahuan/iman..dan rasa harap serta takutlah yang menjadi penopang iman tsb..begitulah asas dangkalnya pemikiran..
Kepercayaan dr pengetahuan adalah hal yang otomatis didapati, karna sebab mengetahui, maka itupun menjadi kepercayaan diri, jadi pengetahuan itu dapat menumbuhkan rasa percaya diri, sedangkan iman tidak dapat menumbuhkan kepercayaan pada diri, melainkn hanya ada keragua-raguan..

HAL.IHWAL

Meski begitu, rasa percaya adalah suatu energi yang mampu untuk mengubah, sebut saja kekuatan hasrat..disaat percaya itu besar energinya, teramat besar sampai seperti putaran energi/cokro..maka itu akan menimbulkan mandala, yang dapat merubah, atau menjadikan nyata terhadap suatu hal yang mustahil/tak terjangkau, begitulah kekuatan percaya..
jadi percaya itu tertuju pada sebuah kekuatan dalam diri, bukan menuju pada pengetahuan..
maka bodohlah saat menjadikan sebuah kepercayaan sebagai asas pengetahuan..
'percayalah ; maka hal itu akan terjadi'
Membulatkan hasrat tanpa terselimuti oleh keraguan sedikitpun, oleh karnanya percaya dapat menjadi alat untuk menggapai dan merubah, tercapai & berubah bila kekuatannya sudah serupa dengan cokro dan menimbulkan mandala..

MUKJIZAT

Sudah banyak hal hal mustahil yang didapati, disebut sebagai mukjizat/keajaiban, ada yang berasal dari teguhnya kepercayaan, ada yang berasal dari diri yang memang telah mencapai DIGDOYO..
itu semua tidakk menyentuh pada pengetahuan apalagi kebenaran..

PEMBAGIAN

ada_mukjizat
ada_ilusi
Keduanya adalah hal yang mustahil/tak terjangkau, hanya berbeda pada kenyataan, kenyataan ialah ; realita yang terjangkau oleh pancaindera..sedangkan ilusi tak terjangkau oleh pancaindera (penglihatan,pendengaran,penciuman,perasa lidah dan perasa tubuh), ilusi hanya menjangkau sebagian pancaindera tidak keseluruhannya, ilusi adalah ruang hipnosys..menghanyutkan pemikiran..
mukjizat dari kepercayaan dapat memudar sesaat dalam keraguan, tapi mukjizat dari digdoyo tanpa pemudaraan, karena itu adalah evolusi diri dari tataran pengolahan pada diri (jumeneng klawan wengkune ratu)

JOYO JOYO WIJOYO
DIGDOYO LEMAH JOWO




Wangun Kabegjan




BEGJO WINANGUN


Sopo becik begjo
Sopo olo ciloko

Instrumen Hidup

Bahwasanya setiap yang hidup selalu dalam pergerakan & tiap pergerakan itu akan selalu menguapkn energi..maka dalam setiap saat terjadi pelepasan2 energi..energi2 yang terlepas itulah yang akan menarik & mengikat energi lain yang selaras dalam ruang siklus energi..dan yang akan tertarik kembali menimpa.

KABEGJAN

Itu hampir seperti keberuntungan tapi dalam konteks makna yang berbeda..ketika haus dan ingin minum, mendapati air minum & meminumnya..ketika lapar dan ingin makan dengan tanpa kesulitan/beban mendapati makanan & memakannya..jadi kabegjan itu mendapat/mengalami kemudahan2 dalam hidup..mendapatkan hal yang tepat di waktu dan tempat yang pas,,,

KASIH SEMESTA

Bukan yang benar bukan pula yang salah bukan baik buruknya niat-keinginan maupun pikiran bukan juga sebab bentuk rupa..kasih yang tercurahkan yang bersifat menghidupi kehidupan..
dapat turun dari atas langit pun keluar dari dalam bumi..datang dari segala penjuru arah hanya untuk menghidupi yang dapat berwujud apapun..yakni dalam wujud2 kebutuhan hidup..yang pada umumnya disebut rejeki.

FREKUENSI

ada yang menunggu kedatangannya
ada yang pergi mendatanginya
ada yang membangun untuk kedatangannya

WANGUN KABEGJAN

Adalah membangun keberuntungan, menciptakan frekuensi dalam gelombang kasih semesta..
banyak bentuk frekuensi2 yang berada dalam gelombang kasih semesta..

Vibrasi Menghidupi

Yakni getaran2 energi menghidupi hidup : seperti memberi makan minum seseorang..yang berarti masih dalam garis memenuhi kebutuhan hidup bagi yang lain..dan itu dilakukan oleh raga sendiri..semisal memberi makan tapi menyuruh orang lain..maka yang melepaskan vibrasinya adalah orang lain..

Penghidupan

Karena yang hidup bukan hanya manusia..vibrasi menghidupi dapat dilakukan pada binatang maupun tumbuh tumbuhan..

KAPESAN

Dan juga sebaliknya..ketika menciptakan frekuensi2 mematikan maupun mencederai hidup..baik pada binatang maupun tetumbuhan..itu dapat mendatangkan/mengakibatkan kesukaran hidup..yang biasa disebut APES/SIAL..itu bukan hanya berupa celaka musibah..akan tetapi berbagai hal yang berupa hambatan/kesulitan hidup..

GEMAHRIPO TANAH JOWO

Maka sudah seharusnya setiap yang berdiri diatas tanah jowo itu sudah bisa disebut wong sing begjo (sebab semua kebutuhan hidup ada ditanah jowo)
tapi karna kasih semesta yang datang dari atas langit dan dari dalam bumi semakin berkurang..maka dibutuhkan sinyal/gelombang energi yang besar untuk menariknya dari segala penjuru arah..


JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO BEGJO





Book Of Death


BOOK OF DEATH

.Reality Mati.


KEMATIAN


Bukanlah akhir dari hidup, sejatinya hidup tiada mengenal mati,  yang disebut mati hanyalah KERUSAKAN yang berlarut sehinggah energi tsb terhenti, berhentinya energi tsb sebagai tanda tiada lagi pergerakan tiada lagi pertumbuhan (gumulunge rogo)
rusaknya raga disebut mati, yakni tatkala raga tiada lagi berfungsi, yang disebabkan oleh banyak faktor ; dari kesengajaan maupun ketidaksengajaan.. seperti penuaan-melemah-tak berfungsi, kecelakaan, infeksi, pembunuhan, penyakit organ dalam dsb...

KEBERADAAN

Ialah ruang kesadaran diri, diri atau si hidup yang merasakan hidupnya/merasakan adanya dirinya ; menembus batasan ruang & waktu dalam keberadaannya....

GUMELAR GUMULUNGE JAGAD 

Hidup dan ruang waktu adalah kesatuan yang terpisah, hidup menggelar/menghadirkan jagad, bukan jagad yang menghadirkn hidup, jagad tergelar oleh diri, yakni YANG DIRASAKAN ; sedangkan diri adalah YANG MERASAKAN..dirilah yang menggulung ruang.waktu dan yang menggelar ruang.waktu ; keadaan..

RAGAWI

Duniawi/janaloka/arcopodo ; adalah ruang waktu kehidupan raga, yang dihadirkan oleh diri yang berbalut raga, yang tergelar oleh ragawi, rogo nggelar ndunyo...
Rogo njobo (wulu-kulit-getih-daging-otot-balung-sum.sum)
Rogo njero (ginjel-lambung-usus-limpah-ati-paru"-jantung)
Rogo alus (jinem-puat-otot alus-nadi-utek)
yoiku telu sing dadi siji, nunggal mung nunggal pisah...

BATASAN

Disaat raga rusak, diri tetaplah diri tak turut rusak oleh rusaknya raga, akan tetapi sidiri masih terikat oleh keberadaan raga yang rusak, raga rusak yang tidak melebur...
terikat oleh rantai jiwa ; nyawa...nyawa adalah yang mengikat jiwa dan raga...maka hadirlah yang disebut arwah gentayangan/roh penasaran...itulah hidup yang masih terikat dengan raga yang telah rusak..
Mati muda mati tua mati tewas mati mendadak mati apes mati apapun juga adalah raga yang rusak tiada berfungsi, oleh karnanya Jaganen rogomu..anggayuh cupu manik hastogino ; nuju rogo santosa tumuju rogo sampurno.

JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO MUKSO




Perbendaharaan Kata

TETEMBUNGAN


Meletakkan sesuatu pada tempatnya, itulah : ketepatan' atau 'titis'
dalam banyak kata yang tidak tepat peletakannya, menjadikan salah dalam memahaminya..

SIFAT (watak)

Ialah suatu hal yang telah menjadi tanda baginya, disebut ciri dari suatu hal...ciri yang tak terlepas (ciri khas)...
sifat disebut juga tabiat...
..Sifat terbagi atas dua bagian..
sifat asal dan sifat baru
.Sifat asal tak kan dapat terlepas darinya, karena memang adanya bersamaan dengan adanya sifat tsb..
.Sifat baru : dapat berubah ubah, dan adanya sifat tsb, dibuat buat dalam kebiasaan yang berlaku cukup lama, sehinggah melekat dan menjadi sifat ; sifat baru ; tersifati ; mensifati..

Watak bukan Roso

Akan tetapi roso bisa menjadi watak, itu dikarenakan sudah terlalu sering/kerap menggunakannya..hinggah melekat dan menjadi watak baginya : watak baru.
jadi seperti susah gembira marah benci cinta takut malu......dst itu buknlah sifat....melainkan suatu hal yang digunakan untuk merasakan..
iri dengki cemas marah......itu semua adalah buah daripada susah/duka
terkejut terenyuh......itupun juga buah dari rasa takut.... rasa2 yang kerap digunakan dapat membuahkan rasa2 yang lain tanpa disadari...dan itu buknlah sifat...

..Contoh..

Ayam dewasa mengerami telur... itulah yang menjadi sifat asal si ayam..
sifat asal lebih seperti naluri yang tertanam, yang ada bersamaan dengan dirinya...
-saat mendapatkan apa yang diinginkan ; bersuka-
-saat tidak mendapatkan apa yang diinginkan bersedih-
itu buknlah sifat melainkan kebiasaan yang dibuat buat sendiri..
kalau keinginan tidak tercapai ya sudah, itu menjelaskan bahwa masih kurang dalam kemampuan untuk mencapainya, bukan jadi suatu alasan untuk bersedih ; merasakan rasa sedih..begitu juga sebaliknya... .
Jadi rasa itu bukan sifat...hanya saja dapat menjadi kebiasaan..meski dalam tata bhs.indonesia : marah benci cinta adalah sifat ; itu adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya...
oleh karna itulah kebanyakan orang indonesia tidak dapat terlepas dari benci marah suka duka.......dll yang disebutnya sebagai sifat/watak/sudah sewajarnya...
dan karena kurangnya kemampuan ; banyak juga keinginan2 yang tak terpenuhi/tercapai...sehinggah bersedih berduka untuk sekian lamanya... bagai boneka yang dimainkan oleh anak2 kecil...

-ono Sing dirasakno
-ono Sing digawe ngrasakno
-ono Sing ngrasakno
katelune iku dewe2 ; gk podo.
endi watak asal endi watak anyar
endi sing dirasakno
endi sing digae ngrasakno
endi sing ngrasakno?

JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING WONG JOWO




Roso Pangroso

ROSO RASANE


Disebut roso pangroso karena roso itu ada beraneka ragam, banyak macamnya..
roso adalah sesuatu yang digunakan untuk merasakan. seperti halnya angan2 adalah sesuatu yang digunakan untuk memikirkn..
roso ; secara garis besarnya ;
-roso kasar
-roso alus
-roso luwih alus
-roso alusing alus
Perbedaan alus kasarnya itu seperti udara dan air...bukan seperti halus kasab/besi kayu..

KAHANANING ROSO

Di dalam roso kasar ada roso alus, didalam roso alus ada roso luwih alus, didalam roso luwih alus ; ada roso alusing alus ; disebut sangkalpa (rosojati)..
bagi diri2 bongso janaloka lebih dominan menggunakan roso kasar, sebab roso kasarnya yang lebih besar..sedangkan diri2 bongso endraloka ; karna roso alusnya yang lebih besar, maka lebih dominan menggunaknnya..
sedangkan diri2 bongso guruloka, akan lebih dominan menggunakan roso luwih alus... takkan mencapai roso luwih alus selama belum meleburkan roso alus..
itulah mengapa kepekaan tiap diri seseorang tidak sama, karena memang roso yang dominan digunakan tidak sama..

ROSONING RUMONGSO

Ialah bentuk kata kerja, dengan secara sengaja menggunakan roso ; roso-rumongso..
karena dengan kesengajaan rumongso membawa kesadaran dirinya, dalam menggunakan roso, berbeda dengan KROSO , yakni secara tidak sengaja mengadakan roso, roso yang timbul secara tidak sengaja (kebetulan)...juga berbeda dengan NGRUMANGSANI ; ialah menggunakan roso sebagai titik balik dalam kesadaran dirinya (pemahaman diri)...ngrumangsani sama halnya seperti NGERTENI... .

SESAMBUNGANE

tiada jiwo tanpa roso
tiada hidup tanpa jiwo
jiwo-roso-hidup ; adalah tunggal
tak ada kesadaran tanpa AKU
tak ada aku tanpa diri
tak ada diri tanpa hidup
tak ada hidup tanpa roso+jiwo
...
Oleh karena semua yang hidup memiliki roso, maka semuanya pun juga dapat menggunakannya ; ngeroso-kroso-rumongso-ngrumangsani..... .
tetapi tetap dalam standart potensinya masing2, menggunakan roso yang mana:
roso kasar ; bertautan dengan angen2
roso alus ; bertautan dengan cipto
roso luwih alus ; bertautan dengan budhi
roso alusing alus ; meleburnya budhi.
*roso kasar : mangan penak turu penak ngombe penak..,..........dst
*roso alus : susah bungah nesu muring wedi wani getun........dst
*roso luwih alus : sih katresnan, tatag, tanpo susah.........dst
*roso alusing alus ; yoiku sejatine roso... .

JOYO JOYO WIJOYO
RASAKNO RASANE ROSOMU




Book Of Spiritual

BOOK OF SPIRITUALITY

Kecerdasan didalam dimensi kedalaman yang akan menyala atau meredup..bergantung adad diri masing2..kesadaran yang akan berubah/berevolusi..berkembang atau yang akan terlarut pada dimensi fisik..bergantung pada diri masing2..

MIKROKOSMIS

Segala bentuk pengolahan diri baik itu meditasi..semedi..maupun topobroto pada dasarnya dapat menguatkan tubuh2 halus..sehinggah tubuh2 halus tidak mengeras/memadat seiring mengerasnya tulang2 tubuh..ketika tubuh2 halus itu belum memadat..pergerakan semesta raya (bulan bintang matahari) banyak terpengaruh olehnya..dan dimensi spiritual begitu jelas adanya..ketika kesadaran itu utuh..tidak berpling pada masa bayangan (masa depan:lampau)..tetapi hanya menatap masa sekarang/saat ini..karna masa/waktu itu hanyalah priode berjalannya suatu pergerakan..maka tidak ada masa itu nyata selain yang sedang dialami..bukan yang telah & akan dialami..

Seiring memadatnya tubuh2 halus dalam setiap kelahiran..dimensi spiritualpun menjadi semakin maya (samar)..sehinggah dibutuhkan pengolahan2 diri untuk menekan pemadatan yang berkelanjutan..
Materi adalah energi yang terpadatkan
dijaman sebelumnya (jaman kuno)..dimensi spiritual itu lebih jelas terlihat daripada dimensi materi..ketika pancaindra belum sepenuhnya memadat..
ketika pergerakan semesta raya masih saling terhubung (antara mikrokosmis dan makrokosmis)

SUPRANATURAL

Yakni kejadian diluar nalar..meski dijaman spiritual, supranatural itu adalah hal2 yang sudah biasa terjadi..dan memang dilakukan dengan sengaja..bukan kebetulan atau kehendak alam bukan pula perbuatan tuhan maupun setan..

SELUK.BELUK

Akan tetapi kehidupan telah berubah..dimensi spiritual semakin memadat..pikiran menjadi ilusi..perasaan menjadi halusinasi..hanya hal2 materi yang mnjadi nyata..kenyataan adalah materialis..energi menjdi tiada tanpa materi..bahkan ibu bumi sudah tidak peduli (tdk dpt terhubung lagi)..
Itulah mengapa setelah sidarta gautama mendapat pencerahan mengajarkan tentang derita manusia didunia (dimensi spiritual yg kian memadat), karena dia sudah membuka dimensi spiritual dirinya & melihat banyak manusia yang berada dalam penderitaan..arti derita yang dimaksut adalah tidak adanya spiritualitas..

SPIRITIS

Itu bukan tentang permohonan kepada tuhan..sebab itu bukan bentuk olah diri bukan juga kerangka spiritual..bukan tentang mengingat tuhan..karena tidaklah mungkin dapat ingat tuhan..sebab tidak pernah berjumpa..yang ada hanyalah mengingat sebuah nama/sebutan..

GERBANG SPIRITUAL

tubuh fisik-tubuh mineral-tubuh nabati-tubuh energi
Leluhur tanah jawa sudah mewariskan istilah Sasmito-Wisik-Wangsit..yang berarti terhubung dengan dimensi spiritual..meski pada tingkatannya masing2..
Hampir disetiap peradaban dunia..gerbang spiritual sudah tertutup..tidak ada yang dapat membukanya..sebab ajaran2nya sudah terhapuskan..tergantikan oleh kiasan2 beserta dongeng2 halusinasi kepentingan yang memang diadakan demi untuk membuat dimensi spiritual memadat bersama semesta raya..

Meditasi tanah api air udara

Dalam bentuk meditasi apapun akan membuat tubuh mineral menguat..yang berarti akan terlepas dari pemadatan tubuh fisik..yang dalam istilah jawa disebut kasukman : hal2 tentang olah sukmo..
Topobrotoing bumi gunung segoro angin srengenge mbulan lintang angkoso
dalam bentuk topo apapun akan berdampak menguatkan tubuh nabati..dalam istilah jawa disebut badan..yang bertalian dengan nyowo..itulah hastobroto : delapan jalan menyerap energi semesta..
Dan dengan semedi dapat memperkuat tubuh energi..yang biasa disebut dengan jiwo..

Maka dengan tanpa adanya pengolahan diri kecerdasan spiritualpun meredup dan tubuh2 halus akan memadat dengan tulang2 dalam tubuh fisik (raga)..
Dadi sakciptone yo Dadi sakkersone yo Teko sing dadi sejone..hanya ketika dimensi spiritual itu tergelar..

AMBIGUS

Meski dalam dunia modern dunia sains modern dunia pengobatan modern tidak mengakui adanya spiritis..tetapi tanah jowo adalah bumi yang penuh dengan hal2 mistik dan supranatural..

JOYO JOYO WIJOYO
MISTIK SPIRITUAL TANAH JOWO





Kata-Kata (ucapan)

PERKATAAN

(ucapan)


Yang berarti susunan kata yang terucap, dan dapat terdengar... adalah sebuah kalimat yang disuarakan dalam berbagai macamnya bahasa.. .
perkataan adalah sebagai sarana dalam berkomunikasi (berhubungan)...
terhubungnya ; pendengaran dan suara (yang mengucapkan & yang mendengarkan)
perkataan itu tidak ada bagi mereka yang cacat pendengarannya/tuli/tuna rungu...perkataan itu kalimat yang diucapkan...bagi yang tidak bisa berucap/bisu/gagap ; kalimat yang diucapkan menjadi tidak jelas... .

WACANA

"ucapan adalah doa"
Inilah sebuah kalimat pembodohan, sejak kapan perkataan adalah sebuah doa..... .
meski doa bisa dilakukan dengan perkataan, bukan berarti perkataan adalah doa...
doa itu : permohonan, memohon = berdoa...memohon kepada siapa.... kepada apa yang disembah, apa yang menjadi tuan/tuhan bagi dirinya...
secara ringkas ; berdoa berarti meminta kepada tuhan..
karena doa itu sebuah permohonan, maka bisa dilakukan melalui ucapan...juga bisa melalui tulisan pun bisa dilakukan dalam angan dirinya...
jadi ucapan adalah doa merupakan hal konyol dalam pengajaran ilmu pengetahuan. .sebab tanpa perkataanpun doa bisa dilakukan..
.Sedangkan dalam ajaran jawa tidak mengenal doa karena tidak menyembah (ora ono sing disembah), itu karena leluhur jawa bukan bangsa penyembah... .oleh sebab itulah tidak dapat melaksanakan doa/permohonan kepada tuhan.

PELURUSAN

Bahwasanya setiap kata yang terucap adalah sabdo pandito ratu..
yang bermakna penepatan dalam setiap ucapan (kata tanpa dusta), misal ; besok aku akn pergi ke surabaya, dan ternyata sudah besok tapi tidak pergi ke surabaya (kata dusta)...
sedangkan leluhur jawa itu tak pernah ingkar pada apa yang telah diucapknnya....makanya ada sebutan ; sabdo pandito ratu tan keno wola wali ; kalau sudah mengatakan A ya A, tidak menjadi B C... .
dikarenakan tidak pernah ingkr pada ucapannya sendiri itulah ; yang memunculkan SABDO, yakni ucapan yang pasti terjadi... .

Jadi kalau tidak sampai terjadi itu namanya bukan sabdo.. 
ada sabdo ada kutukan
keduanya sama2 ucapan yang selalu terjadi.  .kalau kutukan berhubungan dengan derita diri yang teraniaya tapi kalau sabdo itu dari keteguhan diri yang tak pernah mengingkari ucapannya sendiri..

Adanya perkataan yang menyakitkan itu adalah karena tidak ingin didengarkan ; si pendengar menolak atau tak ingin mendengarknnya, makanya perkataan tersebut dianggap menyakiti... jadi yang sakit itu sebenarnya adalah yang mendengarkan, akan tetapi keduanya tidak jauh berbeda... .
begitu juga sebaliknya, dengan adanya perkataan yang menyenangkan....,.......................
....................tetapi keduanya (yg berucap dan yang mendengarkan) tidak jauh berbeda.

Bahwasanya ucapan itu bisa menjadi sarana bagi doa akan tetapi ucapan tidak pernah dapat menjadi doa.. .