Book Of Death


BOOK OF DEATH

.Reality Mati.


KEMATIAN


Bukanlah akhir dari hidup, sejatinya hidup tiada mengenal mati,  yang disebut mati hanyalah KERUSAKAN yang berlarut sehinggah energi tsb terhenti, berhentinya energi tsb sebagai tanda tiada lagi pergerakan tiada lagi pertumbuhan (gumulunge rogo)
rusaknya raga disebut mati, yakni tatkala raga tiada lagi berfungsi, yang disebabkan oleh banyak faktor ; dari kesengajaan maupun ketidaksengajaan.. seperti penuaan-melemah-tak berfungsi, kecelakaan, infeksi, pembunuhan, penyakit organ dalam dsb...

KEBERADAAN

Ialah ruang kesadaran diri, diri atau si hidup yang merasakan hidupnya/merasakan adanya dirinya ; menembus batasan ruang & waktu dalam keberadaannya....

GUMELAR GUMULUNGE JAGAD 

Hidup dan ruang waktu adalah kesatuan yang terpisah, hidup menggelar/menghadirkan jagad, bukan jagad yang menghadirkn hidup, jagad tergelar oleh diri, yakni YANG DIRASAKAN ; sedangkan diri adalah YANG MERASAKAN..dirilah yang menggulung ruang.waktu dan yang menggelar ruang.waktu ; keadaan..

RAGAWI

Duniawi/janaloka/arcopodo ; adalah ruang waktu kehidupan raga, yang dihadirkan oleh diri yang berbalut raga, yang tergelar oleh ragawi, rogo nggelar ndunyo...
Rogo njobo (wulu-kulit-getih-daging-otot-balung-sum.sum)
Rogo njero (ginjel-lambung-usus-limpah-ati-paru"-jantung)
Rogo alus (jinem-puat-otot alus-nadi-utek)
yoiku telu sing dadi siji, nunggal mung nunggal pisah...

BATASAN

Disaat raga rusak, diri tetaplah diri tak turut rusak oleh rusaknya raga, akan tetapi sidiri masih terikat oleh keberadaan raga yang rusak, raga rusak yang tidak melebur...
terikat oleh rantai jiwa ; nyawa...nyawa adalah yang mengikat jiwa dan raga...maka hadirlah yang disebut arwah gentayangan/roh penasaran...itulah hidup yang masih terikat dengan raga yang telah rusak..
Mati muda mati tua mati tewas mati mendadak mati apes mati apapun juga adalah raga yang rusak tiada berfungsi, oleh karnanya Jaganen rogomu..anggayuh cupu manik hastogino ; nuju rogo santosa tumuju rogo sampurno.

JOYO JOYO WIJOYO
WONG JOWO MUKSO




Perbendaharaan Kata

TETEMBUNGAN


Meletakkan sesuatu pada tempatnya, itulah : ketepatan' atau 'titis'
dalam banyak kata yang tidak tepat peletakannya, menjadikan salah dalam memahaminya..

SIFAT (watak)

Ialah suatu hal yang telah menjadi tanda baginya, disebut ciri dari suatu hal...ciri yang tak terlepas (ciri khas)...
sifat disebut juga tabiat...
..Sifat terbagi atas dua bagian..
sifat asal dan sifat baru
.Sifat asal tak kan dapat terlepas darinya, karena memang adanya bersamaan dengan adanya sifat tsb..
.Sifat baru : dapat berubah ubah, dan adanya sifat tsb, dibuat buat dalam kebiasaan yang berlaku cukup lama, sehinggah melekat dan menjadi sifat ; sifat baru ; tersifati ; mensifati..

Watak bukan Roso

Akan tetapi roso bisa menjadi watak, itu dikarenakan sudah terlalu sering/kerap menggunakannya..hinggah melekat dan menjadi watak baginya : watak baru.
jadi seperti susah gembira marah benci cinta takut malu......dst itu buknlah sifat....melainkan suatu hal yang digunakan untuk merasakan..
iri dengki cemas marah......itu semua adalah buah daripada susah/duka
terkejut terenyuh......itupun juga buah dari rasa takut.... rasa2 yang kerap digunakan dapat membuahkan rasa2 yang lain tanpa disadari...dan itu buknlah sifat...

..Contoh..

Ayam dewasa mengerami telur... itulah yang menjadi sifat asal si ayam..
sifat asal lebih seperti naluri yang tertanam, yang ada bersamaan dengan dirinya...
-saat mendapatkan apa yang diinginkan ; bersuka-
-saat tidak mendapatkan apa yang diinginkan bersedih-
itu buknlah sifat melainkan kebiasaan yang dibuat buat sendiri..
kalau keinginan tidak tercapai ya sudah, itu menjelaskan bahwa masih kurang dalam kemampuan untuk mencapainya, bukan jadi suatu alasan untuk bersedih ; merasakan rasa sedih..begitu juga sebaliknya... .
Jadi rasa itu bukan sifat...hanya saja dapat menjadi kebiasaan..meski dalam tata bhs.indonesia : marah benci cinta adalah sifat ; itu adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya...
oleh karna itulah kebanyakan orang indonesia tidak dapat terlepas dari benci marah suka duka.......dll yang disebutnya sebagai sifat/watak/sudah sewajarnya...
dan karena kurangnya kemampuan ; banyak juga keinginan2 yang tak terpenuhi/tercapai...sehinggah bersedih berduka untuk sekian lamanya... bagai boneka yang dimainkan oleh anak2 kecil...

-ono Sing dirasakno
-ono Sing digawe ngrasakno
-ono Sing ngrasakno
katelune iku dewe2 ; gk podo.
endi watak asal endi watak anyar
endi sing dirasakno
endi sing digae ngrasakno
endi sing ngrasakno?

JOYO JOYO WIJOYO
WASKITONING WONG JOWO




Roso Pangroso

ROSO RASANE


Disebut roso pangroso karena roso itu ada beraneka ragam, banyak macamnya..
roso adalah sesuatu yang digunakan untuk merasakan. seperti halnya angan2 adalah sesuatu yang digunakan untuk memikirkn..
roso ; secara garis besarnya ;
-roso kasar
-roso alus
-roso luwih alus
-roso alusing alus
Perbedaan alus kasarnya itu seperti udara dan air...bukan seperti halus kasab/besi kayu..

KAHANANING ROSO

Di dalam roso kasar ada roso alus, didalam roso alus ada roso luwih alus, didalam roso luwih alus ; ada roso alusing alus ; disebut sangkalpa (rosojati)..
bagi diri2 bongso janaloka lebih dominan menggunakan roso kasar, sebab roso kasarnya yang lebih besar..sedangkan diri2 bongso endraloka ; karna roso alusnya yang lebih besar, maka lebih dominan menggunaknnya..
sedangkan diri2 bongso guruloka, akan lebih dominan menggunakan roso luwih alus... takkan mencapai roso luwih alus selama belum meleburkan roso alus..
itulah mengapa kepekaan tiap diri seseorang tidak sama, karena memang roso yang dominan digunakan tidak sama..

ROSONING RUMONGSO

Ialah bentuk kata kerja, dengan secara sengaja menggunakan roso ; roso-rumongso..
karena dengan kesengajaan rumongso membawa kesadaran dirinya, dalam menggunakan roso, berbeda dengan KROSO , yakni secara tidak sengaja mengadakan roso, roso yang timbul secara tidak sengaja (kebetulan)...juga berbeda dengan NGRUMANGSANI ; ialah menggunakan roso sebagai titik balik dalam kesadaran dirinya (pemahaman diri)...ngrumangsani sama halnya seperti NGERTENI... .

SESAMBUNGANE

tiada jiwo tanpa roso
tiada hidup tanpa jiwo
jiwo-roso-hidup ; adalah tunggal
tak ada kesadaran tanpa AKU
tak ada aku tanpa diri
tak ada diri tanpa hidup
tak ada hidup tanpa roso+jiwo
...
Oleh karena semua yang hidup memiliki roso, maka semuanya pun juga dapat menggunakannya ; ngeroso-kroso-rumongso-ngrumangsani..... .
tetapi tetap dalam standart potensinya masing2, menggunakan roso yang mana:
roso kasar ; bertautan dengan angen2
roso alus ; bertautan dengan cipto
roso luwih alus ; bertautan dengan budhi
roso alusing alus ; meleburnya budhi.
*roso kasar : mangan penak turu penak ngombe penak..,..........dst
*roso alus : susah bungah nesu muring wedi wani getun........dst
*roso luwih alus : sih katresnan, tatag, tanpo susah.........dst
*roso alusing alus ; yoiku sejatine roso... .

JOYO JOYO WIJOYO
RASAKNO RASANE ROSOMU




Book Of Spiritual

BOOK OF SPIRITUALITY

Kecerdasan didalam dimensi kedalaman yang akan menyala atau meredup..bergantung adad diri masing2..kesadaran yang akan berubah/berevolusi..berkembang atau yang akan terlarut pada dimensi fisik..bergantung pada diri masing2..

MIKROKOSMIS

Segala bentuk pengolahan diri baik itu meditasi..semedi..maupun topobroto pada dasarnya dapat menguatkan tubuh2 halus..sehinggah tubuh2 halus tidak mengeras/memadat seiring mengerasnya tulang2 tubuh..ketika tubuh2 halus itu belum memadat..pergerakan semesta raya (bulan bintang matahari) banyak terpengaruh olehnya..dan dimensi spiritual begitu jelas adanya..ketika kesadaran itu utuh..tidak berpling pada masa bayangan (masa depan:lampau)..tetapi hanya menatap masa sekarang/saat ini..karna masa/waktu itu hanyalah priode berjalannya suatu pergerakan..maka tidak ada masa itu nyata selain yang sedang dialami..bukan yang telah & akan dialami..

Seiring memadatnya tubuh2 halus dalam setiap kelahiran..dimensi spiritualpun menjadi semakin maya (samar)..sehinggah dibutuhkan pengolahan2 diri untuk menekan pemadatan yang berkelanjutan..
Materi adalah energi yang terpadatkan
dijaman sebelumnya (jaman kuno)..dimensi spiritual itu lebih jelas terlihat daripada dimensi materi..ketika pancaindra belum sepenuhnya memadat..
ketika pergerakan semesta raya masih saling terhubung (antara mikrokosmis dan makrokosmis)

SUPRANATURAL

Yakni kejadian diluar nalar..meski dijaman spiritual, supranatural itu adalah hal2 yang sudah biasa terjadi..dan memang dilakukan dengan sengaja..bukan kebetulan atau kehendak alam bukan pula perbuatan tuhan maupun setan..

SELUK.BELUK

Akan tetapi kehidupan telah berubah..dimensi spiritual semakin memadat..pikiran menjadi ilusi..perasaan menjadi halusinasi..hanya hal2 materi yang mnjadi nyata..kenyataan adalah materialis..energi menjdi tiada tanpa materi..bahkan ibu bumi sudah tidak peduli (tdk dpt terhubung lagi)..
Itulah mengapa setelah sidarta gautama mendapat pencerahan mengajarkan tentang derita manusia didunia (dimensi spiritual yg kian memadat), karena dia sudah membuka dimensi spiritual dirinya & melihat banyak manusia yang berada dalam penderitaan..arti derita yang dimaksut adalah tidak adanya spiritualitas..

SPIRITIS

Itu bukan tentang permohonan kepada tuhan..sebab itu bukan bentuk olah diri bukan juga kerangka spiritual..bukan tentang mengingat tuhan..karena tidaklah mungkin dapat ingat tuhan..sebab tidak pernah berjumpa..yang ada hanyalah mengingat sebuah nama/sebutan..

GERBANG SPIRITUAL

tubuh fisik-tubuh mineral-tubuh nabati-tubuh energi
Leluhur tanah jawa sudah mewariskan istilah Sasmito-Wisik-Wangsit..yang berarti terhubung dengan dimensi spiritual..meski pada tingkatannya masing2..
Hampir disetiap peradaban dunia..gerbang spiritual sudah tertutup..tidak ada yang dapat membukanya..sebab ajaran2nya sudah terhapuskan..tergantikan oleh kiasan2 beserta dongeng2 halusinasi kepentingan yang memang diadakan demi untuk membuat dimensi spiritual memadat bersama semesta raya..

Meditasi tanah api air udara

Dalam bentuk meditasi apapun akan membuat tubuh mineral menguat..yang berarti akan terlepas dari pemadatan tubuh fisik..yang dalam istilah jawa disebut kasukman : hal2 tentang olah sukmo..
Topobrotoing bumi gunung segoro angin srengenge mbulan lintang angkoso
dalam bentuk topo apapun akan berdampak menguatkan tubuh nabati..dalam istilah jawa disebut badan..yang bertalian dengan nyowo..itulah hastobroto : delapan jalan menyerap energi semesta..
Dan dengan semedi dapat memperkuat tubuh energi..yang biasa disebut dengan jiwo..

Maka dengan tanpa adanya pengolahan diri kecerdasan spiritualpun meredup dan tubuh2 halus akan memadat dengan tulang2 dalam tubuh fisik (raga)..
Dadi sakciptone yo Dadi sakkersone yo Teko sing dadi sejone..hanya ketika dimensi spiritual itu tergelar..

AMBIGUS

Meski dalam dunia modern dunia sains modern dunia pengobatan modern tidak mengakui adanya spiritis..tetapi tanah jowo adalah bumi yang penuh dengan hal2 mistik dan supranatural..

JOYO JOYO WIJOYO
MISTIK SPIRITUAL TANAH JOWO





Kata-Kata (ucapan)

PERKATAAN

(ucapan)


Yang berarti susunan kata yang terucap, dan dapat terdengar... adalah sebuah kalimat yang disuarakan dalam berbagai macamnya bahasa.. .
perkataan adalah sebagai sarana dalam berkomunikasi (berhubungan)...
terhubungnya ; pendengaran dan suara (yang mengucapkan & yang mendengarkan)
perkataan itu tidak ada bagi mereka yang cacat pendengarannya/tuli/tuna rungu...perkataan itu kalimat yang diucapkan...bagi yang tidak bisa berucap/bisu/gagap ; kalimat yang diucapkan menjadi tidak jelas... .

WACANA

"ucapan adalah doa"
Inilah sebuah kalimat pembodohan, sejak kapan perkataan adalah sebuah doa..... .
meski doa bisa dilakukan dengan perkataan, bukan berarti perkataan adalah doa...
doa itu : permohonan, memohon = berdoa...memohon kepada siapa.... kepada apa yang disembah, apa yang menjadi tuan/tuhan bagi dirinya...
secara ringkas ; berdoa berarti meminta kepada tuhan..
karena doa itu sebuah permohonan, maka bisa dilakukan melalui ucapan...juga bisa melalui tulisan pun bisa dilakukan dalam angan dirinya...
jadi ucapan adalah doa merupakan hal konyol dalam pengajaran ilmu pengetahuan. .sebab tanpa perkataanpun doa bisa dilakukan..
.Sedangkan dalam ajaran jawa tidak mengenal doa karena tidak menyembah (ora ono sing disembah), itu karena leluhur jawa bukan bangsa penyembah... .oleh sebab itulah tidak dapat melaksanakan doa/permohonan kepada tuhan.

PELURUSAN

Bahwasanya setiap kata yang terucap adalah sabdo pandito ratu..
yang bermakna penepatan dalam setiap ucapan (kata tanpa dusta), misal ; besok aku akn pergi ke surabaya, dan ternyata sudah besok tapi tidak pergi ke surabaya (kata dusta)...
sedangkan leluhur jawa itu tak pernah ingkar pada apa yang telah diucapknnya....makanya ada sebutan ; sabdo pandito ratu tan keno wola wali ; kalau sudah mengatakan A ya A, tidak menjadi B C... .
dikarenakan tidak pernah ingkr pada ucapannya sendiri itulah ; yang memunculkan SABDO, yakni ucapan yang pasti terjadi... .

Jadi kalau tidak sampai terjadi itu namanya bukan sabdo.. 
ada sabdo ada kutukan
keduanya sama2 ucapan yang selalu terjadi.  .kalau kutukan berhubungan dengan derita diri yang teraniaya tapi kalau sabdo itu dari keteguhan diri yang tak pernah mengingkari ucapannya sendiri..

Adanya perkataan yang menyakitkan itu adalah karena tidak ingin didengarkan ; si pendengar menolak atau tak ingin mendengarknnya, makanya perkataan tersebut dianggap menyakiti... jadi yang sakit itu sebenarnya adalah yang mendengarkan, akan tetapi keduanya tidak jauh berbeda... .
begitu juga sebaliknya, dengan adanya perkataan yang menyenangkan....,.......................
....................tetapi keduanya (yg berucap dan yang mendengarkan) tidak jauh berbeda.

Bahwasanya ucapan itu bisa menjadi sarana bagi doa akan tetapi ucapan tidak pernah dapat menjadi doa.. .




History Of God

HISTORIES OF GODS


SEJARAH TUHAN


Didalam setiap peradaban, generasi yang berkembang dari waktu ke waktu diseluruh dunia, menghadirkan sosok yang disebut TUHAN...
Ketuhanan yang dihadirkan sesuai bahasa dari tiap2 peradaban, yang terbagi atas dua karakter ;
1.tuhan yang tunggal
2.tuhan yang banyak (karna ada banyak lazim disebut dewa ; seperti gods of yunani...mesir)
Dalam perkembangan dunia ; tuhan yang banyak dianggap salah/kliru, dengan asumsi tuhan itu esa, tuhan harus tunggal...ketahuilah ; banyak atau tidaknya tuhan, itu semua bergantung pada SI PENYEMBAH...

Jadi tiap2 peradaban anyg melahirkan tuhan tsb, juga melahirkan tradisi pemujaan ; yakni penyembahan kepada tuhan...sehinggah hadirlah tempat2 pemujaan seperti gereja, masjid.....dll
Apa bedanya memuja sebatang kayu dengan memuja tuhan?
yang dipuja beda hal, tapi yang memuja ; keduanya sama ; sama sama penyembah ; sama2 takut dan berharap kepada yang dipuja ; sama2 tertunduk pada yang disembah ; sama2 menghadirkan yang disembah/tuhan...

Meski dalam ketuhanan dikatakan semua tuhan dari sekian bahasa itu sebenarnya adalah sama, akan tetapi sesungguhnya tuhan2 tsb adalah berbeda, ya berbeda karena sejarah kemunculannya yang berbeda beda dari setiap peradaban...
Jadi tuhan itu adalah apa yang kamu sembah apa yang kau agung dan muliakan,...adanya tuhan itu sebab adanya pemujaan ;

yang menyembah dan yang disembah

.....Adanya yang disembah itu ; karna adanya yang menyembah... .
peradaban2 tuhan hadir mengajarkan manusia adalah makhluk lemah tidak mampu harus memohon harus takut harus berharap pada apa yang disebut : tuhan..

JOWO

Didalam peradaban jawa tidak ada pemujaan, makanya tidak ada tempat pemujaan bagi orang2 jawa, pun tidak mengajarkan untuk memohon juga berharap selain kepada dirinya sendiri/jumeneng
dan sebutan2 seperti Gusti, Bathara, Hyang....itu semua bukan ajaran tentang penyembahan, melainkan tingkat pencapaian jiwa (penjelasan teramat pnjang)...
kalau dalam pewayangan diartikan ; wayang sebagai manusia, dalang sebagai tuhan, sehingga langkah hidup manusia adalah apa yang telah dtetapkan oleh tuhan, bahwa manusia itu adalah boneka tuhan (begitulah makna ajaran tuhan)...tetapi leluhur tanah jawa mengajarkan ; wayang sebagai hidup, dalang sebagai dirinya sendiri, jadi hidupnya bergantung pada diri sendiri, yang melangkahkan hidup ya diri sendiri, yang menghadirkan wayang2 dalam kehidupannya...menggelar bayang2 hidupnya sendiri...
manusia adalah dalang yang memainkan wayang bukan wayang yang dimainkan oleh dalang.....adapun yang mengatakan lebih memilih yang menanggap dalang, ya jadilah penanggap tanpa memainkan wayang apapun (mati).

SEMBAH DAN PUJA

Mau itu menyembah tuhan esa tuhan banyak bukan tuhan ; semuanya sama saja, yang berarti diri tertunduk pada sesuatu, mentuankan sesuatu ; bermakna yang kuasa sellu mnjdi sesembahan yg lemah..yg lemah sllu menghadirkn sesembahan yg dianggaap kuasa..
sehingga hadirlah yang dipuja ; yang disembahpun dimuliakan dengan berbagai cara, diagungkan dengan berbagai ritual pemujaan..
begitulah leluhur tanah jawa dahulu kala menjadi sesembahan berbagai peradaban dunia....sehinggah hadirlah nama NUSWANTORO.

SANG PENCIPTA

Disebut sebut sebagai sosok tuhan (yg dituankan)
biarlah sang pencipta menjadi sang pencipta dan manusia menjadi manusia...agar sang pencipta menjadi dirinya sebagai pencipta dan manusia menjadi dirinya sebagai manusia (bukan penyembah)..

JIWO

Dalam hal kejiwaan, mereka para penyembah adalah jiwa2 peng.ekor, tidak akan dapat berubah/berkembang jiwanya, melainkan terhenti dibelakang apa yang disembahnya...jiwa yang tertunduk lemah yang berhasrat dalam diam..takkan mencapai kemerdekaan yang lepas bagai burung yang terbang bebas ...karenanya jiwa tak mampu mencapai pencerahan nirwana, selain hanya bahagia dalam gelap.

JOYO WIJOYO NUSWANTORO





Sworo

SWARA/SWORO 

(suara)


Ialah gelombang getar yang dapat merambat ke berbagai medium padat..cair..gas dengan berbagai mode frekuwensi yang berbeda.beda...
Terdengar oleh pendengaran, bergantung pada kecepatan sumber suara tsb...
Suara sebenarnya adalah getaran yang memadat dan merambat kesegala arah...

INFRASONIK

Yakni getaran suara dalam mode frekuwensi yang terlalu rendah...
namun jangkauannya lebih luas tanpa dapat terhalang, karena tidak memantul seperti getaran suara pada umumnya..itu seperti yang terjadi pada gempa bumi, jadi pendeteksi gempa itu adalah alat untuk menangkap gelombang infrasonik (dibawah rata2)

ULTRASONIK

Yaitu suara ultra, getaran yang terlalu tinggi, lebih cepat dari getaran suara infrasonik...namun dapat memantul dan juga dapat diserap oleh bahan seperti spoons... .
ultrasonik terdapat pada berbagai radar...remot kontrol...juga sensor gerak.... .

RAMBATAN

Gelombang suara yang merambat pada udara kering lebih cepat daripada
yang merambat pada udara lembap...dan suara yang merambat pada air lebih cepat daripada yang merambat pada udara kering...

PENDENGARAN

.mendengarkan..terdengar..kedengaran.
Pendengaran manusia terbatas hanya pada gelombang getar diantara infra dan ultra sonik... .
terjdinya suara pada manusia itu karena adanya pendengaran, terjdinya pendengaran bukan karena adanya suara..suara dan pendengaran itu satu kesatuan yang terpisah...

DAMPAK KRITIS

Dikatakan bahwa lidah itu lebih tajam daripada pedang ; sebab suara yang terucap dapat sangat menyakitkan dan menyayat....
sudahilah kebodohan seperti ini... .suara itu hanyalah gelombng getar yang memadat...dan rasa sakit itu adalah dirimu sendiri yang masih penuh dengan kebencian..kemarahan..kesedihan...
apakah saat tidak ada suara dirimu tidak sedih marah benci....
berhentilah melihat apa yang ada diluar diri sendiri...ketahui diri sendiri...mengapa masih menanam pohon yang menyakitkan seperti marah benci sedih...

Tatkala diri seseorng tak lagi diliputi oleh kesedihan juga kebencian...suara seperti apapun yang terdengar takkan pernah terasa menyakitkan...
jadi rasa sakit tsb hanyalah, rasa rasa yang engkau bangkitkan, yang engkau rasakan...yang engkau hadirkn sendiri...
bukankah hal yang aneh bila pendengaran yang mendengar tapi perasaan yang tersakiti...seharusnya pendengaranlah yang tersakiti...buknnya perasaan..
tetapi karna perasaan tsb sudah sakit makanya suara atau apapun juga dapat menjadi jalan/alasan untuk menunjukkan perasaan pada diri yang sakit... .

Bangunlah jiwa yang sehat bukan jiwa yang rapuh dan sakit sakitan, karena itulah diri yang akan selalu menjadi diri dimanapun dan sampai kapan.pun juga...itulah dirimu hidupmu keadaanmu...

Jika sekarang masih sakit tidak berubah tak kunjung sehat...sampai kapanpun juga ya seperti itu...meski berada ditempat apapun juga ya tetap saja sakit...sekarang dan sampai selamanya...





Pengetan

PENGETAN

PEPENGET ING LAKU 

Ngolah doyo njero ugo doyo njobo
klawan meneng ngumpulno doyo
sangsoyo gede sangsoyo ketoro
mundhaking doyo agawe santoso

NGOLAH AMBEGAN

Nalikane ngolah napas, iku tumujune angen2 ; pangecap pandulu pangrungu pangambu ; hiyo ng udarae, ng udaea sg diserot dadi bayu ing njero rogo, njur dibuwang metu...iku titik fokuse ng UDARAE...
dene sg latian olah nps jogo rogo ; hiyo nuju howo sg lumebu metu ing rogoe ; pamusatane, ws ora nggatekno udara lan liyo2ne, amung nuju howoe ; soyo suwe sangsoyo cetho ; kroso, ngrasakno lumebu metune howo ng rogoe ; iku arane ROSO ; sg dgae ngrasakno ; lha roso iku sapirang pirang jenis, kebagi ; sg kasar/gmpng diroso..sg alus/kurang gmpng..sg luwih alus/luwih ora gmpng...iku kbeh mung ayang2 sg kumambang, hiyo wewayange roso kang sejati.
ora gae roso yo ora biso ngrasakno ; ateges hampa..ono udara melbu ra kroso, ono adem panas ra kroso, mulo dsebut hampa...

MANEKUNG

Nalikane ngolah unsur2 sanjeroning rogo y ngunu...kabeh diempakno dipusatno ng unsur sg dadi sejoe...poncodriyoe y nuju ng unsur sg diolah...dene ambegane ora perlu ditoto, supoyo manut ambegane panekungan...yen ora ngunu artine ora manekung tp ngolah ambegan...mergo isih fokus mrunu..
diarahno nganggo ciptoe nganti ngrasakno unsur sg sejo diolah... dadi ora mung kiro kiro, nanging kudu weruh, yo weruh ing mundhaking doyo sg diolah...

-PEPINDHAN-

Arep nyambung weruh rerupan y ngenggo pandulu, arep weruh sworo y nganggo pangrungu.......isp
samono ugo arep weruh sukmo y nganggo ciptoe, arep weruh badan y nganggo aura.prana, arep weruh nyowo y nganggo rahso.karso....... weruh rerupan : ngrasakno nganggo pandulu, weruh sworo : ngrasakno nganggo pangrungu....iku arane laras runuting jagad..
.Ngrasakno iku ; ngempakno roso/nggunakno roso, endi roso sg dirasakno ; yoiku sing digawe nggelar.

TOPOBROTO

Nalikane nyerot doyoe bawono y ngunu, nganti kroso cetho melbu metune... .iku aran sadar, yen ora mangkono ateges tanpo sadar...yen manekung nganggo cipto, yen topo nganggo karso... dadi kabeh kabeh ditujuno marang doyo sg diserot...njur ambegane manut ambegane topo, ora topo manut ambegan, topoe y nuju marang doyo sing diserot...

SEMEDI

Nalikane menengno rogo ; ateges ngleremno poncodriyo
iku y nujune ng lereme, ora ng pengaturan ambegane...
banjur menengno cipto.riptoe ; ateges maheningno cipto
iku nujue ng kaheningan ora ng ambegane
dadi yen menengno rogo, ambegane manut dadi ambegane meneng..
yen ngeningno cipto ; ambegane manut dadi ambegane kaheningan...ora sewalike..
banjur wening ; nglerem rahso...sg tinuju y ng rahsoe nganti biso lerem, 
ambegane manut dadi ambegane kaweningan..
katelune mw nunggale kaaran ; meneng ing neng temanan..yoiku sg disebut semedi...
ngupadi undhaking jiwo, tumuju urip kang sejati...
dadi yen kerep semedi ; jiwoe sangsoyo alus... luwih alus...nganti tekan alusing alus ; 
yoiku jiwo bongso pengeran.