Book Of Spiritual

BOOK OF SPIRITUALITY

Kecerdasan didalam dimensi kedalaman yang akan menyala atau meredup..bergantung adad diri masing2..kesadaran yang akan berubah/berevolusi..berkembang atau yang akan terlarut pada dimensi fisik..bergantung pada diri masing2..

MIKROKOSMIS

Segala bentuk pengolahan diri baik itu meditasi..semedi..maupun topobroto pada dasarnya dapat menguatkan tubuh2 halus..sehinggah tubuh2 halus tidak mengeras/memadat seiring mengerasnya tulang2 tubuh..ketika tubuh2 halus itu belum memadat..pergerakan semesta raya (bulan bintang matahari) banyak terpengaruh olehnya..dan dimensi spiritual begitu jelas adanya..ketika kesadaran itu utuh..tidak berpling pada masa bayangan (masa depan:lampau)..tetapi hanya menatap masa sekarang/saat ini..karna masa/waktu itu hanyalah priode berjalannya suatu pergerakan..maka tidak ada masa itu nyata selain yang sedang dialami..bukan yang telah & akan dialami..

Seiring memadatnya tubuh2 halus dalam setiap kelahiran..dimensi spiritualpun menjadi semakin maya (samar)..sehinggah dibutuhkan pengolahan2 diri untuk menekan pemadatan yang berkelanjutan..
Materi adalah energi yang terpadatkan
dijaman sebelumnya (jaman kuno)..dimensi spiritual itu lebih jelas terlihat daripada dimensi materi..ketika pancaindra belum sepenuhnya memadat..
ketika pergerakan semesta raya masih saling terhubung (antara mikrokosmis dan makrokosmis)

SUPRANATURAL

Yakni kejadian diluar nalar..meski dijaman spiritual, supranatural itu adalah hal2 yang sudah biasa terjadi..dan memang dilakukan dengan sengaja..bukan kebetulan atau kehendak alam bukan pula perbuatan tuhan maupun setan..

SELUK.BELUK

Akan tetapi kehidupan telah berubah..dimensi spiritual semakin memadat..pikiran menjadi ilusi..perasaan menjadi halusinasi..hanya hal2 materi yang mnjadi nyata..kenyataan adalah materialis..energi menjdi tiada tanpa materi..bahkan ibu bumi sudah tidak peduli (tdk dpt terhubung lagi)..
Itulah mengapa setelah sidarta gautama mendapat pencerahan mengajarkan tentang derita manusia didunia (dimensi spiritual yg kian memadat), karena dia sudah membuka dimensi spiritual dirinya & melihat banyak manusia yang berada dalam penderitaan..arti derita yang dimaksut adalah tidak adanya spiritualitas..

SPIRITIS

Itu bukan tentang permohonan kepada tuhan..sebab itu bukan bentuk olah diri bukan juga kerangka spiritual..bukan tentang mengingat tuhan..karena tidaklah mungkin dapat ingat tuhan..sebab tidak pernah berjumpa..yang ada hanyalah mengingat sebuah nama/sebutan..

GERBANG SPIRITUAL

tubuh fisik-tubuh mineral-tubuh nabati-tubuh energi
Leluhur tanah jawa sudah mewariskan istilah Sasmito-Wisik-Wangsit..yang berarti terhubung dengan dimensi spiritual..meski pada tingkatannya masing2..
Hampir disetiap peradaban dunia..gerbang spiritual sudah tertutup..tidak ada yang dapat membukanya..sebab ajaran2nya sudah terhapuskan..tergantikan oleh kiasan2 beserta dongeng2 halusinasi kepentingan yang memang diadakan demi untuk membuat dimensi spiritual memadat bersama semesta raya..

Meditasi tanah api air udara

Dalam bentuk meditasi apapun akan membuat tubuh mineral menguat..yang berarti akan terlepas dari pemadatan tubuh fisik..yang dalam istilah jawa disebut kasukman : hal2 tentang olah sukmo..
Topobrotoing bumi gunung segoro angin srengenge mbulan lintang angkoso
dalam bentuk topo apapun akan berdampak menguatkan tubuh nabati..dalam istilah jawa disebut badan..yang bertalian dengan nyowo..itulah hastobroto : delapan jalan menyerap energi semesta..
Dan dengan semedi dapat memperkuat tubuh energi..yang biasa disebut dengan jiwo..

Maka dengan tanpa adanya pengolahan diri kecerdasan spiritualpun meredup dan tubuh2 halus akan memadat dengan tulang2 dalam tubuh fisik (raga)..
Dadi sakciptone yo Dadi sakkersone yo Teko sing dadi sejone..hanya ketika dimensi spiritual itu tergelar..

AMBIGUS

Meski dalam dunia modern dunia sains modern dunia pengobatan modern tidak mengakui adanya spiritis..tetapi tanah jowo adalah bumi yang penuh dengan hal2 mistik dan supranatural..

JOYO JOYO WIJOYO
MISTIK SPIRITUAL TANAH JOWO





Kata-Kata (ucapan)

PERKATAAN

(ucapan)


Yang berarti susunan kata yang terucap, dan dapat terdengar... adalah sebuah kalimat yang disuarakan dalam berbagai macamnya bahasa.. .
perkataan adalah sebagai sarana dalam berkomunikasi (berhubungan)...
terhubungnya ; pendengaran dan suara (yang mengucapkan & yang mendengarkan)
perkataan itu tidak ada bagi mereka yang cacat pendengarannya/tuli/tuna rungu...perkataan itu kalimat yang diucapkan...bagi yang tidak bisa berucap/bisu/gagap ; kalimat yang diucapkan menjadi tidak jelas... .

WACANA

"ucapan adalah doa"
Inilah sebuah kalimat pembodohan, sejak kapan perkataan adalah sebuah doa..... .
meski doa bisa dilakukan dengan perkataan, bukan berarti perkataan adalah doa...
doa itu : permohonan, memohon = berdoa...memohon kepada siapa.... kepada apa yang disembah, apa yang menjadi tuan/tuhan bagi dirinya...
secara ringkas ; berdoa berarti meminta kepada tuhan..
karena doa itu sebuah permohonan, maka bisa dilakukan melalui ucapan...juga bisa melalui tulisan pun bisa dilakukan dalam angan dirinya...
jadi ucapan adalah doa merupakan hal konyol dalam pengajaran ilmu pengetahuan. .sebab tanpa perkataanpun doa bisa dilakukan..
.Sedangkan dalam ajaran jawa tidak mengenal doa karena tidak menyembah (ora ono sing disembah), itu karena leluhur jawa bukan bangsa penyembah... .oleh sebab itulah tidak dapat melaksanakan doa/permohonan kepada tuhan.

PELURUSAN

Bahwasanya setiap kata yang terucap adalah sabdo pandito ratu..
yang bermakna penepatan dalam setiap ucapan (kata tanpa dusta), misal ; besok aku akn pergi ke surabaya, dan ternyata sudah besok tapi tidak pergi ke surabaya (kata dusta)...
sedangkan leluhur jawa itu tak pernah ingkar pada apa yang telah diucapknnya....makanya ada sebutan ; sabdo pandito ratu tan keno wola wali ; kalau sudah mengatakan A ya A, tidak menjadi B C... .
dikarenakan tidak pernah ingkr pada ucapannya sendiri itulah ; yang memunculkan SABDO, yakni ucapan yang pasti terjadi... .

Jadi kalau tidak sampai terjadi itu namanya bukan sabdo.. 
ada sabdo ada kutukan
keduanya sama2 ucapan yang selalu terjadi.  .kalau kutukan berhubungan dengan derita diri yang teraniaya tapi kalau sabdo itu dari keteguhan diri yang tak pernah mengingkari ucapannya sendiri..

Adanya perkataan yang menyakitkan itu adalah karena tidak ingin didengarkan ; si pendengar menolak atau tak ingin mendengarknnya, makanya perkataan tersebut dianggap menyakiti... jadi yang sakit itu sebenarnya adalah yang mendengarkan, akan tetapi keduanya tidak jauh berbeda... .
begitu juga sebaliknya, dengan adanya perkataan yang menyenangkan....,.......................
....................tetapi keduanya (yg berucap dan yang mendengarkan) tidak jauh berbeda.

Bahwasanya ucapan itu bisa menjadi sarana bagi doa akan tetapi ucapan tidak pernah dapat menjadi doa.. .




History Of God

HISTORIES OF GODS


SEJARAH TUHAN


Didalam setiap peradaban, generasi yang berkembang dari waktu ke waktu diseluruh dunia, menghadirkan sosok yang disebut TUHAN...
Ketuhanan yang dihadirkan sesuai bahasa dari tiap2 peradaban, yang terbagi atas dua karakter ;
1.tuhan yang tunggal
2.tuhan yang banyak (karna ada banyak lazim disebut dewa ; seperti gods of yunani...mesir)
Dalam perkembangan dunia ; tuhan yang banyak dianggap salah/kliru, dengan asumsi tuhan itu esa, tuhan harus tunggal...ketahuilah ; banyak atau tidaknya tuhan, itu semua bergantung pada SI PENYEMBAH...

Jadi tiap2 peradaban anyg melahirkan tuhan tsb, juga melahirkan tradisi pemujaan ; yakni penyembahan kepada tuhan...sehinggah hadirlah tempat2 pemujaan seperti gereja, masjid.....dll
Apa bedanya memuja sebatang kayu dengan memuja tuhan?
yang dipuja beda hal, tapi yang memuja ; keduanya sama ; sama sama penyembah ; sama2 takut dan berharap kepada yang dipuja ; sama2 tertunduk pada yang disembah ; sama2 menghadirkan yang disembah/tuhan...

Meski dalam ketuhanan dikatakan semua tuhan dari sekian bahasa itu sebenarnya adalah sama, akan tetapi sesungguhnya tuhan2 tsb adalah berbeda, ya berbeda karena sejarah kemunculannya yang berbeda beda dari setiap peradaban...
Jadi tuhan itu adalah apa yang kamu sembah apa yang kau agung dan muliakan,...adanya tuhan itu sebab adanya pemujaan ;

yang menyembah dan yang disembah

.....Adanya yang disembah itu ; karna adanya yang menyembah... .
peradaban2 tuhan hadir mengajarkan manusia adalah makhluk lemah tidak mampu harus memohon harus takut harus berharap pada apa yang disebut : tuhan..

JOWO

Didalam peradaban jawa tidak ada pemujaan, makanya tidak ada tempat pemujaan bagi orang2 jawa, pun tidak mengajarkan untuk memohon juga berharap selain kepada dirinya sendiri/jumeneng
dan sebutan2 seperti Gusti, Bathara, Hyang....itu semua bukan ajaran tentang penyembahan, melainkan tingkat pencapaian jiwa (penjelasan teramat pnjang)...
kalau dalam pewayangan diartikan ; wayang sebagai manusia, dalang sebagai tuhan, sehingga langkah hidup manusia adalah apa yang telah dtetapkan oleh tuhan, bahwa manusia itu adalah boneka tuhan (begitulah makna ajaran tuhan)...tetapi leluhur tanah jawa mengajarkan ; wayang sebagai hidup, dalang sebagai dirinya sendiri, jadi hidupnya bergantung pada diri sendiri, yang melangkahkan hidup ya diri sendiri, yang menghadirkan wayang2 dalam kehidupannya...menggelar bayang2 hidupnya sendiri...
manusia adalah dalang yang memainkan wayang bukan wayang yang dimainkan oleh dalang.....adapun yang mengatakan lebih memilih yang menanggap dalang, ya jadilah penanggap tanpa memainkan wayang apapun (mati).

SEMBAH DAN PUJA

Mau itu menyembah tuhan esa tuhan banyak bukan tuhan ; semuanya sama saja, yang berarti diri tertunduk pada sesuatu, mentuankan sesuatu ; bermakna yang kuasa sellu mnjdi sesembahan yg lemah..yg lemah sllu menghadirkn sesembahan yg dianggaap kuasa..
sehingga hadirlah yang dipuja ; yang disembahpun dimuliakan dengan berbagai cara, diagungkan dengan berbagai ritual pemujaan..
begitulah leluhur tanah jawa dahulu kala menjadi sesembahan berbagai peradaban dunia....sehinggah hadirlah nama NUSWANTORO.

SANG PENCIPTA

Disebut sebut sebagai sosok tuhan (yg dituankan)
biarlah sang pencipta menjadi sang pencipta dan manusia menjadi manusia...agar sang pencipta menjadi dirinya sebagai pencipta dan manusia menjadi dirinya sebagai manusia (bukan penyembah)..

JIWO

Dalam hal kejiwaan, mereka para penyembah adalah jiwa2 peng.ekor, tidak akan dapat berubah/berkembang jiwanya, melainkan terhenti dibelakang apa yang disembahnya...jiwa yang tertunduk lemah yang berhasrat dalam diam..takkan mencapai kemerdekaan yang lepas bagai burung yang terbang bebas ...karenanya jiwa tak mampu mencapai pencerahan nirwana, selain hanya bahagia dalam gelap.

JOYO WIJOYO NUSWANTORO





Sworo

SWARA/SWORO 

(suara)


Ialah gelombang getar yang dapat merambat ke berbagai medium padat..cair..gas dengan berbagai mode frekuwensi yang berbeda.beda...
Terdengar oleh pendengaran, bergantung pada kecepatan sumber suara tsb...
Suara sebenarnya adalah getaran yang memadat dan merambat kesegala arah...

INFRASONIK

Yakni getaran suara dalam mode frekuwensi yang terlalu rendah...
namun jangkauannya lebih luas tanpa dapat terhalang, karena tidak memantul seperti getaran suara pada umumnya..itu seperti yang terjadi pada gempa bumi, jadi pendeteksi gempa itu adalah alat untuk menangkap gelombang infrasonik (dibawah rata2)

ULTRASONIK

Yaitu suara ultra, getaran yang terlalu tinggi, lebih cepat dari getaran suara infrasonik...namun dapat memantul dan juga dapat diserap oleh bahan seperti spoons... .
ultrasonik terdapat pada berbagai radar...remot kontrol...juga sensor gerak.... .

RAMBATAN

Gelombang suara yang merambat pada udara kering lebih cepat daripada
yang merambat pada udara lembap...dan suara yang merambat pada air lebih cepat daripada yang merambat pada udara kering...

PENDENGARAN

.mendengarkan..terdengar..kedengaran.
Pendengaran manusia terbatas hanya pada gelombang getar diantara infra dan ultra sonik... .
terjdinya suara pada manusia itu karena adanya pendengaran, terjdinya pendengaran bukan karena adanya suara..suara dan pendengaran itu satu kesatuan yang terpisah...

DAMPAK KRITIS

Dikatakan bahwa lidah itu lebih tajam daripada pedang ; sebab suara yang terucap dapat sangat menyakitkan dan menyayat....
sudahilah kebodohan seperti ini... .suara itu hanyalah gelombng getar yang memadat...dan rasa sakit itu adalah dirimu sendiri yang masih penuh dengan kebencian..kemarahan..kesedihan...
apakah saat tidak ada suara dirimu tidak sedih marah benci....
berhentilah melihat apa yang ada diluar diri sendiri...ketahui diri sendiri...mengapa masih menanam pohon yang menyakitkan seperti marah benci sedih...

Tatkala diri seseorng tak lagi diliputi oleh kesedihan juga kebencian...suara seperti apapun yang terdengar takkan pernah terasa menyakitkan...
jadi rasa sakit tsb hanyalah, rasa rasa yang engkau bangkitkan, yang engkau rasakan...yang engkau hadirkn sendiri...
bukankah hal yang aneh bila pendengaran yang mendengar tapi perasaan yang tersakiti...seharusnya pendengaranlah yang tersakiti...buknnya perasaan..
tetapi karna perasaan tsb sudah sakit makanya suara atau apapun juga dapat menjadi jalan/alasan untuk menunjukkan perasaan pada diri yang sakit... .

Bangunlah jiwa yang sehat bukan jiwa yang rapuh dan sakit sakitan, karena itulah diri yang akan selalu menjadi diri dimanapun dan sampai kapan.pun juga...itulah dirimu hidupmu keadaanmu...

Jika sekarang masih sakit tidak berubah tak kunjung sehat...sampai kapanpun juga ya seperti itu...meski berada ditempat apapun juga ya tetap saja sakit...sekarang dan sampai selamanya...





Pengetan

PENGETAN

PEPENGET ING LAKU 

Ngolah doyo njero ugo doyo njobo
klawan meneng ngumpulno doyo
sangsoyo gede sangsoyo ketoro
mundhaking doyo agawe santoso

NGOLAH AMBEGAN

Nalikane ngolah napas, iku tumujune angen2 ; pangecap pandulu pangrungu pangambu ; hiyo ng udarae, ng udaea sg diserot dadi bayu ing njero rogo, njur dibuwang metu...iku titik fokuse ng UDARAE...
dene sg latian olah nps jogo rogo ; hiyo nuju howo sg lumebu metu ing rogoe ; pamusatane, ws ora nggatekno udara lan liyo2ne, amung nuju howoe ; soyo suwe sangsoyo cetho ; kroso, ngrasakno lumebu metune howo ng rogoe ; iku arane ROSO ; sg dgae ngrasakno ; lha roso iku sapirang pirang jenis, kebagi ; sg kasar/gmpng diroso..sg alus/kurang gmpng..sg luwih alus/luwih ora gmpng...iku kbeh mung ayang2 sg kumambang, hiyo wewayange roso kang sejati.
ora gae roso yo ora biso ngrasakno ; ateges hampa..ono udara melbu ra kroso, ono adem panas ra kroso, mulo dsebut hampa...

MANEKUNG

Nalikane ngolah unsur2 sanjeroning rogo y ngunu...kabeh diempakno dipusatno ng unsur sg dadi sejoe...poncodriyoe y nuju ng unsur sg diolah...dene ambegane ora perlu ditoto, supoyo manut ambegane panekungan...yen ora ngunu artine ora manekung tp ngolah ambegan...mergo isih fokus mrunu..
diarahno nganggo ciptoe nganti ngrasakno unsur sg sejo diolah... dadi ora mung kiro kiro, nanging kudu weruh, yo weruh ing mundhaking doyo sg diolah...

-PEPINDHAN-

Arep nyambung weruh rerupan y ngenggo pandulu, arep weruh sworo y nganggo pangrungu.......isp
samono ugo arep weruh sukmo y nganggo ciptoe, arep weruh badan y nganggo aura.prana, arep weruh nyowo y nganggo rahso.karso....... weruh rerupan : ngrasakno nganggo pandulu, weruh sworo : ngrasakno nganggo pangrungu....iku arane laras runuting jagad..
.Ngrasakno iku ; ngempakno roso/nggunakno roso, endi roso sg dirasakno ; yoiku sing digawe nggelar.

TOPOBROTO

Nalikane nyerot doyoe bawono y ngunu, nganti kroso cetho melbu metune... .iku aran sadar, yen ora mangkono ateges tanpo sadar...yen manekung nganggo cipto, yen topo nganggo karso... dadi kabeh kabeh ditujuno marang doyo sg diserot...njur ambegane manut ambegane topo, ora topo manut ambegan, topoe y nuju marang doyo sing diserot...

SEMEDI

Nalikane menengno rogo ; ateges ngleremno poncodriyo
iku y nujune ng lereme, ora ng pengaturan ambegane...
banjur menengno cipto.riptoe ; ateges maheningno cipto
iku nujue ng kaheningan ora ng ambegane
dadi yen menengno rogo, ambegane manut dadi ambegane meneng..
yen ngeningno cipto ; ambegane manut dadi ambegane kaheningan...ora sewalike..
banjur wening ; nglerem rahso...sg tinuju y ng rahsoe nganti biso lerem, 
ambegane manut dadi ambegane kaweningan..
katelune mw nunggale kaaran ; meneng ing neng temanan..yoiku sg disebut semedi...
ngupadi undhaking jiwo, tumuju urip kang sejati...
dadi yen kerep semedi ; jiwoe sangsoyo alus... luwih alus...nganti tekan alusing alus ; 
yoiku jiwo bongso pengeran.




Jangkepe Ingkang Aran Lerem

JANGKEPE INGKANG ARAN LEREM

:::::::::

Wening kang cetho welo welo
padhang tanpo alinge ngrahono
sumebyar laras nyantosani rogo
meneb reregeting dadi sirno

KAWENINGAN

Menengno rogo, Ngeningno cipto banjur Ngenebno rahso
rosoe rahso hiyo rosoning kekarepan
awit sing gede cilik, tipis kandhel, alus kasar
kapilah pilah lan kaenebake
menebing rahso yoiku tegese wening
weninge rahso anggelar jejagade, yoiku
wang wung kang tanpo wates kang ngemot sekabehe kaweruh
pepindhane wus ora koyo katindihan gunung maneh
ananging gumrigah wus amindah gunung kang ngaling ngalingi
cetho padhang yoiku kang aran wus pramono..

Wening iku bening, hiyo nalikane rahsoe biso meneb
dene menebe rahso iku sing dadi jalaran gumrigahe budhi
lan dadi pambuka plawangan alusing roso pangroso 
dadi sebab kandhele roso kamanungsan kang sejati
uga kang mahanani salin rupoe kabeh jiwo

Saben ono rahso iku mesti bareng onoe roso
Mung onoe roso iku ora mesti bareng karo onoe rahso
Rahso iku ALUSING KEKAREPAN
sing kasar sing alus sing apik sing olo hiyo kaenebke
gething dhemen, bungah susah, wani wedi
iku enem bongkoting rahso
dene koyo nesu muring manglah sengit was sumelang getir kuwatir isp...
iku kabeh mung pang pang ateges ; anak.ane bongkoting rahso
hiyo sangsoyo suwe sangsoyo mati menowo kerep meneb rahsone

BUDHI

Awit cipto lan angen2 iku hiyo pamikir
samono ugo budhi hiyo pamikir
yen bongso janaloka ndunungi angen angen
bongso kaendran ndunungi cipto
bongso kadewatan ndunungi budhi
awit budhi utomo, budhi jatmiko, budhi rahayu.....isp 
sing kabehe iku cacahe ono pitu geneb wolu

Ono budhi kaweruh ; yoiku bongkoting budhi
sing mung ono ing kaweningan
Utek yoiku pucuke budhi
nalikane durung biso migunakno pucuke budhi
iku lirkadiyo wong sing isih ketindihan gunung
hiyo gedhene rahso sing kaumpamakno gunung
nalikane wus biso migunakno pucuke budhi
kaaran wus tangi budhine, kaumpakano koyo wong kalingan gunung
mulane yo isih kagubet ing pepethenge bebingung
menowo kerep angenebno rahsoe, sangsoyo cetho sangsoyo padhang
ateges wus amindah gunung kang ngaling ngalingi
angen2e padhang, jembar, landhep panggraitone
samubarang prakara iku isih kalilingan/katutupan hiyo durung cetho
mulane enebno rahsomu...

GEGAMBUHAN

Weninge rahso iku alusing rahso, dene alusing rahso iku wes mesti bareng karo luwih alusing roso
ateges dumunung ing roso kang luwih alus (roso kasar-roso alus-roso luwih alus-roso alusing alus)

Wus ora loro rogone hiyo wus tanpo pegel rogone
Wus tanpo susah, amung ono kanirwanan
Enteng tan ono abot sarwo gampang panggraitone
Angen angen kang wus padhang, jalaran soroting budhi
Mulo ora rekoso amikir babagan sing gedene dikoyoopo byar ambyar

SUNYOE WENING RURI ING SEPI

Hiyo alusing alus iku kang aran roso sejati, kang tunggal anane tetep ing murnie kaaran ; sangkalpa
nalikane bongkoting budhi biso nunggal klawan sangkalpa, iku kaaran : wus 'tatas ing budhi'
awit tekan ingkang sejati, anggelar kahanan kang sejati, yoiku kajaten..
kang wus tanpo kantha tanpo kanthi
mulo kasebut trah kusumo rembesing madu tedhaking andono warih
wus tan luwe tan turu, mangan turuo amung sarat bae
teguh yuwono kalis ing sambekolo nir sambekolo

Menengno rogo Ngeningno cipto Ngenebno rahso
Meneng ing Neng temenan ; yoiku kang aran semedhi

PEPENGET

Janaloka iku ginelar dening angen2 klawan poncodriyo
Endraloka iku ginelar dening cipto klawan astendriyo
Guruloka iku ginelar dening budhi klawan roso luwih alus
Kajaten iku ginelar dening nunggale budhi klawan rosojati

Dhiri2 arcopodo iku angen2e luwih kandhel tinimbang ciptoe
Dhiri2 kaendran iku ciptone luwih kandhel tinimbang angen2e
Dhiri2 kadewatan iku budhine luwih kandhel tinimbang ciptone

Bongso janaloka yo duwe budhi cipto mung angen2e luwih kandhel
bongso endraloka iku y duwe budhi angen2 mung ciptone luwih kandhel
bongso guruloka yo duwe cipto angen2 mung budhine luwih kandhel
sg ndunungi janaloka iku y biso wikan ing kaheningan mung ora akeh
sg ndunungi endraloka iku yo biso wikan marang kaweningan mung ora jangkep
kabeh2 y gumantung ing praupan jiwoe
ono sg ora salin babarblas, ono sg arepe salin, ono sg wus salin
ono sg saline tambah kasar lan ono sg saline tmbh alus
Pengetan : alus kasar iki mung kahanane bae..kanggo mbedakno blegere..
koyo dene mungguhe rogo sukmo iku alus, mungguhe sukmo badan nyowo y luwih alus.....

Yen wong janaloka kerep ngempakno roso kasar
wong endraloka kerep ngempakno roso alus
wong guruloka kerep ngempakno roso luwih alus

Yen menenge rogo ambuka alusing poncodriyo
ngeningno cipto ambuka murnie sukmo
ngenebno rahso ambuka plawangane rosojati
kabeh mau ateges jalaran pambuka ing semedhi...


Kadewatan ( Guruloka )

GURULOKO

KADEWATAN

Hyang hong wila heng
Awigna budiwa nowo songo
Sang dewo sang hyang sang buddo
Gusti tetep ingkang moho suci

Guruloka gelar jejagating bongso kadewatan
Tegese guru iku guruning jagad
Pamomong jagad penggelar nirwono
Kaswargan kanerakan wus lebur ora ono
Bungah klawan susah wus nunggal lebur
Salin kahanan kaganti sarwo seneng
Jalmo guruloka hiyo wong wong kadewatan

Yoiku.
bongso dewo bongso hyang bongso buddo bongso gusti

Bongso dewo
Yoiku diri diri kang wus dunungi kabecikan
Dene wong becik iku dudu wong sing karep becik
Tegese wong karep becik iku isih nuju dadi wong becik
Amargo isih durung ngenggoni kabecikan
Jiwone isih durung salin luwih alus
Mulo dirine isih demen marang becik
Isih gething utowo ngemohi olo
Wong ingkang nuju marang becik iku
Mung ngenggoni becik ing karep
Dirine isih durung salin dadi diri ingkang becik
Hiyo durung dunungi bongso dewo
Koyo dene meneng, durung meneng temenan
Amargo jiwoe isih durung salin rupo
Bongso dewo iku bedo klawan bongso hyang

Bongso hyang
Yoiku diri diri kang wus dunungi kawicaksanan
Wus dadi wong ingkang wicaksono
Iku dudu wong sing karep wicaksono
Dudu wong sing lagi nuju kawicaksanan
Dene wong karep wicaksono iku isih ngudi kawicaksanan
Mulane isih gething ora adil lan dhemen adil
lan sewalike
Ugo isih dhemen marang kawicaksanan
Kaaran durung ngenggoni wicaksono
Amargo jiwone isih durung salin rupo
Hiyo ora ndunungi bongso hyang
Bongso hyang iku bedo klawan bongso buddo

Bongso buddo
Yoiku diri diri kang wus dumunung ing pangastuti
Ateges wus dadi wong kang welas asih
Dudu wong kang lagi nuju marang welas asih
Yo dudu wong kang karep welas asih
Dene sing karep utowo tumuju welas asih
Iku isih pamrih marang dirine
Isih dhemen welas asih
Ugo isih misah welas klawan asih
Amargo jiwone si diri isih durung salin rupo
Hiyo durung ngenggoni bongso buddo

PEPENGET
Wong bongso dewo iku dirine luwih alus tinimbang bongso bethoro
Dirine bongso dewo sandangn jiwo kabecikan
Ateges rosone kabecikan dadi pancering dirine

Wong bongso hyang iku dirine luwih alus tinimbang bongso dewo
Awit dirine bongso hyang sandangn jiwo kawicaksanan
Ateges pancering roso uripe iku arupo wicaksono
Yoiku diri diri ingkang wicaksono

Wong bongso buddo iku dirine luwih alus tinimbang bongso hyang
Yoiku diri kang wus sandangan jiwo pangastuti
Ateges sing dadi pancering roso uripe iku welas asih
Dene wicaksonoe ugo kabecikane iku mung ubo rampe (ancer ancer)

Dene kabeh wong guruloka/kadewatan iku anggelar nirwono

Bongso gusti
Gusti iku dudu dewo hyang ugo buddo
Gusti iku ingkang moho suci
Gusti iku mung siji
Dene buddo iku akeh… sang buddo amung siji
Hyang iku yo akeh…. nanging sang hyang iku siji
Dewo hiyo akeh…. nanging sang dewo iku mung siji
Mulane ono aku ono sang aku

TUMITIS
Nitis tumitis manitis titisan katitisan
Awit sing biso manitis iku jalmo kadewatan
Hiyo wong wong guruloka
Yoiku jalmo ingkang dumadi
Ingkang nggelar rogo
Temurun laer ing arcopodo
Hiyo iku dumadi sing kaaran titisan
Titisan iku dudu rengkarnasi hiyo dudu katitisan

GUMELARING GURULOKA
Kabeh uwong iku biso ndunungi bongso kadewatan
Hiyo biso dunung ing kaendran
Dadi salugune bongso kadewatan kaendran nalikane njalmo
Gumantung ing praupan jiwoe ing salin lan orane
Kabeh urip bongso kaendran rosoe iku roso alus 
Dasare roso alus iku bungah susah dhemen gething wedi wani (swargo/naroko)
Kabeh urip bongso kadewatan iku rosoe luwih alus
Dasare roso luwih alus iku seneng tresno tatag (nirwono)

Ora amargo ngujo ora amargo nyembah bongso kadewatan
Uwong biso dadi bongso kadewatan
Ora amargo lelakon becike…uwong ngenggoni jiwo ingkang luwih alus
Bisane hiyo mung naliko jiwo salin rupo amargo kerep semedi

Ora ono bongso kadewatan iku duwe pengikut
Pomo duweni pengikut….si pengikut mesti ora ning guruloka
Ateges ora biso manjing dumunung ing kadewatan
Amargo gelar gumelar uripe wus ora podo
Ateges ora ono sesambungane

Dene ing arcopodo kabeh urip sandangn rogo
Kanggone sing podo podo makartino poncodriyo
Mesti bae biso srawungan seksen sineksenan
Amargo gelar gumelar jagate podo
Sing ngalami podo iku rogoe dudu jiwoe
Poncodriyoe dudu roso pangrosoe
Dene gelar gumelar jiwoe wong arcopodo iku ora mesti podo
Mulane ono sing dhemen iki ono sing ora
Ono sing gething iku ono sing dhemen iku
Susah bungahe yo bedo sangkane
Adem tentreme yo ora podo, yen podo amesti sambung (salaras)
Dadi mung podo podo anggelar arcopodo : rogoe
Ateges podo podo ngalamine (seksen sineksenan)

PENGETAN
Kaswargan lan kanerakan iku ono ing endi endio papan lan mongso
Amargo kekarone iku digowo digembol manungso mrono mrene
Sing nggelar jagad iku urip
Dene urip ora digelar jagad
Anane jagad iku soko anane urip
Dudu anane urip soko anane jagad
Bangsane sato dadi bangsane manungso
Bangsane manungso dadi bangsane sato
Bongso kadewatan dadi bongso manungso
Bongso manungso dadi bongso kadewatan kaendran kajaten
Wong kaendran ora weruh marang kadewatan kejobo mung satitik (ora akeh weruhe)
Wong kadewatan ora weruh ing kajaten, kejobo mung satitik
Mung wong kajaten bae sing biso weruh kahanan jati
Olehe weruh klawan jangkep (wutuh)

Tegese wong kadewatan iku jalmo urip ing guruloka
Tegese wong bongso kadewatan iku dumadi sing jiwoe ngenggoni jiwo2 bongso guruloka
Dadi wong bongso kadewatan iku dumadi pawakan wong kadewatan
Jalmo iku urip bebadan jiwo
Dumadi iku urip bebadan rogo
Setitah iku urip bebadan sukmo
Ning arcopodo ono swargo naroko (mangan enak turu ora penak)
Ning kaendran ono swargo naroko (bungah susah)
Ning guruloka iku ws ora ono swargo naroko
Ateges wus tanpo susah 
Dadi kabeh urip ing guruloka iku wus tanpo susah (nirwono)
Dene tanpo susah iku ono rong macem
Ono tanpo susah (peteng) ono tanpo susah (padhang)

Bongso kadewatan iku rahsoe luwih alus
Bongso kaendran iku rahsoe alus
Bongso kadewatan jiwoe iku luwih alus
Bongso kaendran jiwoe iku alus
Bongso kadewatan rosoe luwih alus
Bongso kaendran rosoe alus
Bongso kadewatan ndunungi budhi
Bongso kaendran ndunungi cipto
Dene wong janaloka iku ndunungi angen angen
Jiwo roso rahsoe isih kasar
Tegese alus iku padhang
Tegese kasar iku petheng
Sing padhang hiyo cetho sing petheng iku ora cetho
Kaaran samar iku amargo ono ing antarane padhang lan petheng.

Jangkepe Lakune Wong Jowo

GAMA BUDHI KAWERUH URIP SAJATI

JANGKEPE LAKUNE WONG JOWO


HASTO BROTO

Mulat laku anggentur anarik doyo
Soko njobo katarik dening karso
Badane kang anarik nyowoe kang ngrasakno
Hiyo rahso, rahsoning nyowo
Lumebu lumantar howo, kataman ing rogo
Sesepan doyoning bawono nyelaras ing njerone rogo
Yoiku kang sinebut topobroto
Doyo bawono kang rupo wolung perkoro
Bumi-gunung-samudro-angin
Suryo-lintang-mbulan-angkoso

PERTELANING HASTOBROTO

Topobrotoning bumi
bumi teles bumi garing katarik doyone
Topobrotoning gunung
gunung urip gunung mati kaserot doyone
Topobrotoning samudro
samudro butheg samudro bening kaserot doyone
Topobrotoning angin
angin pelan angin banter kaserot doyone
Topobrotoning suryo
panas uruping suryo kaserot doyone
Topobrotoning lintang
lintang panjer rino panjer wengi ingkang kumelip kaserot doyo getare
Topobrotoning mbulan
adem uruping mbulan kaserot doyone
Topobrotoning angkoso
awang uwung kang tanpo wates katarik doyone

Hastobroto iku wolung macem jinise topo, dudu mlajari watek/sifat isen isene bawono
hastobroto iku kaweruh wengkuning ratu
dene manungso iku dudu gunung dudu angin yo ora biso dikoyo gunung lan angin
manungso hiyo dudu mbulan lan lintang yo ora biso dikoyo mbulan ugo lintang

PATRAPING TOPOBROTO

.Klawan menege rogo nganggo lungguh silo
.Makartine angen angen lan ciptoe dienggo fokuse marang karso
Karso iku ono ing mburine karep, kaaran kehendak
Hiyo kehendak anyerot doyoning bawono
.Panyeroting mau biso nganggo :
-ujung ujung jari
-epek epek tangan
-awak sakujur (pori pori kulit)
-ugo biso liwat mripat loro
.Panyeroting doyo mau kudu biso karasakake lumebune..hiyo iku rahsone….
kanggone sing ws laku ambegan jogorogo mestine y wis biso ngrasakno howo
dadi doyo sg melbu mau lumantar lumebune howo kang sinerot dening badan..
.Awite nggathuk nggathukno (nyelarasno)
.Banjur njumbuhno (proses panyerote)
.Wekasan ; manunggal (nglumpuk’e doyo kang sinerot ing njerone rogo)

TOPO BUMI

-bumi teles (bumi sing lemahe ora tau garing ; kyo bumi njeroning alas)
-bumi garing (hiyo bumi sing ora iso teles ; lamun teles mesti garing maneh)
Bumi teles luwih subur tinimbang bumi garing

TOPO GUNUNG

-gunung urip (gunung sing isih nyimpen magma ; drung entek magmae)
-gunung mati (gunung sing wus ora iso mbeldos ; magmae ws entek)
Gunung mati luwih subur tinimbang gunung urip

TOPO SAMUDRO

-samudro butheg (segoro sing banyune ora biso bening ; luwih cethek)
-samudro bening (segoro sing banyune ora biso butheg ; luwih jero)
Samudro bening luwih akeh panguripane tinimbang segoro butheg

TOPO ANGIN

-angin pelan (cilik ; ora banter lumakune)
-angin banter (gedhe ; banter lumakune)
Angin cilik ora biso dadi gedhe nanging angin gedhe biso dadi cilik
Angin gedhe iku kaaran maruto (badai ; yoiku udara sing katut ubengane bawono)
Angin cilik luwih adem tinimbang angin gedhe

*PENGETAN*

Wong topo iku meneng tanpo ngobahno rogo, yen sengojo ngobahno rogoe dibaleni maneh panyerotane
Parane topo iku ing kadigdayan (digdoyo)
dumunung ing wengku (ateges yo kuoso yo nguwasai yo biso ngemong)
mulane disebut wong sekti tanpo aji aji
digdoyo tanpo pusoko lan biso nggawe montro
Kabeh kabeh doyo kang sinerot iku tumuju ing ngurupno urip
yoiku ; nguwatno doyoning urip
Mulo sopo bae sing wus nguwasai hastobroto hiyo biso mengku angratoni jagad
amargo rogo iku duweni doyone bawono mulane hiyo biso sesambungan klawan isen isening bawono

SAMBUNGE HASTOBROTO

*

TOPO SURYO

Hiyo anyerot doyo panasing srengenge ing wayah isuk lan sore
ateges naliko sunari srengenge durung mencorong putih
awit srengenge isuk ; abang.. abang semu kuning.. kuning mencorong
srengenge sore ; kuning mencorong.. kuning semu abang…

TOPO LINTANG

Hiyo panyeroting doyone lintang
-lintang panjer rino (katone ing wayah padhange srengenge)
-lintang panjer surup (katone ing wayah surupe srengenge)
-lintang panjer wengi (mung katon ing wayah bengi)
-lintang blelek (lintang sing katon semu abang)
-lintang gubug penceng (lintang sing petane kyo gubung amung penceng)
-lintang ingkang kumelip (lintang sing kumelip ; jarake luwih adoh soko bawono)
kabeh lintang iku ngemu doyo getar (getaran) ; dudu adem dudu panas

TOPO MBULAN

Padhang ademe mbulan ing tanggal 12.13.14.15
ing wanci purnomo anyerot doyoning mbulan

TOPO ANGKOSO

Hiyo iku doyoning awang uwung hampa kang tanpo wates
doyoning petheng kang tanpo wekasan
meneng ing wayah bengi ing tengah latar katon langit
-bisane anyerot doyoning angkoso iku nalikane wus biso nyerot doyoning suryo condro kartiko.

PEPENGET

Yen manekung dumunung ing wisesoning rogo
topobroto ndunungi wengkuning ratu
Yen manekung iku makartino ciptoe
topobroto makartino karsoe
Bumi iku dudu lemah ; mung saben bumi ono lemahe
samono ugo gunung iku dudu bumi mulo doyone bedo bedo
Samudro iku dudu banyu ; mung saben samudro ono banyune
Angin iku dudu udara ; mung saknjerone angin ono udarae
Srengenge iku dudu geni ; mung saknjerone srengenge ono genie
Mulane manekung klawan topo iku bedo ing parane
amargo sangkane wus ora podho..
Yen manekung iku ngolah doyo saknjerone rogo
topobroto ngolah doyo saknjabane rogo
kekarone podo podo nglumpukno doyo..podo podo tunuju mundhaking doyo
podho podho klawan meneng patrape
Topo iku trmasuk panunggalan ; hiyo nunggal klawan isen isening bawono (nunggale nunggal pisah)
dene topo iku ora kawates ing wolung perkoro : kyo topo uwit, topo udan…..isp
PANYEROTAN :
Gathuk-jumbuh-nunggal
(nyelaras-nyerot-maligi)

WEKASANING WEDARAN

Dadi lakune wong jowo iku ;
-ngrowot ngalong
-ngebleng patigeni
-nginang mutih
-manekung topobroto
-semedi

Dene semedi iku : meneng ing neng temenan (bener bener meneng ; mahening suci) kaaran ; lerem
-menengno rogo
-ngeningno cipto
-ngenebno rahso
(gamblange wus ono ning wedaran : ingkang aran lerem)

Jangkep wutuh hiyo maligi ing santosa
Jejeg ajeg jumeneng wiseso maseso
Mengku tan kawengku
Linuwih mumpuni dadine
Sukmo kang wiseso
Badan kang mengku
Jiwo kang salin rupo
Dadi tetep ing santosa lan sampurnaning rogo
Tanpo dungo tanpo pusoko hiyo digdoyo
Klawan laku spirituale wong jowo.